Mohon tunggu...
Riduannor
Riduannor Mohon Tunggu... Guru - Penulis

Guru | Penulis | Desainer Grafis | Ilustrator

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Review Film Layar, Bioskop Tua yang Bertahan di Tengah Pandemi

23 Januari 2023   18:07 Diperbarui: 23 Januari 2023   22:31 195
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Film Layar (foto : KlikFilm)

Sambil buka-buka film baru yang ada di gadget tanpa harus pergi ke bioskop modern yang ada di Mal, saya mendapatkan sebuah film baru di KlikFilm. Film tersebut berjudul "Layar". Mulai tayang sejak tanggal 13 Januari 2023. 

Menonton film layar serasa saya bernostalgia kegedung bioskop jaman dahulu yang ada di kota Samarinda. Dulu di kampung saya juga ada sebuah bioskop yang terbuat dari kayu, dengan memajang poster dalam ruang kaca. Atau spanduk yang bergelantungan di sisi-sisi gedung.

Cuplikan Film Layar, suasana Bioskop (Sumber gambar trailer film layar)
Cuplikan Film Layar, suasana Bioskop (Sumber gambar trailer film layar)

Disisi lain, Film Layar menceritakan kehidupan seorang pekerja bernama Marni. Ia, perempuan desa yang bahagia bisa bekerja di sebuah bioskop tua bernama Merapi Theatre.

Namun baru seminggu Marni bekerja, bioskop tua tersebut menjadi limbung dan harus ditutup karena pandemi. Efek domino dari pandemi, karyawan dipangkas dan layar harus diturunkan.

Hantaman Covid-19, berimbas pada warga masyarakat sekitar yang berjualan disekitar bioskop Merapi. Saat pemiliknya Pak Utomo, mau menjual bioskop terjadi pertentangan pekerja bioskop, para pedagang sekitar yang berharap gedung bioskop tua tersebut jangan dijual.

promosi film bioskop berkeliling kampung (Sumber gambar trailer film layar)
promosi film bioskop berkeliling kampung (Sumber gambar trailer film layar)

Film ini berangkat dari realitas kehidupan masyarakat pinggiran. Film yang sebenarnya mengangkat problem berat yang dihadapi pekerja dan warga sekitar. Dibungkus dengan komedi Satire menjadikan film ini terasa ringan untuk ditonton.

Bagi Sahabat Kompasianer yang pernah merasakan suasana kejayaan bioskop di tahun 1980-an. Flm yang bisa membuka kenangan dan nostalgia, terlihat spanduk dan poster film yang dibintangi para pemain maestro yang pernah sangat terkenal pada jamannya.

Alur dan plotnya memang dalam kemasan modern. Adanya gadget, namun kesan bioskop sebagai maskot jaman dulu sangat kuat. Ditanggal tua, ada baiknya cukup menonton layar lebar di layar handphone.(*)

Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone