Mohon tunggu...
Firman Wahono
Firman Wahono Mohon Tunggu... Guru - Guru

Saya adalah seorang guru di SMP Negeri 4 Ambarawa, saya memiliki hobi membaca. Bacaan yang seringa saya baca tentang berita bola. Jadi olahraga kesukaan saya adalah bermain bola.

Selanjutnya

Tutup

Hobby

Waktu Tersingkat Menulis Buku Mayor

25 Januari 2023   16:31 Diperbarui: 25 Januari 2023   16:42 71
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Moderator       : Aam Nurhasanah.

Narasumber   : Prof. Richardus Eko Indrajit.

Tema                 : Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu

Assalamualaikum Wr.Wb. salam literasi bapak/ibu semuanya, salam sehat dan salam bahagia selalu. Kali ini, saya akan berbagi informasi materi pada pertemuan ke-6 dalam pelatihan KBMN Angkatan 28 dengan tema "Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu". Dimana sebagai moderator adalah Ibu Aam Nurhasanah dan narasumber adalah Prof. Richardus Eko Indrajit.

Bagi pembaca sekalian, dikalangan tertentu mungkin sudah mengenal istilah buku mayor namun dilain sisi belum mengenal buku mayor. Istilah buku mayor ini sebenarnya adalah buku yang diterbitkan oleh penerbit mayor dengan ketentuan dari segi jumlah cetakan biasanya buku dicetak secara massal, cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual ke toko-toko buku, dalam pemilihan naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah, penerbit tentu yang profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka, waktu terbit umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan, jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga sampai bertahun-tahun, biaya penerbitan gratis dan kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Jadi kalai kita simpulkan bahwasanya buku mayor itu adalah buku yang dicetak secara massal oleh penerbit mayor dengan royalti yang diberikan sesuai ketentuan penerbit.

Jadi beruntung sekali, pada pertemuan ini, saya akan membagikan materi dari narasumber yang sangat kompeten yang akan berbagi pengalaman selama menulis dengan harapan peserta dan pembaca sekalian dapat menghasilkan buku mayor selama dua minggu. Waktu tersebut adalah waktu tersingkat bagi para penulis untuk menerbitkan buku mayor. Penasaran bukan? Baiklah, saya perkenalkan terlebih dahulu, narasumber bernama Prof. Richardus Eko Indrajit. Beliau adalah seorang penulis besar yang bisa mengantarkan mimpi kita menuju penerbit mayor. Pembaca sekalian dapat melihat profil lengkap beliau, termasuk karya yang dihasilkan, riwayat pendidikan, dan banyak sekali prestasi yang dapat kita jadikan teladan. Maka bisa melihat di alamat web linknya adalah https://id.m.wikipedia.org/wiki/Richardus_Eko_Indrajit.

Setelah melihat profil beliau, kami sampaikan pengamalan beliau menjadi penulis. Beliau selama menjadi penulis telah menghasilkan buku mayor, yaitu karya tulis yang diterbitkan oleh penerbit nasional kurang lebh 121 buku mayor semenjak beliau selesai kuliah dan artikel kurang lebih 623 artikel baik dalam bahasa Indonesia maupun Inggris. Beliau memang sudah senang menulis semenjak Sekolah Dasar. Namun tulisan pertama beliau baru diterbitkan majalah ketika duduk di bangku SMP. Beliau begitu senang menulis karena ingin membagi ide, pemikiran, gagasan, dan cerita kepada orang lain. Berangkat dari keinginan tersebut lama-lama jadi ketagihan menulis. Kegemaran beliau menulis dibarengi dengan senang membaca banyak buku dan menonton televisi (dulu belum ada internet). Berrkat kegemaran tersebut, membuat beliau semakin tinggi keinginan untuk menulis.

Buku Mayor pertama beliau terbit adalah di tahun 2000, yaitu dua tahun setelah krisis dan reformasi. Sepuluh buku pertama beliau berisi tentang bunga rampai. Setiap buku terdiri dari 50 artikel. Setiap artikel berisi ringkasan SATU TOPIK yang sedang menjadi trend pada saat itu. Beliau sendiri, tidak menduga ketika begitu banyak oraang yang membelinya. Sampai akhirnya jadi ketagihan menulis.

Motivasi menulis beliau semakin meningkat lebih besar lagi ketika pada saat itu, banyaknya SMS (dulu belum ada WA) yang masuk ke nomor hp beliau yang mengucapkan terima kasih atas buku yang beliau buat. Tentu saja hal tersebut, membesarkan hatinya dan beliau merasa hidupnya begitu berguna untuk orang lain. Berkat SMS tersebut, beliau merasa begitulah pentingnya menulis nomor handphone di setiap buku yang beliau tulis.

Ketika tanggal 16 Maret 2020 semua guru dan siswa harus belajar dari rumah, beliau memutuskan untuk menjadi youtuber. Setiap hari beliau membuat satu youtube, yang isinya hal-hal berkaitan dengan PJJ (karena sedang menjadi pembicaraan nasional). Beliau membuat youtube dengan judul aneh-aneh, seperti gamification, flipped classroom, collaborative learning, metaverse, IOT, big data, dan lain sebagainya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone