Mohon tunggu...
Laila N.
Laila N. Mohon Tunggu... Freelancer - Self Storyteller

Lebih suka menceritakan untuk diri sendiri, menjadi pengingat yang baik.

Selanjutnya

Tutup

Diary

Beban Bengkak BPJS, Berkat Kuliner Sambel Serba Disiram Minyak

24 Januari 2023   11:51 Diperbarui: 24 Januari 2023   11:59 52
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ayam Sambel Viral Siram Minyak | Screenshot: kuliner1menit/tiktok

Kalau melihat kuliner India yang terkadang buat kita geli dengan penyajiannya, tapi kayanya di Indonesia enggak kalah hebat kalo soal makanan "jorok".

Dengan narasi voiceover di sebuah video singkat "Ini gaes, sambal yang diulek langsung dengan paduan bumbu-bumbu dan bawang yang sudah halus, yang paling mantap ketika disiram minyak, gaaaess".

Mantab mbahmu dalam hati kukira. Kalo aku sih sudah kebayang seperti kita yang "gadoin" minyak goreng langsung, aneh enggak sih? Emang sih aku pun pernah cobain ayam penyet sambal viral ini, mecin dan minyak hasil gorengan itu memang gurih banget. Cuma tapi ya, aku udah kebayang kaya kita sedang melakukan investasi jangka panjang tapi pada akhirnya kita akan tetap loss, hehe.

Dengan viralnya berbagai kuliner-kuliner seperti ini, aku yakin walaupun belum lihat data asli dari kementerian kesehatan ya. Sepertinya jumlah pasien hipertensi bisa jadi yang sangat dominan di Indonesia, kita terbiasa dengan makanan-makanan seperti ini. Enak sih memang, tapi memang rata-rata yang enak itu banyak sebab akibatnya.

Enggak heran ya, tentara US kemarin nyobain Somay aja berasa norak banget. Biasanya makan salad dengan dressing yang hambar, makan somay bumbu kacang dengan adonan mecin memang tidak tertandingi di sana. Surga dunia kalo kata mereka.

"Hipertensi sekarang jadi masalah utama kita semua, tidak hanya di Indonesia tapi di dunia, karena hipertensi ini merupakan salah satu pintu masuk atau faktor risiko penyakit seperti jantung, gagal ginjal, diabetes, stroke," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PPTM) Kemenkes RI, dr. Cut Putri Arianie, M.H.Kes (Source)

Tuh, kan ya. Apalagi orang Indonesia juga jarang yang suka berolahraga rutin. Aku pun yang agak malas olahraga, rasanya lebih baik pilih makan sehat aja kali ya, daripada kita menumpuk penyakit hanya karena dari makanan yang "jorok".

Dan bukan hanya kuliner serba minyak ya, kita-kita ini yang memang menjadi target pasar yang sangat empuk buat segala macam yang viral hingga minum-minuman yang serba manis. Kayanya pemerintah harus lebih serius deh buat mengatur peredaran makanan-makanan silent killer ini.

Aku pun enggak munafik, makanan dan minuman kekinian ini emang enak banget. Aku pun beberapa kali pernah makan, tapi aku mau ngajak teman-teman seperjuangan dan seangkatanku. 

Kayanya kita bisa lebih bijak buat menentukan kapan kita cobain, tapi kita juga harus tahu kapan kita harus berhenti. Soalnya terkadang kita tidak tersadar, haus dikit jajan boba, laper makan gorengan. Enggak terasa, malah jadi kebiasaan yang buruk buat kesehatan kita yang masih panjang perjalanannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone