Mohon tunggu...
Lilik Kistiana
Lilik Kistiana Mohon Tunggu... Guru - Guru SMP Negeri 2 Gamping

Senang mencoba yang hal baru yang menambah pengetahuan bagi diri sendiri, orang lain dan masyarakat

Selanjutnya

Tutup

Seni Pilihan

Siapa Lagi yang akan Melestarikan?

13 Januari 2023   19:00 Diperbarui: 13 Januari 2023   19:02 180
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tulisan ini saya buat untuk mengisi waktu luang, disela-sela kesibukan saya ketika saya dapat giliran jaga piket kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Saya di bulan ini mendapatkan jaga piket ekstrakurikuler sebanyak dua kali yaitu hari ini Jum'at tanggal 13 Januari 2023 dan besok Sabtu tanggal 14 Januari 2023. Hari pertama saya jaga piket ada beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di hari Jum'at 13 Januari 2023 ini, yaitu Seni Tari, Pencak Silat dan Karawitan.

SMP Negeri 2 Gamping telah menetapkan sebagai sekolah budaya, salah satu bentuk komitmen dari sekolah budaya adalah dengan mengadakan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang bernuansa budaya asli Indonesia disamping di dukung dengan kegiatan lainnya. Sebenarnya banyak kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan oleh sekolah kami, baik yang olahraga, maupun kesenian atau budaya. Ketiga kegiatan ekstrakurikuler tersebut merupakan beberapa contoh kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan di sekolah kami. 

Pendidikan berbasis budaya dikembangkan di DIY khususnya di Kabupaten Sleman sudah dimulai beberapa waktu yang lalu, pendidikan berbasis budaya diharapkan agar siswa tidak hanya mempunyai prestasi akademik saja, tetapi juga punya karakter. Sesuai dengan motto dari SMP Negeri 2 Gamping yaitu "Cerdas, berkarakter, NKRI harga mati".

Dalam tulisan ini saya tidak mengangkat tentang program ekstrakurikuler di SMP Negeri 2 Gamping, tetapi saya akan mengangkat sebuah judul "Siapa lagi yang melestarikan ?". 

Melestarikan apa? Itu yang akan saya bahas kali ini, ya terkait dengan kebudayaan, yaitu kesenian karawitan. Karawitan adalah sekumpulan alat musik tradisional jawa yang sering disebut dengan gamelan yang dipadukan dengan seni suara (nembang). Di era perkembangan teknologi informasi yang berkembang dengan pesat dan di era digital ini, masih banyakkah dari generasi muda kita yang masih mau belajar dengan kesenian karawitan. 

Dengan  makin berkembangannya dunia permusikan kita saat ini, dari musik pop, musik dangdut, musik rock, music rockdut, ataupun musik dari manca seperti K-Pop ataupun genre musik lainnya, masihkan dari generasi muda kita mau untuk mendengarkan musik tradisional atau kesenian karawitan ini ?. Ketika generasi muda kita saat ini lebih suka dengan musik-musik modern, lantas bagaimanakah nasib dari musik-musik tradisional kita di masa-masa mendatang saat ini. 

Walaupun secara pribadi saya sendiri bukan seorang penabuh gamelan (tapi dulu pernah belajar karawitan juga sih, walaupun sekarang sudah lupa) tetapi saya adalah penikmat kesenian karawitan, kesenian karawitan sangat enak di dengar di telinga, apalagi kalau para penabuhnya memainkannya dengan hati maka akan sampai ke hati pendengarnya juga. 

Makanya saya nggak rela rasanya kalau yang belajar karawitan itu malah hanya orang-orang asing saja, tetapi generasi muda kita malah lebih suka dengan musik-musik manca.   

Rasa optimis akan tetap baik-baik saja nasib kesenian karawitan kita ke depan itu tiba-tiba muncul di dalam benak saya, ketika saya hari ini ditugaskan oleh bagian kurikulum untuk jaga piket ekstrakuriler yang kebetulan salah satunya adalah kesenian karawitan, dengan melihat jumlah siswa sekitar 20an siswa lebih, yang ikut ekstrakurikuler karawitan tersebut, saya menjadi optimis bahwa kesenian karawitan ternyata masih diminati oleh para siswa di sekolah kami. 

Saya juga yakin di luar sekolah kami masih banyak sekolah di DIY, khususnya kabupaten Sleman baik dari tingkat SD, SMP dan SLTA telah mengadakan kegiatan ekstrakurikuler yang berupa kesenian karawitan, dengan terobosan semacam ini maka ke depan kesenian karawitan akan tetap terus lestari dan berkembang. Peran serta pemerintah juga harus tetap dikembangkan, untuk ikut memajukan kesenian karawitan agar bisa tumbuh subur di tengah-tengah masyarakat kita, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Seni Selengkapnya
Lihat Seni Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone