Mohon tunggu...
Abdul Marta Nurdin
Abdul Marta Nurdin Mohon Tunggu... Guru - Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tangerang Selatan

halaman ini akan memberikan informasi pendidikan dengan berbagi praktif baik atau reportase kegiatan pendidikan diri penulis, atau pengalaman yang didapatkan oleh penulis. semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi ..Aamiin

Selanjutnya

Tutup

Diary

Manusia Punya Rencana, Allah yang Menentukan

25 Januari 2023   14:32 Diperbarui: 25 Januari 2023   14:44 38
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Cuti bersama imlek kemarin, membuat kesempatan libur panjang yang dapat dimanfaatkan orang untuk jalan-jalan bersama keluarga. Hal inipun saya manfaatkan untuk berlibur, bersama istri membuat rencana untuk mengajak anak-anak menginap dihotel dan lanjut menginap dirumah nenek.
Dengan adanya cuti bersama (imlek) pada hari senin, liburan hari sabtu dan minggu saya gunakan untuk berlibur (maklum liburan akhir tahun kemarin tidak kemana-mana karena saya masih sibuk menyelesaikan laporan 100% SMK PK). Rencana kami cekin hotel sabtu siang hingga cekout minggu siang, kemudian lanjut ke rumah nenek dan pulang senin sore.

Agar efektif perjalanan, saya beserta istri sepakat mencari hotel yang sejalur atau searah dengan lokasi rumah nenek, kebetulan nenek tinggal disekitar cisoka kabupaten Tangerang. Diputuskanlah kami menginap  dihotel Le Dian kota Serang. Hotel yang strategis ditengah kota serang, termasuk kategori bintang 4 yang memiliki fasilitas bagus, kolam renangnya yang apik yang merupakan favorit anak-anak (dimana kalau mau menginap dihotel, yang ditanya anak-anak kolam renangnya dulu). Perjalanan kesana ditempuh tidak terlalu lama, karena posisi hotel tidak begitu jauh saat keluar Tol Serang Timur. Termasuk saat kami akan ke rumah nenek arah balik ke Cisoka lebih mudah dengan keluar Tol Balaraja.

Berangkatlah kami bada dhuhur dari Tangerang via tol Jakarta Merak dengan waktu tempuh menurut google maps sekita satu jam lebih dikit. Kami berangkat berempat bersama Istri, Aurel anak kedua (perempuan usia 14 thn) dan Vano anak ke-3 (laki-laki usia 9 tahun), sementara Naufa anak pertama (usia 19 thn) rencana akan menyusul saja, karena akan ada belajar kelompok dengan teman-temannya. Saat kami tinggal, Naufal agak sedikit kurang enak badan, namun dia bilang tidak apa-apa tinggal saja nanti setelah belajar kelompok akan menyusul.

Alhamdulillah, perjalanan lancar dan cekin kami jam.14.00, istirahat sebentar sambil menunggu sholat ashar, karena anak-anak sudah menagih untuk berenang. Alhamdulillah dengan penuh ceria dan bahagia, anak-anak menikmati termasuk saya ikut nyemplung bersamanya untuk mengajari sedikit teknik berenang yang saya tahu , dan mamahnya berada dipinggir kolam sambil santai mengamati kami.

Keadaan awalnya biasa saja, namun menjelang sore pukul lima lewat sedikit, ada berita via chat WA temannya naufal dengan mamahnya, bahwa Naufal kondisi demam dan sesak nafas. Mamahnya panik dan menangis dan memanggil kami saat masih asyik bermain air untuk kita pulang saja, karena kondisi AA (panggilan sayang kami ke Naufal) demikian.

kami segera bergegas ke kamar untuk basuh dan mandi setelah itu diskusi dengan penuh kebingungan. Suasana liburan yang mestinya menyenangkan menjadi kepanikan yang membingunkan dimana dalam waktu cepat harus memutuskan kembali pulang atau bagaimana?? mengingat dihotel baru beberapa jam saja, dan agenda berikutnya akan menginap di rumah nenek.

Akhirnya, saya bersama istri memutuskan, kita jemput saja AA ke hotel agar bisa dipantau bersama sehingga berharap lebih tenang. Segeralah kami berangkat kembali ke rumah untuk menjemput AA, Alhamdulillah saat itu meskipun malam minggu jalur tol jakarta Merak arah Jakarta lancar dan tidak ada kepadatan dan tiba dirumah satu jam melihat kondisi AA sedang tergeletak dikamar bersama temannya. Mamahnya langsung menemani AA dan memberikan asupan makanan (sepertinya belum makan sore sehingga demam), dengan lahap AA menghabiskan nasi dan ayam goreng yang diberikan Mamahnya. Setelah itu diberikan obat demam (ini obat-obatan dari klinik saat beberapa hari sebelumnya ayahnya juga demam).

Saya sholat Maghrib dan sambil menunggu waktu Isya bermain dengan Vano sambil menonton TV menghilangkan penat dan pegal-pegal habis menyetir mobil bolak-balik perjalanan Tangerang-Serang dan Serang-Tangerang, dan bersiap bada Isya melakukan perjalanan lagi ke Serang untuk melanjutkan bermalam di Hotel le Dian. Setelah diskusi dengan AA dan katanya udah mendingan sudah enakan setelah makan banyak, berangkatlah kami kembali ke Hotel. Naufal dan temannya kami ajak untuk sekalian menemaninya.

Tibalah kami di hotel sekitar pukul sembilan malam, kami langsung ke kamar dan AA segera getetak dikasur dengan selimutan karena berasa hotel dingin sekali. Sambil diskusi-diskusi kecil saya rebahan untuk istirahat memulihkan tenaga, AA merasakan lemas, kedinginan dan nafasnya agak cepat, kemudian kami cek badannya malah terasa panas, waduh!! mamahnya kalut, dan berkata "Ayah AA nih, bawa ke rumah sakit aja". Kebetulan rumah sakit Sari Asih dekat dengan lokasi Hotel. Waktu menunjukkan sudah pukul sepuluh malam.

Segeralah saya bersama istri membawa AA ke IGD, sementara Aurel dan Vano sudah tidur dan temannya AA untuk tetap di kamar untuk menemaninya. Karena AA lemas dan agak sulit bernafas, saat keluar dari kamar hotel, AA saya gendong sampai parkiran mobil. Sambil memberi kekuatan AA agar kuat, kuat, dan kuat.
Setibanya di IGD sari asih serang, kondisi penuh dengan pasien yang berobat, kami pun terpaksa menunggu diluar dan dokter jaga pun sampai mendeteksi anak saya diluar sambil menunggu bed IGD yang kosong.Kemudian beberapa lama kemudian mendapatkan tindakan didalam ruang IGD dengan posisi dikursi, masukan infus dan cek darah, karena kondisi AA menggigil kedinginan,lemas, badan panas, dan nafas cepat.

Saya dan istri menemani sambil duduk dengan memeluknya menunggu sekiranya ada bed yang bisa digunakan AA untuk geletak. Kami urusin administrasinya dengan BPJS dengan informasi kamar penuh baik kelas 3 maupun VIP, luar biasa malam itu masih banyak pasien yang menunggu baik di bed maupun duduk dikursi. Sampai saya memaksa ke bagian pendaftaran saya akan bayar cash kekurangan yng penting anak saya masuk kamar segera.Pihak petugas pun bilang, memang sedang penuh pak dengan kata-kata yang menyakinkan saya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone