Mohon tunggu...
Agus Permana
Agus Permana Mohon Tunggu... Mahasiswa - Penulis

Perkenalkan saya adalah seorang mahasiswa di sebuah universitas yang ada di banten (Mathla'ul Anwar Banten). Dari kegemaran saya di bidang tulis menulis, sehingga hal tersebut menjadi alasan saya untuk menjadi seorang penulis blog.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Sahabat Tinta Hitam

24 Januari 2023   22:00 Diperbarui: 27 Januari 2023   03:02 67
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

“Persahabatan bukanlah ilusi berdecak kata, yang di tempel pada kertas putih dan tinta hitam tak bermakna.

Tapi persahabatan merupakan sebuah ikatan suci di lapisi bara api inti sari, yang terukir di antara dua hati.

Di ukir dengan cairan hitam dan pati kayu berhiaskan tinta kasih sayang.

Dan suatu ketika, ikatan yang berhaluan ketulusan dan suci akan empati, akan terhapus bersama dengan tetesan darah dan nyawa pati adumerka”.

 

Saat ini aku berada di kelas X SMA, setiap hariku penuh dengan warna dan hiasan hati, karna setiap hariku jalani dengan dua sahabatku yaitu, andi, dan beni. Kita bertiga sudah bersahabat sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Mereka sangat solid dengan teman, contohnya, kami tidak pernah meninggalkan salah satu sahabat kami yang sedang mengalami kesulitan ataupun masalah, apapun masalahnya dan seberat apapun resikonya kami akan saling menghandle dan berjibaku agar masalah yang sedang di hadapi pun cepat selesai.

Suatu saat kami dengan berintikan air yang mengalir dari atas ke bawah dan warna atap yang pekat ke abu-abuan mengisyaratkan sebuah perjanjian yang akan kami lakukan, kami membuat sebuah surat perjanjian persahabatan di sebuah sobekan kertas lusuh yang di masukan ke dalam sebuah adonan kaca yang tertutup.

Kemudian surat tersebut kami kubur di bawah pohon beringin, yang nantinya akan kami buka pada saat kami telah lulus sekolah.

2 tahun kemudian.... 

“Hari yang kami bertiga tunggu-tunggu akhirnya tiba, kami bertiga lulus bersamaan dengan nilai yang menjadikan hati menggebu-gebu abstrak tak beraturan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone