Mohon tunggu...
Efwe
Efwe Mohon Tunggu... Administrasi - Officer yang Menulis

Penikmat Aksara, Ekonomi, Politik, dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Industri Film Global 2022 Mendekati Angka Rp. 2.000 Triliun

22 Januari 2023   17:09 Diperbarui: 22 Januari 2023   17:11 184
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Film merupakan bagian dari seni yang dalam prosesnya memiliki kompleksitas tinggi lantaran karya audio visual ini melibatkan begitu banyak elemen lintas keilmuan, mulai dari akting para aktornya, musik yang menjadi latarnya, penulisan ceritanya, teknologi pembuatan, bahkan hingga disiplin ilmu ekonomi untuk proses budgeting dan pemasarannya.

Oleh sebab itu, film sejak awal keberadaannya kurang lebih 100 tahun lalu sudah diarahkan menjadi sebuah industri yang nilainya terus menggelembung seiring waktu.

Menurut situs Variety.com, mengutip hasil penelitian lembaga riset Gower Street Analytic untuk tahun 2022, pendapatan global dari industri film Hollywood di luar industri streaming, mencapai US$ 25,9 miliar atau Rp. 401,45 triliun.

Angka ini naik 27 persen dibandingkan tahun 2021, meskipun masih 35 persen di bawah pendapatan masa sebelum pandemi Covid-19 terjadi, antara tahun 2017-2019.

Di luar India, pasar industri film terbesar adalah China, kemudian berturut-turut Amerika Utara, Eropa, Asia Pasifik di luar China dan India, serta kawasan Timur Tengah dan Afrika.

Belum pulihnya industri film Hollywood sscara global menurut sejumlah pengamat perfilman internasional lantaran studio-studio film Hollywood seperti Universal, Disney, Paramount Pictures, Sony Pictures dan lainnya, kekurangan film-film blockbuster yang mampu men-genarate pendapatan mereka.

Hanya 3 film yang dirilis pada tahun 2022 memiliki pendapatan di atas US$ 1 miliar, yakni 3 film sequel, Top Gun yang dibintangi Tom Cruise, Top Gun : Maverick, Avatar : The Way of Water sequel dari film The Avatar dan Jurrasic World Dominion, Franchise movie dari Jurrasic Park.

Pada masa sebelum Covid-19, tak kurang dari 9 film yang masuk ke dalam kelompok "US$ 1 billion klub" yang kebanyakan merupakan produksi dari Disney Picture.

Selain kekurangan pasokan film blockbuster, penyebab lain menurunnya pendapatan industri film "konvensional"  Hollywood, lantaran disrupsi teknologi digital dan internet dengan tontonan streamingnya.

Pandemi mengubah gaya hidup orang termasuk dalam hal menikmati tayangan film. Layanan menonton lewat saluran OTT melonjak tajam.

Layanan streaming seperti Netflix, Amazon Prime,  Apple TV, VIU, HBO dan beberapa nam lainnya belakangan memang menjadi pilihan karena sejumlah alasan seperti kepraktisan dan biaya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone