Mohon tunggu...
Damanhuri Ahmad
Damanhuri Ahmad Mohon Tunggu... Penulis - Bekerja dan beramal

Ada sebuah kutipan yang terkenal dari Yus Arianto dalam bukunya yang berjudul Jurnalis Berkisah. “Jurnalis, bila melakukan pekerjaan dengan semestinya, memanglah penjaga gerbang kebenaran, moralitas, dan suara hati dunia,”. Kutipan tersebut benar-benar menggambarkan bagaimana seharusnya idealisme seorang jurnalis dalam mengamati dan mencatat. Lantas masih adakah seorang jurnalis dengan idealisme demikian?

Selanjutnya

Tutup

Cerita Pemilih

Pemilu Ditunda dan Proporsional Tertutup

2 Maret 2023   06:22 Diperbarui: 2 Maret 2023   06:23 169
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Jalan di Kabun Cimpago, Nagari Lurah Ampalu yang butuh pengaspalan. (foto dok damanhuri)

Pemilu 2024, apakah dengan sistem proporsional terbuka atau tertutup? Lalu, apakah paripurna DPR RI akan memutuskan pemilu ditunda?

Dua hal pertanyaan, yang membuat para calon anggota dewan belum bergeming. Di daerah, tak satu pun baliho calon anggota dewan yang berserak, selain dari anggota dewan yang sedang duduk.

Biasanya, setahun jelang pemilu ini para calon yang akan maju sudah berserakan balihonya. Kini, tak satu pun.

Mungkin karena ekonomi lagi sakit? Bisa jadi seperti itu. "Tapi yang jelas semuanya. Di Pekanbaru, Provinsi Riau juga seperti ini," kata Sasrizal, bakal calon anggota DPRD Padang Pariaman dari PKB di Dapil IV ini. 

Sasrizal menceritakan, sebagian temannya pindah partai, dan sudah ada yang berhabis sebelum pertempuran di mulai. 

Dari sederatan cerita banyak orang politik, pemilu akan ditunda. Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebutkan, bahwa partainya ingin pemilu dengan sistem proporsional tertutup. 

Namun demikian, pihaknya menghargai perbedaan pendapat, dan pandangan soal pemilu ini dari seluruh pimpinan partai politik. 

Sebab, proporsional terbuka selama ini cenderung melahirkan politisi yang tak sehat. Korupsi berkembang, dan kepercayaan masyarakat pada partai politik kian menurun. 

Bisa jadi seperti itu. Proporsional terbuka selama ini terkesan pimpinan partai di daerah rugi, dan banyak yang tidak dapat kursi. 

Kursi dewan di daerah, banyak yang diisi oleh pemodal. Oleh mereka yang punya cukup dan lebih uang untuk mendapatkan suara. Sementara, pimpinan partai tak dapat suara, lantaran tak punya modal selain dari ketokohan sebagai ketua partai, dah itu saja. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerita Pemilih Selengkapnya
Lihat Cerita Pemilih Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone