Mohon tunggu...
Intanida Nabila
Intanida Nabila Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa di kampus Yogya

saya mahasiswa fisioterapi semester 3

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Hubungan Lama Durasi Bermain Game Online dengan Resiko Terkena Neck Pain

26 Januari 2023   00:44 Diperbarui: 26 Januari 2023   00:47 47
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

Di zaman modern ini seluruh kegiatan manusia dipermudah dengan adanya teknologi yang serba canggih. Termasuk untuk mengisi kebosanan atau mendapatkan hiburan, kita disuguhkan dengan game online. Game online merupakan bentuk permainan yang menggunakan media elektronik seperti gawai, laptop, dan sebagainya. Bermain game online merupakan hal yang digemari oleh berbagai kalangan, dari anak-anak hingga dewasa. Akan tetapi, seperti kata pepatah segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, maka termasuk juga dalam bermain game online ini. Ada dari kita yang bisa menghabiskan waktunya hanya untuk bermain game online selama berjam-jam. Selain waktu yang terbuang sia-sia, jika berlebihan bermain game online bisa berdampak negatif bagi kesehatan.

Dampak bagi kesehatan bisa dilihat dari sudut pandang ergonomi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ergonomi merupakan penyerasian antara pekerja, jenis pekerjaan, dan lingkungan. Sikap kerja yang tidak ergonomis dalam waktu lama menyebabkan kelelahan otot. Kondisi tersebut dapat menyebabkan aliran darah terganggu yang menstimulasi terjadinya metabolisme anaerobik, sehingga terjadi penimbunan asam laktat yang dapat menimbulkan nyeri ataupun kerusakan otot, sendi, ligamen pada leher, dan sakit kepala.

Postur badan pada orang yang bermain game online biasanya tidak ergonomi. Mereka biasanya bermain game dalam posisi berbaring, tengkurap, maupun duduk dengan kepala menunduk terlalu lama. Posisi menunduk terlalu lama tersebut bisa mengakibatkan seseorang mengalami neck pain. Neck pain (nyeri leher) merupakan sensasi tidak nyaman di sekitar leher yang sering dikeluhkan dan menjadi alasan pasien untuk datang berobat ke dokter. Menurut The Global Burn of Disease Study tahun 2015, lebih dari 500 juta orang di dunia menderita nyeri punggung bawah dan juga lebih dari 250 juta orang di dunia menderita nyeri leher selama lebih dari 3 bulan. Nyeri punggung bawah dan nyeri leher merupakan penyebab utama disabilitas dari kehidupan orang di hampir seluruh dunia dan dalam semua kelompok umur.

Penggunaan komputer dan gawai dalam posisi yang konstan meningkatkan tonus otot pengguna dan juga meningkatkan resiko nyeri atau ketidaknyamanan otot. Gerakan berulang statis pengguna dapat mengurangi sirkulasi darah, mencegah nutrisi menuju otot, dan menyebabkan sedikit kelelahan dan rasa sakit. Gejala dapat berupa kelelahan dan rasa sakit pada leher, bahu, lengan, pergelangan tangan, punggung tangan, dan jari-jari. Berdasarkan sebuah penelitian, semakin tinggi sudut fleksi atau gerakan menunduk pada leher maka semakin tinggi pula keluhan neck pain yang dirasakan. Postur fleksi pada leher dapat menyebabkan peningkatan momen beban gravitasi pada tulang belakang leher yang dapat menyebabkan ketegangan pada otot leher. Keluhan neck pain ini jika dihiraukan dapat menimbulkan kerugian seperti rasa tidak nyaman untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Neck  pain  pada  pengguna  gawai   dapat  disebabkan   oleh   banyak   faktor   salah   satunya intensitas  penggunaan  gawai  yang  memengaruhi  lamanya posisi fleksi pada otot leher. Penelitian yang dilakukan oleh Straker, et al menunjukkan pria dengan penggunaan komputer 14-21  jam  per  minggu  memiliki  posisi 3  lebih  fleksi  pada  leher  dibandingkan  dengan  pria yang  tidak  menggunakan  komputer,  sedangkan  pria  yang  menggunakan  komputer  lebih  dari  21  jam  per  minggu  memiliki  posisi 4.5 lebih  fleksi pada leher.

Cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi neck pain adalah dengan melakukan peregangan atau stretching dengan menundukakan dan mengangkat kepala ke atas selama 10 detik, juga bisa melakukan stretching dengan meletakan tangan di atas kepala dan regangkan leher ke samping secara perlahan. Hitung sampai 20 kali. Stretching ini bermanfaat untuk meningkatkan fleksibilitas otot di area leher.

Saat melakukan aktivitas pun, dianjurkan untuk beristirahat agar otot kita tidak berkontaksi secara terus-menerus karena akan menyebabkan otot tersebut terasa nyeri. Gunakan posisi yang ergonomi agar tidak berpeluang menyebabkan sakit yang lebih parah di kemudian hari.

Daftar Pustaka :

Ratna Mella As-Syifa, R. M. (2020). Hubungan Antara Sikap Kerja Terhadap Kejadian Neck Pain Pada Penjahit Di Daerah Kuanino Kota Kupang. Cendana Medical Journal.

Hurwitz EL, Randhawa K, Yu H, Ct P, Haldeman S. The Global Spine Care Initiative: a summary of the global burden of low back and neck pain studies. European Spine Journal. 2018 Sep 1;27(6):796-801.

Hurwitz, E.L., Randhawa, K., Torres, P. et al. The Global Spine Care Initiative: a systematic review of individual and community-based burden of spinal disorders in rural populations in low- and middle-income communities. Eur Spine J (2018) 27(Suppl 6): 802.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone