Mohon tunggu...
Fajar Perada
Fajar Perada Mohon Tunggu... Jurnalis - seorang jurnalis independen
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Pernah bekerja di perusahaan surat kabar di Semarang, Jawa Tengah

Selanjutnya

Tutup

Sosok

Ini Pasangan Capres dan Cawapres Penantang Terkuat di Pilpres 2024, AH-AHY

8 April 2022   15:16 Diperbarui: 8 April 2022   15:28 211
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(foto: Kompas.com) AH & AHY, Pasangan Ideal Capres-Cawapres 2024

POLITIK itu sangat cair. Simaklah pernyataan Andi Arief, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, terkait wacana koalisi Partai Demokrat (PD) dan Partai Golkar (PG) menuju Pilpres 2024. Mengutip pandangan sejumlah pengamat, penanggung jawab Bappilu partai berlambang Mercy itu menegaskan bahwa koalisi PD dan PG tergolong paling aman dan nyaman. Artinya, bagaimana jika Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disandingkan dengan Airlangga Hartarto (AH).
Kubu Beringin merespon pernyataan Andi Arief tersebut dengan bijak. Melalui Nurul Arifin, Wakil Ketua Umum Bidang Kominfo, PG menegaskan tentang posisi AH yang sudah diputuskan sebagai Capres dari PG. Keputusan yang ditetapkan melalui dua forum pertemuan tertinggi, yakni Musyawarah Nasional (Munas) X, Desember 2019, dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) tahun 2021. Partai Beringin telah mendukung penuh AH sebagai Capres 2024.

Nurul Arifin menyebut, mengapresiasi wacana yang disampaikan PD. Namun ia sekaligus mengingatkan adanya mandat dari Munas dan Rapimnas PG, merefleksikan amanah seluruh pengurus pusat dan daerah, yang telah menyepakati tampilnya ketum PG sebagai capres.

Nurul Arifin kemudian mengisyaratakan betapa PG sangat fleksibel, ingin membuat mitra koalisi merasa nyaman. Golkar bisa berkoalisi dengan siapa pun selama memiliki visi yang sama.

Dengan kata lain Nurul Arifin seperti ingin menyatakan bahwa ia, sebagaimana pimpinan PG lainnya, tidak ingin mendahului yang belum pasti. Koalisi bisa dengan siapa pun yang memiliki visi yang sama dengan platform PG. Apalagi, untuk saat ini, AH masih fokus dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai Menko Perekonomian dan sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Tak sekadar Nurul Arifin yang menyambut baik wacana koalisi dengan PD. Akan tetapi juga sejumlah petinggi PG lainnya. Mereka sependapat, koalisi boleh, tetapi tetap AH yang menjadi capres.

Kubu PD berasumsi jika posisi AHY sama seperti AH sekarang ini. Sementara AHY sibuk melakukan konsolidasi partai serta membantu pemerintah menghadapi pandemi Covid-19, AH fokus bekerja sebagai Menko Perekonomian, Ketua KPCPEN, dan memegang peranan penting dalam Presidensi G20 yang diketuai oleh Indonesia

Penjodohan duet AH dan AHY untuk Pilpres 2024 merupakan dampak dari ambang batas presiden. Koalisi ini saangat pas dan cocok.

PD memahami kalau perjodohan AH dan AHY yang memang dimunculkan oleh banyak lembaga survei tersebut sebagai konsekuensi presidential threshold 20 persen. Dalam konteks itu banyak yang menyebut koalisi 20 persen PG dan PD adalah koalisi ideal.

Dalam pandangan penulis, sejauh ini tampaknya memang belum ada pembicaraan resmi antara PG dan PD terkait perjodohan AH dengan AHY. Koalisi PG dan PD ini bisa disebut paling nyaman dan relatif tak ruwet, sebagaimana pandangan banyak pengamat.

Dari segi popularitas dan elektabilitas, baik AH maupun AHY terus menunjukkan kecenderungan membaik. Tren popularitas dan elektabilitas AH dan AHY berpotensi meningkat. Duet AH dan AHY, sebagai sama-sama ketum dari dua parpol besar, disebut-sebut sebagai sinergi yang cair.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosok Selengkapnya
Lihat Sosok Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone