Mohon tunggu...
Widiyatmoko
Widiyatmoko Mohon Tunggu... Wiraswasta - Aerophile | Aviation Enthusiast

The skies may be between places but the sea is always home to me.

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Penerbangan Perintis sebagai Penggerak Roda Perekonomian Daerah Terpencil

25 Januari 2023   12:46 Diperbarui: 26 Januari 2023   13:11 487
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Beberapa hari yang lalu ada satu berita di KOMPAS.com (23/1/23) yang sangat menyentuh, yaitu berita mengenai masyarakat di Beoga yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu dan anak-anak Papua membantu proses evakuasi pesawat yang tergelincir tanpa diberi komando, sebelumnya video mengenai ini juga sempat viral.

Adapun pesawat yang tergelincir pada tanggal 23 Januari 2023 yang lalu adalah pesawat de Havilland (sekarang Viking Air) DHC-6 300 Twin Otter, yang sudah teruji ketangguhannya dalam melakukan penerbangan ke daerah daerah terpencil serta dapat beroperasi pada landasan pacu yang pendek.

Sskilas pemandangan ini menggambarkan masyarakat yang sedang bergotong-royong namun bila kita mencoba untuk membayangkan kita berada dan menetap di Beoga, makna dari aksi gotong royong tersebut bukan hanya berdasarkan kebiasaan dalam kehidupan kita dan spontanitas semata.

Sekilas pula penerbangan yang dilayani oleh pesawat nahas itu sama dengan penerbangan berjadwal lainnya. Akan tetapi jika kita meihat daerah tujuan penerbangan ini tidaklah sama dengan penerbangan berjadwal lainnya, terutama dalam hal penanganan keamanan dan keselamatan untuk memastikan kelancaran lalu lintas orang dan barang.

Penerbangan ke daerah daerah terpencil seperti yang dilayani oleh pesawat nahas tersebut kita kenal dengan penerbangan perintis.

Penerbangan perintis sama pentingnya dengan penerbangan sipil berjadwal lainnya. Akan tetapi fokus tujuan penerbangannya yang berbeda, di mana penerbangan perintis berfokus pada daerah tujuan yang sulit atau tidak dapat dijangkau oleh moda transportasi lainnya.

Faktor keamanan di sekitar lapangan terbang, misalnya, di mana pergerakan pesawat bukan hanya di darat melainkan di udara saat akan takeoff dan landing memerlukan pengamanan untuk memastikan keamanan dan keselamatan pesawat beserta penumpang dan muatan barang dalam keadaan selamat setiap waktu.

Penduduk di Beoga sangat membutuhkan dan bahkan dapat dikatakan menggantungkan kehidupan sehari-harinya pada transportasi udara, baik untuk penumpang maupun barang.

Pesawat bukan hanya sekadar sebagai alat transportasi saja tetapi juga sebagai penghubung mereka dengan teman, sahabat dan sanak keluarga yang tinggal di daerah lain.

Mereka tidak berada di daerah layaknya pasar maupun toko kelontongan yang lengkap dengan barang dagangannya dan hanya berjarak beberapa langkah kaki saja. Di sana, butuh ribuan atau bahkan ratusan ribu langkah dan itu hanya dapat dipercepat waktu tempuhnya lewat angkutan udara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone