Mohon tunggu...
EVRIDUS MANGUNG
EVRIDUS MANGUNG Mohon Tunggu... Guru - Pencari Makna

Berjalan terus karena masih diijinkan untuk hidup. Sambil mengambil makna dari setiap cerita. Bisikkan padaku bila ada kata yang salah dalam perjalanan ini. Tetapi adakah kata yang salah? Ataukah pikiran kita yang membuat kata jadi serba salah?

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Lelaki Tua dan Malam

25 Januari 2023   21:46 Diperbarui: 25 Januari 2023   23:11 66
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Lelaki tua melukiskan kejadian malam dalam hening satu demi satu. Setiap gejolak batin dirasakan. Setiap keinginan diteliti dengan detail. Setiap pergerakan pikiran disadari. Ada sejumlah tanya yang terlempar keluar dari dalam benak. Lantas berserakan di atas meja.

Pertanyaan-pertanyaan itu diambilnya. Pada malam ditanyakan. Sayang, belum semua pertanyaan terjawab. Lelaki tua berhenti sejenak dengan pergulatan dirinya.

Lelaki tua bertanya apakah aku seperti burung malam terus mengetuk gelapnya malam dengan nyanyian syahdu? Atau mesti mengepak sayap untuk mencari makanan dalam kegelapan nasib yang tidak menentu? Atau seperti jangkrik terus merayakan kegembiraan betapa nikmat dan gurihnya hidup ini?

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone