Mohon tunggu...
Azmi Zaki Waliudin Althaf
Azmi Zaki Waliudin Althaf Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa biasa yang ingin belajar menulis

Halo Rakjat! Selamat datang di akun saya. Akun ini akan berisi segala tulisan saya, semoga bermanfaat!

Selanjutnya

Tutup

Seni Pilihan

Kamu Ga Bisa Jadi Orang Lain, Jadilah Dirimu Sendiri

16 Januari 2023   06:38 Diperbarui: 16 Januari 2023   06:41 71
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Lukisan 'Catur Rupa" karya Yosua Laharoy H.B/Foto: Dokpri

Kemaren (15 Januari 2023) saya dan teman saya datang ke Pameran Seni Rupa dan Kriya Universitas Negeri Yogyakarta yang diadakan di Taman Budaya, Kota Yogyakarta. 

Ada banyak lukisan dan karya-karya seni yang indah. Saat saya masuk, mata saya langsung berfokus ke sebuah karya lukis yang berjudul 'Catur Rupa'. Karya ini dibuat oleh Yisua Laharoy H.B di kanvas yang berukuran 80x60 cm.

Deskripsi Lukisan 'Catur Rupa
Deskripsi Lukisan 'Catur Rupa"/Foto: Dokpri

"Kamu ga bisa jadi orang lain, jadilah dirimu sendiri" merupakan deskripsi yang ada di karya tersebut. Kebetulan saat itu (dan hingga saat ini) saya sedang di masa galau dan gamang mengenai diri sendiri sehingga karya tersebut sangat mewakili apa yang saya pikirkan dan saya rasakan. Saya sengaja menulis ini untuk memantik diskusi saya dan teman-teman pembaca.

Apa sih maksud 'jadilah dirimu sendiri'? Saya mengartikan hal itu sebagai rasa penerimaan terhadap diri sendiri dan hal-hal lain yang terkait dengan diri sendiri. Tidak ada manusia yang tidak memiliki latar belakang, masa lalu, cerita-cerita sedih dan bahagia. 

Menjadi diri sendiri berarti menerima apa yang sudah menjadi kodrat diri termasuk latar belakang atau masa lalu yang tak bisa diubah serta hal-hal yang memengaruhi kita di luar diri sendiri seperti siapa orang yang melahirkan kita dan lain sebagainya, intinya adalah menerima segala sesuatu yang sudah menjadi kodrat diri.

Saya seringkali melihat bagaimana teman-teman sudah melaju jauh ke depan, sedangkan saya masih ada di sini-sini saja, alias masih tertinggal. Ya, terdapat banyak faktor yang memengaruhi hal tersebut, tetapi saya di sini ingin mengatakan ke diri saya sendiri, 'yuk sudah melihat orang lainnya, terima saja keadaan yang sekarang, mari bersama-sama berjalan ke tujuan walau terseok-seok. Terima saja dulu, lalu evaluasi diri dan perbaiki diri. Please, terima saja dulu karna tanpa penerimaan diri kamu tidak bisa melangkah.'

Hahahaha ........ klasik sekali nasehat saya ke diri sendiri

Tapi yai memang begitu adanya. Penerimaan terhadap diri sendiri tidak hanya berfokus pada hal-hal berupa sifat-sifat diri tetapi juga penerimaan terhadap latar belakang dan penerimaan bahwa saya sekarang ada di titik ini. Peduli setan jika orang lain ada di titik yang berbeda. Just focuss to yourself.

Mengetahui di mana koordinat titik kita berada lalu menerimanya dengan lapang dada merupakan langkah pertama untuk melakukan perbaikan dan berjalan. Bagaimana kita bisa tahu kita maju ke depan jika kita saja tidak tahu di mana kita berpijak, kalau asal melangkah, jangan-jangan kita malah mundur ke belakang atau ke samping.

Penerimaan terhadap diri bukan berarti kita tidak berusaha untuk melakukan perbaikan. Penerimaan terhadap diri sendiri justru langkah awal dari perbaikan diri. Setelah menerima dan mengetahui di mana kita berada atau titik di mana kita berpijak, kita bisa menganalisis dan mengajukan pertanyaan 'what should I evaluate?' atau 'what should I do?'

Lalu, bagaimana mengetahui lokasi diri kita ada di mana? Tidak ada peta yang pasti atau gps yang akurat untuk mengetahui diri kita di mana. Kita sesungguhnya tidak bisa melihat koordinat pasti kita berada di mana. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Seni Selengkapnya
Lihat Seni Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone