Mohon tunggu...
Andri Pratama Saputra
Andri Pratama Saputra Mohon Tunggu... Bankir - Seorang yang ingin selalu belajar dan saling berbagi pengetahuan

Seorang yang ingin selalu belajar dan saling berbagi pengetahuan #RI #BudayaReview

Selanjutnya

Tutup

Financial

Literasi Keuangan sebagai Booster Sistem Keuangan

26 Januari 2023   08:15 Diperbarui: 26 Januari 2023   08:31 78
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: https://accurate.id/

Inklusi keuangan adalah faktor untuk meningkatkan pemerataan pendapatan. Inklusi keuangan ini berarti individu dan pelaku usaha berkemampuan dalam mengakses transaksi keuangan seperti tabungan, kredit, asuransi. 

Ika, dll (2014) menjelaskan dalam rangka menigkatkan literasi dan edukasi keuangan diperlukan adanya pemguatan aksesbilitas jada dan produk keuangan, usaha menimgkaytkan akselerasi khususnya dalam menjaga pembangunan. Inklusi keuangan bisa meningkaykan kinerja sistem keuangan karena inklusi keuangan bisa menyediakan simpanan, jumlah kredit, dan investasi untuk dikelola seperti produksi, investasi, konsumsi, dll. Hal tersebut menunjukkan adanya usaha meningkatkan kualitas sistem keuangan melalui pengingkatan inklusi keuangan.

Kemudahan akses layanan keuangan bisa menciptakan peluang meningkatkan kegiatan dan produktivitas usaha dan sumber daya ekonpmi sehingga pembangunan dan pertumbuhan berkualitas dapat ditingkatkan. Penyediaan simpanan dan kredit berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga dan konsumsi. Selain itu, keuangan inklusif berpengaruh terhadap permintaan agregat melalui penguatan konsumsi masyarakat. Pengaruh yang dihasilkan dari peningkatan pendapatan kegiatan usaha dan berpengaruh terhadap konsumsi berperan dalam membentuk produk domestic bruto (PDB) dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Selanjutnya, inklusi keuangan dengan data provinsi 2015-2018 menyatakan inklusi keuangan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat melalui indeks pembangunan manusia (IPM). Hal itu menunjukkan inklusi keuangan meningkatkan kesehatan dan pendidikan sebagai pembentuk IPM. 

Dengan pendaoatan yang tinggi, individu atau rumah tangga memiliki alokasi dana kesehatan dan pendidikan yang tinggi dan percepatan keuangan memiliki peluang dalam meningkatkan kualitas pembangunan berkelanjutan. Selain itu, inklusi keuangan bisa menurunkan ketimpangan konsumsi antar rumah tangga. Kondisi ini mencerminkan penetrasi keuangan bisa menciptakan pemerataan pendapatan yang adalah salah satu pendorong stabilitas keuangan. Penyebab kerentanan keuangan adalah efek krisis, rendahnya diversifikasi pendanaan, rapuhnya ketahanan ekonomi, dan pertumbuhan ekonomi yang rendah.

BI tela menetapkan 3 tujuan keuangan inklusif yakni mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui pemerataan pendapatan, mempercepat pengentasan kemiskinan, dan menjaga stabilitas sistem keuangan. Sedangkan OJK telah menetapkan tujuan inklusi keuangan ialah meningkatkan akses masyarakat terhadap lembaga, produk, dan jasa keuangan, meningkatkan penyediaan produk dan jasa keuangan, dan meningkatnya kualitas penggunaan produk dan layanan jasa keuangan. Inklusi keuangan berperan penting dalam mengakselerasi program edukasi dan literasi keuangan yan adalah bagian dari sistem keuangan.

Sistem keuangan ialah tatanan perekonomian yang ingkupnya di bidang jasa dan layanan keuangan yang menciptakan mekanisme untuk mengalihkan kegiatan produksi, konsumsi, dan investasi. Dalam kaitannya dengan edukasi dan literasi keuangan, stabilitas sistem keuangan berperan penting sebagai perisai dalam kerentanan internal. Alokasi sumber daya pendanaan bisa berkontribusi terhadpa pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional. 

Edukasi dan literasi keuangan mendorong stabilitas sistem keuangan dan menjaga tingkat permintaan jasa layanan keuangan. Lebih lanjut, hubungan keduanya dapat dilihat dari ketahanan keuangan yang memastikan risiko dikelola dan tidak mengancam kesejahteraan individu.

Literasi keuangan yang berhubungan dengan individu menampilkan pengetahuan dan keterampilan yang tepat dan memungkinkan individu bisa mengambil keputusan dengan sehat, mengelola pengeluaran sehari-hari, melihat ke depan, dan merencanakan pengeluaran tak terduga serta memilih produk dan jasa keuangan yang tepat. Terdapat fakto-faktor yang mempengaruhi edukasi dan literasi keuangan yakni:

  • Struktur demografi, yaitu harus menyesuaikan karakteristik masyarakat terutama struktur demografi. Terdapat 4 indikator yaitu penduduk usia kerja, penduduk bekerja, status pernikahan, dan gender;
  • Tingkat pendidikan, yaitu semakin tinggi pendjdikan dapat menyebabkan semakin tinggi usaha untuk mengakses produk dan jasa layanan keuangan. Pendidikan yang lebih tinggi akan memudahkan seseorang menyerap informasi dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari serta berkorelasi memicu seseorang dalam menggunakan keuangannya dengan baik;
  • Jenis pekerjaan, seorang yang professional bisa mempengaruhi dalam meningkatkan akses atas produk dan jasa keuangan. Industru dan perdagangan bisa membuat karyawan lebih efisien dalam mengelola dan mengambil keputusan di bidang keuangan baik jangka pendek dan panjang. Selain itu, lama kerja memiliki korelasi dalam menentukan karakteristik mengakses produk dan jasa keuangan. Semakin lama waktu kerja akan meningkatkan produktivitas dan pendapatan pada umumnya;
  • Tingkat usia, semakin matang usia maka akan semakin ingin mengakses produk dan jaya layanan keuangan. Prinsip yang ditekankan adalah kesadaran dalam mengakses produk dan jasa layanan keuangan.

Perkembangan keuangan inklusif di atas harus dilaksanakan dengan optimalisasi stabilitas keuangan dan moneter serta meningkatkan tata kelola untuk menciptakan stabilitas keuangan dan pengawasan yang efektif dan menjadi penentu salah satu keberhasilan keuangan inklusif.

Daftar Pustaka

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone