Mohon tunggu...
Ikhwanul Halim
Ikhwanul Halim Mohon Tunggu... Editor - Penyair Majenun

Father. Husband. Totally awesome geek. Urban nomad. Sinner. Skepticist. Believer. Great pretender. Truth seeker. Publisher. Author. Writer. Editor. Psychopoet. Space dreamer. https://web.facebook.com/PimediaPublishing/ WA: +62 821 6779 2955

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Pertemuan Pertama

25 Januari 2023   18:36 Diperbarui: 25 Januari 2023   18:34 66
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
medicalnewstoday.com

Tanganku gemetar saat aku membuka pintu depan rumah mereka. Apakah suaraku ikut bergetar saat aku berteriak, 'Halo, aku di sini!'?

Dia ada di dalam rumah. Rasanya hampir tidak bisa dipercaya. Akhirnya aku bisa bertemu dengannya.

Saat aku masuk, Khalil menyambutku dan menyodorkan secangkir teh hangat yang masih mengepulkan uap. "Sebaiknya minum teh dulu. Pasti capek setelah delapan setengah jam di jalan."

Dengan penuh syukur, aku menggenggam cangkir, menyesapnya, dan melihat sekeliling. "Di mana dia?"

Khalil tersenyum. "Di atas. Ayolah."

Aku mengikutinya ke kamar tidur dan menatap buaian saat Khalil tersenyum padaku. "Itu dia, Bu. Puti Dinda Khalila, cucu pertama Ibu."

Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone