Mohon tunggu...
erti lita agustina
erti lita agustina Mohon Tunggu... Perawat - Guru honorer

Memasak

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Kecemasan

23 Januari 2023   21:13 Diperbarui: 23 Januari 2023   21:16 51
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

A. KECEMASAN

Kecemasan adalah keadaan emosi negatif yang ditandai dengan firasat dan tanda-tanda ketegangan somatik, seperti jantung berdebar kencang, berkeringat, dan mengalami kesulitan bernapas.

Munculnya kecemasan ditandai dengan adanya gejala-gejala diantaranya berupa gejala fisik (perubahan yang dramatis pada tingkah laku, gelisah atau tidak tenang dan sulit tidur) dan gejala psikis (gangguan perhatian dan konsentrasi dan perubahan emosi).

Kecemasan tidak dapat dihindarkan dari kehidupan individu dalam memelihara keseimbangan. Pengalaman cemas seseorang tidak sama pada beberapa situasi dan hubungan interpersonal. Hal yang dapat menimbulkan kecemasan biasanya bersumber dari:

1.  Ancaman integritas biologi meliputi ganguan terhadapvkebutuhan dasar makan, minum kehangatan, sexs

2.  Ancaman terhadap keselamatan diri :

  • tidak menemukan intregitas diri
  • tidak menemukan status dan prestise
  • tidak memperoleh pengakuan dari orang lain
  • ketidaksesuaian pandangan diri dengan lingkungan nyata

 

B. TINGKAT KECEMASAN

      Menurut peplau ad empat tingkat kecemasan yang dialami oleh individu yaitu ringan, sedang, berat dan panik.

1. Kecemasan ringan: ansietas ini menyebabkan individu menjadi waspada dan meningkatkan lapang presepsinya yang memungkinkan orang tersebut mempelajari perilaku baru dan memecahkan masalah. Ansietas ini dapat memotivasi belajar dan menghasilkan pertumbuhan serta kreativitas. Contohnya:

  • Seseorang yang menghadapi ujian akhir.
  • Pasangan dewasa yang memasuki jenjang pernikahan.
  • Individu yang akan melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi

2. Kecemasan sedang: Memungkinkan individu untuk berfokus pada hal yang penting dan mengesampingkan yang lain. Ansietas ini mempersempit lapang persepsi individu. Orang dapat mempelajari perilaku baru atau memecahkan masalah hanya dengan bantuan orang lain. Contohnya :

  • . Pasangan suami istri yang menghadapi kelahiran bayi pertama dengan resiko tinggi.
  • . Keluarga yang menghadapiperpecahan (berantakan).
  • . Individu yang mengalami konflik dalam pekerjaan

3. Kecemasan berat: Melibatkan perasaan takut dan tertekan (teror). Sangat mengurangi lapang persepsi individu. Cenderung berfokus pada sesuatu yang rinci dan spesifik serta tidak berpikir tentang hal lain. Individu memerlukan banyak arahan untuk berfokus pada area lain. Contohnya :

  • . Individu yang kehilangan harta benda dan orang yang dicintai karna bencana alam.
  • . Individu dalam penyanderaan.

4. Panik: menyebabkan hilangnya pemikiran rasional, delusi, halusinasi, dan ketidakmampuan fisik serta kebisuan. Mengalami kehilangan kendali, individu yang mengalami panik tidak mampu melakukan sesuatu walaupun dengan arahan. Panik mencakup disorganisasi kepribadian dan menimbulkan peningkatan aktivitas motorik, menurunnya kemampuan berhubungan dengan orang lain, persepsi yang menyimpang, dan kehilangan pemikiran yang rasional. Contohnya : individu dengan kepribadian pecah/depersonalisasi.

C. TEORI KECEMASAN

1. TEORI PSIKOANALITIK

Menurut freud, kecemasan timbul akibat reaksi fsikologis individu terhadap ketidakmampuan mencapai orgasme dalam hubungan sexsual. Energi sexsual yang tidak terekspresikan akan mengakibatkan rasa cemas. Kecemasan dapat timbul secara otomatis akibat dari stimulus internal dan eksternal yang  berlebihan,sehinga melampaui kemampuan individu untuk menanganinya. Ada dua kecemasan, yaitu :1. Kecemasan primer (Kejadian traumatic yang diawali saat bayi akibat adanya stimulasi tiba-tiba dan trauma pada saat persalinan, kemudian berlanjut dengan kemungkinan tidak tercapainya rasa puas akibat kelaparan atau kehausan. Penyebab kecemasan primer adalah keadaan ketegangan atau dorongan yang diakibatkan oleh factor external.)2. Kecemasan subsekuen(Sejalan dengan peningkatan ego dan usia, freud melihat ada jenis kecemasan lain akibat konflik emosi di antara dua elemen kepribadian yaitu id dan superego. Freudmejelaskan bila terjadi kecemasan maka posisi ego sebagai pengembang id dan superego berada pada posisi bahaya)

2. TEORI INTERPEROSNAL

Sullipan mengemukakan bahwa kecemasa timbul akibat ketidakmampuanuntuk berhubungan interpersonal dan sebagai akibat penolakan. Kecemasan dapat dirasakan jika individu mempunyai kepekaan lingkungan. Kecemasn pertama kali ditentukan oleh hubungan ibu dan anak pada awal kehidupan nya, bayi berespons seolah-olah ia dan ibu nya adalah satu unit. Dengan bertambah usia, anak melihat ketidaknyamanan yang timbul akibat tindakannya sendiri dan diyakini bahwa ibunya setuju atau tidak setuju dengan prilaku itu.

Adanya trauma seperti perpisahan dengan orang berarti atau kehilangan dapat menimbulkan kecemasan individu. Kecemasan yang timbul pada masa berikutnya muncul saat individu mempersepsikan bahwa ia akan kehilangan orang yang dicintainya. Harag diri seseorang adalah faktor penting yang berhubungan dengan kecemasan.

3. TEORI PERILAKU 

Teori perilaku menyatakan bahwa kecemasan disebabkan oleh stimuli lingkungan spesifik. Pola berpikir yang salah, terdistorsi, atau tidak produktif dapat mendahului atau menyertai perilaku maladaptive dan gangguan emosional. Kecemasan dapat juga muncul melalui konflik antara dua pilihan yang saling berlawanan dan individu harus memilih salah satu .Konflik muncul dari dua kecenderungan yaitu approach dan avoidance. Approach merupakan kecenderungan untuk melakukan atau menggerakkan sesuatu. Avoidance adalah kebalikannya, tidak melakukan atau menggerakkan sesuatu.

4. TEORI KELUARGA

Studi pada keluarga dan epidemiologi memperlihatkan bahwa kecemasan selalu ada pada tiap-tiap keluarga dalam berbagai bentuk dan sifatnya heterogen

5. TEORI BIOLOGIK

Otak memiliki reseptor khusus terhadap benzodiazepine, reseptor tersebut berpungsi membantu regulasi kecemasan. Regulasi tersebut berhubungan dengan aktivitas neurotransmitter gamma amino butyric acid (GABA) yang mengontrol aktivitas neuron dibagian otak yang bertanggung jawab menghasilkan kecemasan. Teori ini menjelaskan bahwa individu yang sering mengalami kecemasan,mempunyai masalah dengan neurotransmiter ini. Mekanisme koping juga dapat terganggu karena pengaruh toksik, defisiensi nutrisi, menurunnya suplai darah, perubahan hormone dan sebab fisik lainnya. Kelelahan dapat meningkatkan iritabilitas dan perasaan cemas.


D. REAKSI KECEMASAN

Kecemasan dapat menimbulkan reaksi konstruktif maupun destruktif bagi individu

1. Konstruktif. Individu termotivasi untuk belajar mengadakan perubahan terutama perubahan terhadap perasaan tidak nyaman dan terfokus pada kelangsungan hidup. Contohnya: individu yang melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karna akan dipromosikan naik jabatan.

2. Destruktif. Individu bertingkah laku maladaptive dan disfungsional. Contohnya: individu menghindari kontak dengan orang lain atau mengurung diri, tidak mau mengurus diri,tidak mau makan.

E. MEKANISME KOPING

1. MENYERANG: dengan menyerang yang dimaksudkan untuk memuaskan kebutuhannya.terdapat pola yang konstruktif berupa memecahkan masalah secara efektif dann pola destruktif berupa sangat marah dan bermusuhan

2. MENARIK DIRI :respon secara fisik dengan menjauhi sumber stress dan secara psikologis dengan apatis merasa kalah.bila klien menarik diri dan menganggiiu kemampuannya untuk bekerja maka mekanisme ini bersifat destruktif.

3. KOMPROMI : bila dengan menyerangdan menarik diri tidak berhasil dapat digunakan mekanisme koping kompromi dengan cara mengubah cara bekerja atau cara penyelesaian,mengganti tujuan atau mengorbankan salah satu kebutuhan pribadi.koping ini bersifat konstruktif.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone