Mohon tunggu...
Andri Pratama Saputra
Andri Pratama Saputra Mohon Tunggu... Bankir - Seorang yang ingin selalu belajar dan saling berbagi pengetahuan

Seorang yang ingin selalu belajar dan saling berbagi pengetahuan #RI #BudayaReview

Selanjutnya

Tutup

Financial

Pasar Uang Syariah

23 Januari 2023   07:36 Diperbarui: 23 Januari 2023   07:54 84
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: katadata.co.id

Keuangan syariah merupakan tata kelola keuangan yang berdasarkan prinsip syariah yang telah jelas apa yang dapat dilakukan dan apa yang dilarag. Keuangan syariah dapat menjadi pendorong keuangan nasional jika dijalankan dengan baik dan sesuai termasuk dalam sistem kontrak. 

Sobana (2018) menjelaskan dalam pelaksanaan keuangan syariah, terdapat istilah pasar uang syariah (PUS) yang merupakan pasar memperdagangkan surat berharga jangka pendek baik mata uang domsetik atau asing yang sesuai dengan prinsip syariah. 

Dalam ekonomi syariah memandang uang hanya sebagai alat tukar bukan komoditas, motif permintaan uang adalah memenuhi kebutuhan transaksi bukan hanya spekulasi karena spekulasi tidak dibolehkan dalam ekonomi syariah. 

PUS berfungsi untuk sarana alternative untuk lembaga keuangan, perusahaan nonkeuangan dalam memenuhi keperluan dana jangka pendek atau menempatkan dana atas kelebihan likuiditasnya yang dalam kali ini memperdagangkan surat berharga syariah dalam waktu pendek.

Dalam kaitannya dengan pasar uang konvensional (PUK), terdapat perbedaan antara PUS dan PUK yakni:

  • PUAS tidak berdasarkan transaksi suku bunga tetapi pada pola bagi hasil, sedangkan PUK berdasark transaksi bunga;
  • Peserta PUAS meliputi bank syariah dan konvensional, sedangkan PUK hanya peserta konvensional;
  • Peranti PUAS adalah sertifikat IMA, sedangkan peranti bank umum adalah promes;
  • Sertifikat IMA sebagai piranti utama PUAS hanya dialihkan sekali, sedangkan promes dapat berpindah tangan beberapa kali;
  • Dalam hitungan imbalan utama PUAS tidak mengikutkan komponen bunga;
  • Risiko dari PUAS lebih kecil daripada PUK;
  • Sertifikat IMA sebagai piranti utama PAS diterbitkan sebagai bukti penyertaan dalam investasi.

Manfaat pasar uang adalah sebagai berikut:

  • Perantara perdagangan surat berharga jangka pendek;
  • Penghimpun dana berupa surat berharga jangka pendek;
  • Sumber pembiayaan bagi perusahaan dalam berinvestasi;
  • Perantara investor luar negeri dalam menyalurkan kredit jangka pendek.

Dalam pelaksanaannya, PUS tidak terlepas dari fatwa dewan syariah no. 37/DSN-MUI/X/2002 yaitu:

  • Bank syariah bisa mengalami kekurangan likuiditas dikarenakan perbedaan jangka waktu pnerimaan dan penanaman dana karena dana belum disalurkan kepada yang membutuhkan;
  • Dalam meningkatkan efisiensi, bank melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip adanya pasar uang antar bank (PUAB);
  • Dalam rangka memenuhi hal tersebut, diperlukan fatwa pasr uang berdasarkan prinsip syariah.
  • PUS tidak boleh memungut bunga dan harus berjalan sesuai prinsip syariah;
  • Peserta pasar uang yaitu sebagai bank pemilik atau pnerima dana di bank syariah, dan sebagai pemilik dana di bank konvensional.

Dalam rangka PUS di PUAB yang dibenarkan adalah menggunakan akad seperti musyarakah, mudharabah, qardh, wadiah, dan sharf. Instrumen yang digunakan adalah berdasarkan prinsip syariah dengan 2 metode yakni prinsip untuk berbagai transaksi seperti jual beli, sewa, dll dan prinsip untuk 1 transaksi dan bagi hasil yang menyebabkan kepemilikan usaha pada sisi pemilik dana dijual ke pasae maka pembeli instrument menjadi pemilik modal baru yang menggantikan pemilik modal yang lama. 

Penetapan nharga instrumn mengikuti aturan Islam dan harga bisa dinegosiasikan antar pembeli dan penjual sehingga bisa menyebabkan perubahan harga instrument. Semua bank termasuk bank syariah bisa menempatkan dana dalam bentuk sertifikat investasi antarbank yang diterbitkan bank syariah yang mengalami kesulitan likuiditas.

Selanjutnya, dalam PUS, dewan syariah telah memberikan persyaratan dalam menerbitkan sertifikat investasi mudharabah antarbank yakni:

  • Harus mencantumkan kata "sertifikat investasi mudharabah antarbank (SIMA)", tempat dan tanggal penerbitan, nomor seri sertifikat, nominal, nisbah bagi hasil. Jangka waktu, indikasi, tanggal pembayaran nominal, tempat, nama bank. Yang diterbitkan oleh kantor pusat syariah;
  • Format yang harus diikuti bisa mengikuti format dari BI;
  • Bagi bank yang telah menerbitkan SIMA, harus melaporkan kepada BI setidaknya tentang nilai nominal investasi, nisbah bagi hasil, jangka waktu, dan indikasi imbalan;
  • Peserta yang terlibat adalah bank yang secara langsung menerbitkan SIMA.

Dalam rangka memenuhi persyaratan tersebut, terdapat special purpose company dengan fungsi sebagai berikut:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone