Mohon tunggu...
AS Rijal
AS Rijal Mohon Tunggu... Dosen - Penggiat Kajian Sosial Humaniora

Sedang meneliti bahasa dan identitas pada media sosial, info kontak @as.rijal

Selanjutnya

Tutup

Sosok

Kisah Wahid sang penjual jalangkote keliling

23 Januari 2023   21:29 Diperbarui: 23 Januari 2023   21:40 74
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Anak-anak saat ini cenderung dimanjakan dari berbagai hal. Mulai dari uang jajan, uang buku, pembeli gadget, pembeli latto latto hingga fasilitas hidupnya. Kisah berbeda dari seorang Wahid siswa kelas 6 SD Negeri BARAMBANG Desa Bonto Matene Kecamatan Mandai kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Ia setiap harinya dilalui dengan perjuangan yang gigih untuk menggapai cita-citanya yakni kelak ia akan bekerja di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar yang ada di Maros. Sepulang dari sekolah ia beserta saudarinya Sabrina (5 THN) kerap kali membantu ibunya menyiapkan jualan jajanan khas Makassar ini. 

Wahid penjual jalangkote sangat beda dengan anak seusianya yakni hanya sibuk main latto latto depan rumahnya di kompleks. Wahid memilih berjualan keliling jalangkote tak memandang siang hari dengan panas ataupun hujan ia dengan setia menjajakan jalangkote setiap hari. Dengan nada keras dan terkesan sopan itu, ia memikat para pencinta kuliner yang satu ini. Dengan harga seribu rupiah per bijinya bahkan ia terkadang dua kali mengisi ember jualannya setiap hari. Berkisar 50 ribu hingga 100 ribu per hari dari total penjualan. Dari hasil penjualan tersebut yakni 10 hingga 20 ribu rupiah ia tabung untuk beli gadget, biaya sekolahnya dan untuk biaya kursus bahasa Inggris sebab katanya ia harus bisa Bahaaa Inggris agar bisa bekerja di bandara kelak. 

Wahid tak hanya sukses sebagai pelajar SD dengan predikat akademik rangking 1 dari kelas satu ia juga mampu menabung dari hasil jualannya. Ayahnya sebagai sekuriti dan ibunya sebagai ibu rumah tangga, tak membuat ia malas apalagi malu di hadapan anak-anak seusianya dengan teriakan jaaaalanggggkoteer. Suara itu justru dirindukan bagi penikmat jalangkote di sore hari apalagi dipadu dengan minuman hangat atau dingin.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosok Selengkapnya
Lihat Sosok Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone