Mohon tunggu...
LATHIFIA AZIZAH
LATHIFIA AZIZAH Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan

hi, semoga membantu!

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pengaruh Gadget dan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Anak Usia Dini di Era Modern

26 Januari 2023   09:02 Diperbarui: 26 Januari 2023   09:09 115
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Oleh
Lathifia Azizah Jamik (2200002013) 

Email : [email protected]

Di Era Modern ini yang pastinya selalu berkaitan dengan adanya teknologi https://www.kompasiana.com//lathifiajamik4612/63d1df1d4addee46d74f83d2/pengaruh-gadget-dan-pola-asuh-orang-tua-terhadap-perkembangan-anak-usia-dini-di-era-modern, karena teknologi https://www.kompasiana.com//lathifiajamik4612/63d1df1d4addee46d74f83d2/pengaruh-gadget-dan-pola-asuh-orang-tua-terhadap-perkembangan-anak-usia-dini-di-era-modern yang terus berkembang yang mencapai hingga ke era modern tersebut. Dengan adanya teknologi https://www.kompasiana.com//lathifiajamik4612/63d1df1d4addee46d74f83d2/pengaruh-gadget-dan-pola-asuh-orang-tua-terhadap-perkembangan-anak-usia-dini-di-era-modern, manusia bisa menggunakannya untuk berkomunikasi dan menyampaikan https://www.kompasiana.com//lathifiajamik4612/63d1df1d4addee46d74f83d2/pengaruh-gadget-dan-pola-asuh-orang-tua-terhadap-perkembangan-anak-usia-dini-di-era-modern.Salah satu jenis teknologi yang sudah mendunia dizaman sekarang atau era modern ini adalah gadget

Gadget merupakan suatu alat elektronik yang mempunyai layanan fitur atau aplikasi bervariasi, menarik, fleksibel dan interaktif yang membantu hidup manusia agar lebih praktis dalam bentuk teknologi, sehingga menjadi daya tarik dari kalangan orang dewasa, muda, remaja, bahkan anak anak. Mengenai penggunaan ideal gadget untuk anak anak ditegaskan pemaparan dari Akademi Dokter Anak Kanada bahwa anak usia 0-2 tahun tidak boleh terpapar oleh teknologi sama sekali, anak usia 3-5 tahun dibatasi menggunakan teknologi hanya satu jam perhari dan anak usia 6-18 tahun dibatasi 2 jam saja perhari. 

Menurut Rowan (Anggraeni, 2019) gadget yang sifatnya berkembang pesat sehingga penggunaan gadget yang melebihi batas waktu memiliki resiko terhadap kesehatan dan orang tua memiliki peran dalam mendampingi dan mengawasi penggunaan gadget sangat penting. Tetapi nyatanya di lapangan atau di realitanya penggunaan gadget pada anak anak tidak sesuai dengan batas waktu yang seharusnya dan peran orang tua yang kurang dalam pengawasan dan pendampingan tersebut yang menimbulkan resiko resiko yang ada.

Seharusnya anak anak yang terlahir di era modern atau yang dikenal dengan era digital ini memiliki banyak manfaat yang dapat dirasakan dari gadget, tetapi jika penggunaan gadget tersebut yang salah dan kurangnya pengkontrolan dari orang tua untuk anaknya bisa memberikan efek negatif, yang di mana masa anak usia dini adalah usia penting dalam kehidupan manusia karena proses maturasi kematangan otak 80% lebih dominan terjadi saat usia dini daripada usia dewasa yang hanya sisanya. Bahkan ada orang tua yang mulai mengenalkan gadget kepada anaknya sebelum mampu untuk berbicara dan membaca, tetapi ada juga orang tua yang memberikan tontonan yang mengedukasi atau berisi pembelajaran

 yang menarik dari gadget untuk anaknya namun harus dengan pengawasan dan waktu yang sesuai dengan umurnya. Bukan dengan memberikan tontonan dari gadget agar anak berhenti menangis, hal itu sering dilakukan orang tua yang akhirnya menjadikan anak ketagihan dan bisa sampai ketahap kecanduan.
Dampak gadget menjadi positif maupun negatif dapat dilihat dari penggunaan layar dan durasi yang digunakan untuk melihat layar, karena dapat berpengaruh terhadap otak korteks frontal yang memiliki efek yang hampir sama dengan kokain. (Anil & Shaik, 2019).
PENGARUH PENGGUNAAN GADGET
1. PENGARUH POSITIF
Penggunaan gadget pada anak usia dini memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan motorik dan kognitif anak, selain itu juga dapat digunakan untuk hiburan dan melatih jiwa bersaing anak (Sundus, 2017), yaitu :
1.) Pengaruh positif terhadap kemampuan motorik anak yaitu kemampuan motorik yang mempengaruhi otot-otot kecil seperti jari-jari anak yang dilatih saat bermain gawai.
2) Mengasah keterampilan kognitif anak terkait dengan kemampuan berpikir atau mengolah https://www.kompasiana.com//lathifiajamik4612/63d1df1d4addee46d74f83d2/pengaruh-gadget-dan-pola-asuh-orang-tua-terhadap-perkembangan-anak-usia-dini-di-era-modern, berpikir, mengingat, yang mempengaruhi saraf otak (Mardalena et al., 2020), menggunakan program atau video yang berisi latihan dan tantangan untuk anak-anak dapat membantu anak-anak melatih kemampuan kognitif, dan perangkat menarik perhatian anak, sehingga melatih kemampuan kognitif anak dengan bantuan perangkat untuk anak lebih mendidik.
3) Sebagai alat hiburan anak, perangkat memiliki banyak fungsi yang menarik, warna yang berbeda, efek suara, gambar yang menarik, yang sangat disukai anak-anak dalam aplikasi game atau video YouTube.
4) Latih daya saing anak dengan bantuan game di gadget. Ketika mereka memainkan permainan yang kompetitif dan melibatkan lebih dari satu orang, dia merasakan seperti apa kompetisi itu dan terbiasa dengan lingkungan yang kompetitif.
2. PENGARUH NEGATIF
Dijelaskan pengaruh negatif gawai (Sundus, 2017) yaitu kemampuan verbal, karakter, pembelajaran anak, gangguan konsentrasi bahkan dapat menyebabkan depresi.

 1.) Keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa pada anak mungkin hanya dapat merangkai satu atau dua kata secara bersamaan, anak dengan keterlambatan bicara dapat menggunakan kata atau kalimat tetapi mengalami kesulitan untuk memahaminya, anak belajar berbicara dan berbicara dengan berinteraksi dengan orang lain tetapi karena mereka menghabiskan lebih banyak waktu dalam di depan layar perangkat, mereka jarang berinteraksi dengan orang lain, yang menyebabkan kurangnya kemampuan bahasa anak-anak.
2.) Menghabiskan terlalu banyak waktu pada gadget membatasi waktu mereka untuk berinteraksi dan belajar dengan orang tua mereka, meskipun mereka perlu berinteraksi dengan orang tua mereka sehingga mereka dapat mempelajari banyak frasa baru dan mempelajari banyak hal tentang lingkungan mereka. gadget juga bisa membuat anak malas belajar.
3.) Attention Deficit Disorder atau lebih dikenal dengan ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity Disorder). Penggunaan gawai yang berlebihan tanpa pengawasan orang tua dapat menimbulkan masalah pada anak seperti sulit berkonsentrasi, masalah perilaku, gugup dan perubahan perilaku yang membuat anak sulit belajar (Setianingsih et al., 2018). Anak-anak yang kecanduan bermain gadget mungkin akan mudah gelisah dan mudah tersinggung, terutama ketika mereka diganggu saat bermain gadget atau ketika mereka tidak diperbolehkan menggunakan alat tersebut.
4.) Penggunaan gadget yang berlebihan dapat menimbulkan pengaruh negatif bagi anak seperti kurang sopan santun kepada orang tua, sering ditempatkan secara kasar, efek negatif terhadap karakter anak juga dapat terjadi karena anak melihat konten yang kurang baik, misalnya saat anak menonton video youtube orang lain menggunakan bahasa yang agak kasar, bukan bahasa yang baik dan kotor, yang kemudian dapat ditiru oleh anak dan merusak karakter anak dan terbawa ke kehidupan nyata hingga anak tersebut tumbuh dewasa nanti.
5) Pengaruh gadget berbahaya pada aspek mental dan psikologis anak, yang dapat menyebabkan depresi. Seringnya menggunakan perangkat yang berlebihan atau sudah ketergantungan dapat membuat pengguna khawatir akan ketiadaan perangkat.

POLA ASUH ORANG TUA

1. Pola Asuh Otoriter

 Pola asuh dengan cara membesarkan anak dengan kepemimpinan otoriter, yang berarti bahwa pemimpin menentukan semua praktik, langkah, dan tugas yang harus dilakukan. Cara menangani penggunaan perangkat oleh anak-anak ini diatur dan diawasi secara ketat, seringkali memaksa anak untuk berperilaku seperti yang diinginkan orang tuanya dan membatasi kebebasan mereka untuk bertindak secara mandiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone