Mohon tunggu...
Galih Tri Hartadi
Galih Tri Hartadi Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Pendidikan Ekonomi - Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA

Saya suka konten kegiatan kemanusiaan, ekonomi sosial, pendidikan, dan olahraga sepakbola

Selanjutnya

Tutup

Sosok

Pemberian Modal Usaha Untuk Membangkitkan Kembali Usaha Donat Ibu Shinta Pasca Pandemi

18 Januari 2023   09:23 Diperbarui: 18 Januari 2023   09:34 157
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kemiskinan merupakan masalah besar bagi Negara Indonesia Seperti yang diketahui bahwa Indonesia memiliki sebanyak 26,36 juta penduduk miskin per September 2022 dari 275.361.267 jiwa penduduk per Juni 2022, besar kemungkinan hal tersebut ditambah karena adanya pandemi covid yang terjadi pada Negara Indonesia. Dengan adanya virus covid sangat memberikan dampak merugikan bagi masyarakat Indonesia karena pada saat itu Pembatasan Sosial Ekonomi Masyarakat dilakukan pastinya dengan begitu masyarakat kesulitan dalam berkegiatan ekonomi ditambah biaya pokok untuk bahan pangan melonjak pada saat itu. Tentu hal itu mesti diatasi secara bersama-sama baik pemerintah Indonesia maupun masyarakat Indonesia. Dengan semangat itu Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) menghadirkan program pemberdayaan keluarga pada mata kuliah kemuhammadiyahan untuk memangkas angka kemiskinan yang terjadi di Indonesia.

Maka dari itu kami Mahasiswa UHAMKA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prodi Pendidikan Ekonomi yang beranggotakan : 1) Galih Tri Hartadi, 2) Muhammad Faisal R, dan 3) Reza Fadhlika berkolaborasi dengan Dosen Mata Kuliah Kemuhammadiyahan yaitu Pak Amirullah, S.Pd. I, M.A untuk mengadakan kegiatan pemberdayaan keluarga dengan semangan memangkas angka kemiskinan yang terjadi di Indonesia.

Bantuan Pemberdayaan Keluarga tersebut dilaksanakan di daerah Kampung. Pawarengan tanggul irigasi, Rt/Rw. 005/009, Desa. Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang. Tepatnya di tempat kediaman (tempat tinggal) bu ela.

Keluarga bu shinta permatasari atau biasa disebut bu ela merupakan keluarga yang bisa dibilang keluarga yang kurang sejahtera. Keluarga bu ela bertempat tinggal di lokasi dekat tanggul irigasi, tanah rumah bu ela bukan milik pribadi melainkan milik pemerintah, artinya apabila sewaktu-waktu pemerintah membutuhkan tanah tersebut untuk perluasan tanggul irigasi bisa jadi rumah bu ela akan di gusur dan tentu nya hal tersebut sangat memprihatinkan. Selain itu bukan hanya status tanah yang memprihatinkan tetapi juga kondisi dari rumah bu ela, ketika kami ke rumah bu ela situasi atau kondisi rumah nya sangat rawan apabila badai hujan terjadi hal itu karena bahan dari pembuatan rumah hanya terbuat dari tembok kayu sederhana ditambal dengan karung, lantainya hanya menggunakan terpal yang sedikit usang.

Bu ela tinggal bersama suami beserta tiga anak nya yang masih kecil dan sangat membutuhkan perhatian pendidikan dari orangtua nya. Suami bu ela atau pak sahrudin sebagai kepala keluarga bisa menafkahi keluarga nya walaupun pekerjaan nya bisa dibilang serabutan, beliau pak sahrudin bisa bekerja sebagai buruh traktor (bekerja musiman) juga bisa bekerja buruh bangunan bila ada panggilan (seperti: membenarkan genteng tetangga) atau pekerjaan yang halal lainnya. Pemasukan atau penghasilan Pak Sahrudin paling besar Rp. 50.000,- per hari. 

Penghasilan tersebut bisa dibilang kurang mencukupi untuk menghidupi istri dan ketiga anaknya yang masih kecil. Ibu Shinta bercerita kepada kami bahwa satu keluarga kadang hanya makan dua kali sehari bahkan pernah satu kali sehari. Di samping itu, Ibu shinta pernah menjalani usaha donat, namun ketika pandemi covid-19 dan anak ketiga lahir Ibu Shinta tidak bisa melanjutkan usaha nya karena terkendala dana. Hingga saat ini beliau hanya lah seorang ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan.

Dalam membantu keluarga Bu Ela, Kelompok kami mengadakan penggalangan dana dengan membuat proposal dan phamflet yang di sebar melalui media sosial milik kami. Selama pelaksanaan penggalangan dana atau fundraising, alhamdulillaah kami berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp1.127.000 dalam kurang lebih 1 bulan.

Dalam melakukan kegiatan ini kelompok kami turun sebanyak dua kali. Yang pertama pada tanggal 23 Oktober 2022 untuk mewawancara keluarga Bu Ela. Kemudian setelah  dana telah terkumpul, pada tanggal 07 Januari 2023 kami turun untuk kami menyalurkan langsung modal usaha sebanyak Rp697.000 kepada Bu Ela berupa bahan-bahan pembuatan donat, tujuan nya untuk membangkitkan usaha donat Bu Ela yang sebelumnya pernah dilakukan sebelum pandemi dan akhirnya tidak melanjutkan usaha tersebut karena maraknya pandemi covid pada saat itu, selain itu kami juga memberikan bantuan kebutuhan pangan (sembako) sebanyak Rp269.000 untuk kebutuhan keluarga Bu Ela sehari -- hari dan sedikit uang tunai yaitu sebanyak Rp200.000 untuk biaya tak terduga dalam menjalankan usaha donat nya. Keluarga Bu Ela sangat-sangat mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman yang sudah terlibat untuk membantu perekonomiannya. dengan adanya program pemberdayaan keluarga yang dilaksanakan oleh mahasiswa FKIP UHAMKA yang berkolaborasi dengan dosen diharapkan agar nantinya perekonomian Ibu Ela bisa membaik.

Kami selaku tim pelaksana juga mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman yang telah berpartisipasi dengan cara berdonasi untuk membantu Bu Ela, tidak lupa juga kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Amirullah selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Kemuhammadiyahan yang telah menjadi Pembimbing kami dalam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan keluarga ini sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar sesuai sebagaimana pada semestinya. Kami berharap semoga apa yang kami lakukan ini pada program pemberdayaan dapat memberikan dampak positif kepada Keluarga Bu Ela. Semoga yang terlibat dalam program ini Allah dapat memberikan keberkahan serta membalas kebaikan teman -- teman semua, Aamiin.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosok Selengkapnya
Lihat Sosok Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone