Mohon tunggu...
Jihan Lutfiyah
Jihan Lutfiyah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Ilmu Politik

sebuah usaha mengabadikan buah pikir dan perasaan agar tak lekang tergerus keadaan

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur

Pemanfaatan Media Sosial dalam Merintis Usaha

23 Januari 2023   05:18 Diperbarui: 23 Januari 2023   05:25 50
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Entrepreneur. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcomp

Minggu, 22 Januari 2023, Presidium Forhati Nasional, Jamilah Abdul Gani, menjadi salah satu pemateri pada Latihan Khusus Kohati (LKK) Kota Cirebon 2023 dengan tema materi yaitu "Optimalisasi Peran Perempuan sebagai Enterpreneur di Era Disrupsi".

Ledakan partisipasi politik di ruang publik membawa dampak yang positif terhadap masyarakat, khususnya membuka ruang inovasi, kreasi, dan lain sebagainya. Inovasi dan kreasi tersebut tentu memiliki dampak bagi kemajuan perempuan itu sendiri.

Jamilah mengatakan bahwa saat ini, hampir seluruh pebisnis atau mereka yang berjualan memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan barang dagangannya.

Keterbukaan serta kebebasan media sosial dapat dikatakan seperti satu di antara dua bilah mata pisau, sebab keterbukaan tersebut membuat sosialisasi dan promosi jadi mudah dilakukan, mudah dalam pencarian referensi, serta tidak butuh tenaga sebanyak kita memasarkan dagangan kita dari satu pintu ke pintu lain. Namun, keterbukaan dan kebebasan media sosial juga dapat menimbulkan masalah, di antaranya yaitu:
1. Perebutan sumber daya atau modal
2. Penguasaan akses produksi

Kedua hal tersebut menjadi penghambat bagi kekuatan potensi perempuan di dunia usaha. Meskipun demikian, hambatan tersebut dapat kita lawan dengan semangat optimisme yang dimiliki.

"Ketika kita yakin dan percaya bahwa kita mampu menjadi seorang yang kita impikan, maka apa yang kita jalani akan terasa ringan." Pungkas Jamilah

Jamilah menekankan bahwa pemanfaatan teknologi secara masif dapat memudahkan kita dalam mempromosikan apa yang kita jual. Mayoritas perempuan juga memiliki nilai estetika yang lebih rapih dibandingkan laki-laki. Pengikut (followers) perempuan yang banyak juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan kembali barang daganyannya.

Sebagai seorang pengusaha peoperti, Jamilah juga membagikan ceritanya, yaitu ia pernah mengalami keterpurukan dan menjual satu-satunya rumah yang dimiliki. Selain itu, pada masa Pandemi Covid-19 ia juga tidak memecat satupun karyawannya meskipn kantornya sedang ditutup. Hal itu ia niatkan semata-mata untuk beribadah kepada Allah.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone