Mohon tunggu...
KKM177 abhiseva
KKM177 abhiseva Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Mengabdi

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Kuliah Kerja Mahasiswa 177 (UIN Malang): Mengikuti Pelatihan Pembuatan Carang Mas

25 Januari 2023   23:20 Diperbarui: 25 Januari 2023   23:21 41
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang merupakan sebuah desa yang memiliki berbagai potensi di segala bidang, terutama dalam bidang usaha makanan dan home industry. Kelompok 177 dan 178 KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dalam melakukan upaya pemberdayaan UMKM yakni  dengan mengikuti sebuah pelatihan pembuatan Carang Mas di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Kegiatan pelatihan ini dilakukan pada tanggal 26 Desember 2022 hingga 31 Desember 2022 dan bertempat di rumah produksi "Carang Mas Massabill". Pada pelatihan kali ini, diajarkan beberapa komponen penting terkait proses produksi dan proses pengemasan carang mas.

Carang Mas merupakan salah satu makanan yang sering ditemukan di Desa Sananrejo. Makanan ini memiliki cita rasa yang khas, yakni rasa gurih, manis, dan sangat renyah. Memiliki warna kekuning-kuningan dan berbentuk seperti bola. Bahan dasar pembuatan carang mas sangatlah mudah untuk di cari. Yakni ketela dan gula merah atau gula aren. Proses produksi dilakukan mulai jam 7 pagi hingga jam 6 sore. Dimulai dengan proses penyerutan ketela agar memiliki bentuk seperti mie, lalu proses penggorengan yang membutuhkan waktu kurang lebih 15-20 menit dan selama 2 kali diberikan gula merah cair, setelah itu proses pencetakan, dan yang terakhir adalah proses pengemasan.

"Carang Mas Massabil sudah berdiri selama 12 tahun. Dan pada setiap harinya, dapat memproduksi sekitar 300 kg carang mas". Ujar Bu Tutik selaku pemilik usaha Carang Mas Massabil.

Terdapat dua tempat untuk proses produksi carang mas ini. Carang mas ini selain untuk konsumsi sehari-hari juga sering digunakan sebagai souvenir acara. Karena memiliki bentuk packaging yang dapat digunakan untuk dijadikan buah tangan. Kemasan atau packaging yang digunakan sangatlah bervariasi. Ada beberapa kemasan dan jumlah yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Setiap kemasan memiliki range harga yang berbeda. Tetapi, masih sangat "worth it to buy" karena tidak membuat kantong kering. Penjualan carang mas "Massabil"pun dilakukan secara mandiri "di rumah" dan didistribusikan ke beberapa toko.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone