Mohon tunggu...
Sobar Harahap
Sobar Harahap Mohon Tunggu... Wiraswasta - Kebenaran harus disampaikan

Love your story

Selanjutnya

Tutup

Sosok

Ganjar dan Kisah Murung Mahasiswa Semester Tua

5 Januari 2023   13:16 Diperbarui: 5 Januari 2023   13:17 141
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumberfoto; Tribunnews.com


Mardo sedang meremas-remas gelas kopi plastik di beranda kosan ketika aku mampir menemuinya. Wajahnya sumpek. Rambutnya yang panjang tampak berantakan.

Kuperkenalkan kepadamu, ia adalah keponakanku, mahasiswa semester tua di Jakarta. Niatku mampir sebenarnya agar bisa cerita-cerita soal keluarga kami di kampung halaman. Tapi aku justru disambut dengan kemurungan. Melihat itu, rasanya ingin kutendang saja mukanya.

"Masa depanku hancur, Bang. Kemarin aku pulang kampung, orangtuaku sudah angkat tangan soal biaya kuliah karena hutang sudah menumpuk. Sudah gitu pacar aku dilamar orang. Hancur sudah, benar-benar hancur masa depanku, Bang," katanya uring-uringan.

Dasar anak muda. Tentu saja sebenarnya itu bukan persoalan yang teramat berat.

"Sekarang kau cuci muka terus buatin aku kopi," aku berkata, "Siapa tahu dengan adanya kawan ngobrol, kau jadi lebih punya gairah."

Duit dan asmara memang masalah populer bagi anak muda, atau mungkin bagi seluruh umat manusia. Satu-satunya cara untuk menghindarinya adalah menutup diri dari dunia luar dengan tinggal di goa. Artinya, tidak ada manusia yang bisa menjalani hidup tanpa masalah.

Namun persoalan seberat apapun tidak serta merta menjamin masa depannya juga buruk, selagi orang itu mau berusaha. Ada banyak tokoh besar yang memiliki masa lalu tidak mudah, jatuh bangun tiada henti. Steve Job dan Mark Zuckerberg misalnya adalah orang-orang yang drop out dari kampus dan kini jadi raja teknologi dunia. Sukarno, Nelson Mandela, juga punya masa lalu yang berat karena harus merasakan dinginnya jeruji besi.

Tapi kepada keponakanku, aku memberikan contoh lain yang paling dekat, yakni Ganjar Pranowo. Sebab kehidupan masa lalunya setelah aku amati, memang mirip dengan keponakanku sekarang.

"Apa kaitannya dengan gubernur Jateng itu?" katanya.

"Dengar, kau ini masih mending, Ganjar Pranowo dulu itu sangat pemalu dengan wanita, nggak pernah pacaran, kuliahnya juga lama karena harus cuti segala sebab gak punya biaya."

"Ngomong sih gampang, tapi aku yang jalani itu sulitnya minta ampun, Bang."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosok Selengkapnya
Lihat Sosok Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone