Mohon tunggu...
Cak Bro Cak Bro
Cak Bro Cak Bro Mohon Tunggu... Administrasi - Bagian dari Butiran debu Di Bumi pertiwi

Menumpahkan barisan Kata yang muncul di Pikiran

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur Pilihan

Mengapa Bahan, Produk, dan Tempat Sama Tetapi Harga Bisa Beda?

23 Januari 2023   06:40 Diperbarui: 23 Januari 2023   06:49 117
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Mengapa Produk dan Tempat Sama Tetapi Beda Harga?

A. Pengantar
Seperti biasa setiap jumt ceria, kantor selalu mengadakan senam pagi bersama. Kebugaran tubuh memang diperlukan, mengingat kadang kita disibukkan berbagai kegiatan yang tak pernah buat tubuh aktif lantaran hingga sore berkutat di depan computer. Keletihan tubuh bisa di re-charge kembali melalui kegiatan senam tersebut. 

Usai senam terkadang beberap pegawai akan menambah porsi dengan kegiatan olahraga yang disukai, entah olahraga tenis lapangan atau tenis meja yang tersedia sebagai fasilitas kantor dan kali ini saya memilih untuk berjalan atau jogging di sekitar wilayah kantor senayan atau berkeliling di stadion Gelora Bung Karno (GBK). 

Namun sayang sekali, ada penyakit turunan yang sulit dibendung yakni usai olahraga pasti akan mencari asupan kalori dengan sarapan. Dan sudah dua minggu ini, usai melakukan senam pagi bersama, sebagai tambahan saya melakukan jogging di sekitaran wilayah kantor.

B. Sarapan Bubur Ayam di Pinggir Jalan
Dua minggu yang lalu, usai melakukan senam bersama, melihat ada waktu cukup luang saya pun berniat melakukan jogging sendirian di sekitar wilayah kantor. Entah karena terlalu giat berjalan, sampai lah di stasiun Kereta Api Palmerah, Jakarta Selatan. 

Saya pun beristirahat dengan minum dari botol air mineral sambal menikmati kesibukan orang yang lalu-lalang turun dari jembatan penyeberang dari arah Stasiun kereta api.

Tetiba saya tertarik melihat gerobak bubur ayam dengan tenda dan beberapa meja kecil. Seketika itu pula perut saya berontak menagih haknya karena tubuh sudah diforsir mengeluarkan energi cukup banyak. 

Saya pun memesan lengkap satu porsi bubur ayam lengkap dengan menu tambahan. Setelah perut terisi dengan damai, saya pun membayar makanan dan sesuai dengan letak posisi di pinggir jalan, pastilah preferensi harga dapat dikatakan murah.

Waktu memang bergerak terlalu cepat, tanpa saya sadar sudah kembali tiba hari jum'at. Seperti biasa hari jum'at krida pastinya ada acara olahraga senam bersama di kantor. Pekan tersebut saya ulangi Kembali, usai senam Bersama akan ditambah prosi olahraga dengan melakukan jogging. Entah kenapa belum berapa lama, baru saja saya sampai di belokan sisi kantor, tetiba sang perut sudah menagih manja untuk minta diisi.

Kali ini di daerah lapangan senayan, ternampak sebuah tenda yang cukup menarik, segera saja saya mendekati. Ditenda tersebut tertulis Bubur Ayam Monas. Nyonya Cirebon (berdiri sejak Tahun 1978). Hhmm.. mungkin ini bubur ayam legendaris, saya pun memesan menu dan lengkap dengan menu tambahan. 

Memang rasanya agak sedikit nikmat dibandingkan dengan bubur ayam di daerah Palmerah (atau mungkin saja, nama di tenda tersebut yang mempengaruhi benak saya). Dan benar, saya sedikit terperanjat karena harga yang saya bayar cukup mahal dibandingkan disana.

Foto: Koleksi pribadi
Foto: Koleksi pribadi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone