Mohon tunggu...
Anna Saraswati
Anna Saraswati Mohon Tunggu... Penulis - Fakultas Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia

I have no special talents. I am only passionately curious. - Albert Einstein

Selanjutnya

Tutup

Film

Cate Blanchett, Kisah Orkestra Kelam di Balik Kekuasaan

23 Januari 2023   21:08 Diperbarui: 23 Januari 2023   21:39 69
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Photo: YouTube Tr movie thriller

Cate Blanchett, pemeran Lydia Tar, menunjukkan totalitasnya selama pembuatan film. Blanchett mempelajari beragam instrumen, bahasa Jerman, serta teknik menjadi konduktor. Film ini menampilkan orkestra Dresden sungguhan! Para pemain musik memainkan instrumen sesuai arahan Blanchett yang menjadi konduktor.

Kumpulan resensi film beserta fakta unik dan menarik, menegaskan bahwa film Tar layak ditonton. Sayangnya, belum ada kabar tentang jadwal tayang di bioskop Indonesia. Semoga kita bisa segera dapat kabar baiknya, ya!

Photo courtesy Universal Picture
Photo courtesy Universal Picture

Tar bukan film yang diangkat dari kisah nyata, melainkan film fiksi yang menggambarkan sosok Lydia Tar, salah seorang komposer sekaligus konduktor terbesar asal Jerman. Perempuan 'powerfu'l ini memimpin orkestra terhebat dunia dan alur cerita film fokus pada kehidupan konduktor yang menyalahgunakan kekuasaan.

Photo: YouTube Tr movie thriller
Photo: YouTube Tr movie thriller

Tar adalah seorang perempuan yang memperoleh kewenangan yang besar sebagai pemimpin orkestra terhebat di dunia. Namun setelah berjuang keras untuk meraih pencapaian besar, ia menyalahgunakan kewenangan itu. 

Blanchett mengatakan "Banyak sekali pertanyaan rumit yang diajukan lewat film ini, tapi saya pikir pada intinya adalah kisahnya menyoroti tentang sifat kekuasaan yang merusak mentalitas seseorang dan melukiskan apa yang terjadi pada saat orang memiliki kewenangan dan sulit untuk melepaskannya."

Dengam bakat yang luar biasa dalam dunia musik klasik, Tr menjelma menjadi konduktor perempuan pertama yang memimpin orkestra besar dan terkemuka di Jerman.

Korupsi kekuasaan, pelecehan seksual, dan budaya boikot menjadi inti dari film baru ini. Dibalik kemegahan orkestra yang dimainkan dengan ciamik dan sangat cemerlang, tersimpan sisi gelap sang konduktor. Film ini sangat layak untuk ditunggu pemutarannya di Indonesia!

Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone