Mohon tunggu...
Andri Pratama Saputra
Andri Pratama Saputra Mohon Tunggu... Bankir - Seorang yang ingin selalu belajar dan saling berbagi pengetahuan

Seorang yang ingin selalu belajar dan saling berbagi pengetahuan #RI #BudayaReview

Selanjutnya

Tutup

Financial

Komponen Struktur Modal

23 Januari 2023   08:48 Diperbarui: 23 Januari 2023   08:59 72
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: https://www.kajianpustaka.com/

Keuangan syariah merupakan tata kelola keuangan yang berdasarkan prinsip syariah yang telah jelas apa yang dapat dilakukan dan apa yang dilarag. Keuangan syariah dapat menjadi pendorong keuangan nasional jika dijalankan dengan baik dan sesuai termasuk dalam sistem kontrak. Sobana (2018) menjelaskan dalam pelaksanaan keuangan syariah, terdapat istilah struktur modal. Dalam struktur modal terdapat beberapa komponen yakni:

1) Utang jangka panjang

Utang dalam neraca menampilkan besarnya modal pinjaman yang digunakan dalam operasi perusahaan. Modal pinjaman umumnya dalam jangka panjang lebih besar daripada jangka pendek dan biasanya kisaran 5-20 tahun. Pinjaman jangka panjang bisa berupa pinjaman berjangka yang digunakan untuk membiayai keperluan modal kerja permanen, melunasi utang, atau membeli peralatan serta penerbitan obligasi yang telah ditentukan nominalnya dan jangka waktunya. Utang jangka panjang terdiri dari:

  • Utang hipotik, yang merupakan utang yang dijamin dengan aktiva tidak bergerak seperti tanah dan bangunan dengan waktu dan pembayaran yang telah ditentukan;
  • Obligasi, merupakan sertifikat pengakuan perusahaan meminjam utang dan menyetujui membayarnya kembali.

Ada beberapa alasan manajemen menggunakan utang yakni:

  • Biaya utang terbatas;
  • Hasil yang diharapkan lebih rendah dari saham biasa;
  • Taka da perubahan pengendalian atas perusahaan;
  • Fleksibilitas dalam struktur keuangan yang memasukkan peraturan penebusan dalam perjanjian.

2) Modal sendiri

Merupakan dana jangka panjang yang disediakan oleh pemilik perusahaan yang terdiri dari berbagai jenis saham dan laba ditahan. Pendanaan dengan modal sendiri akan menyebabkan adanya biaya kesempatan yang keuntungannya dari memiliki saham bagi pemilik adalah pengawasan terhadap perusahaan. Return yang dihasilkan dari saham tidak pasti dan pemegang yang menanggung risiko. Ada 2 sumber utama dari modal sendiri yakni:

a) Modal saham preferen

Merupakan bentuk komponen jangka panjang yang adalah kombinasi modal sendiri dan utang jangka panjang dan memberikan hak istimewa dan diprioritaskan dari saham biasa. Ada keuntungan dari saham preferen yakni:

  • Berkemampuan meningkatkan pengaruh keuangan;
  • Fleksibel karena saham membolehkan penerbit untuk posisi menunda tanpa mengambil risiko untuk memaksakan jika usaha sedang lesu;
  • Bisa digunakan dalam restrukturisasi, merger, pembelian saham melalui utang baru dan divestasi.

b) Modal saham biasa

Merupakan komponen modal jangka panjang yang ditanamkan investor yang berarti pemilik saham memiliki saham dan membeli prospek dan menanggung risiko sebesar dana yang telah ditanamkan. Terdapat keunggulan dalam modal saham biasa yakni:

  • Saham biasa tidak memberi dividen tetap, dividen akan diberikan ketika perusahaan mendapatkan laba;
  • Tidak memiliki tanggal jatuh tempo;
  • Penjualan saham biasa meningkatkan kredibilitas karena saham menyedoiakan landasan jika kreditor rugi;
  • Saham bisa dijual lebih udah daripada bentuk utang lainnya;
  • Pengembalian yang diperoleh dalam saham biasa dalam bentuk keuntungan modal adalah objek tariff pajak penghasilan rendah;
  • Investor memiliki hak suara;
  • Kompensasi pemegang modal ebih tinggi dari pemegang modal pinjaman.

Dalam menentukan pemilihan struktur modal terdapat faktor-faktor yakni:

  • Stabilitas penjualan dan keuntungan, semakin stabil; keuntungan maka semakin kecil pinjaman yang memungkinkan perusahaan mampu mengembalikan kewajibannya;
  • Lokasi distribusi keuntungan, semakin besar nilai yang diharapkan dari keuntungan semakin kecil kerugian;
  • Pengendalian penggunaan utang lebih tinggi dari saham baru yang dianggap lebih menguntungkan dengan alasan kepemilikan;
  • Kebijakan dividen, semakin tinggi tingkat leveragenya semakin besar kemungkinan dividennya;
  • Risiko kebangkrutan, pada pasar modal sempurna aktiva bisa dijual sesuai dengan nilai ekonomis dan dibagian sesuai dengan klaim;
  • Stabilitas penjualan, untuk perusahaan yang memiliki tingkat penjualan stabil tiap tahun bisa memiliki utang besar dengan risiko menanggun biaya tetap tinggi;
  • Struktur aktiva sebagai jaminan peminjaan utang;
  • Elastisitas operasi, rendahnya elastisitas lebih memungkunkan dalam memanfaatkan utang;
  • Tingkat pertumbuhan dan profitabilitas;
  • Pajak, tambahan tariff akan lebih baik menggunakan permodalan utang;
  • Kendali, pengendalian penggunaan utang dalam perusahaan perlu ditimbang jika menggunakan utang yang sedikit;
  • Sikap manajemen dan sikap kreditor, sikap yang konservatif atau sebaliknya dalam menggunakan utang;
  • Kondisi pasar, perubahan di kondisi pasar akan mempengaruh struktur modal;
  • Kondisi internal perusahaan yang bisa mempengaruhi target struktur modal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone