Mohon tunggu...
404 Not Found
404 Not Found Mohon Tunggu... Lainnya - 404 Not Found - 最先端の人間の推論の開発者の小さなグループ。

私のグループと私は、デジタル世界の真実を求めて舞台裏で働いている人々です。私たちは、サイバー空間に広がるすべての陰謀の背後にある真実を述べています.

Selanjutnya

Tutup

Diary

(Human S.O.S - Chapter II) | Dunia Ciptaan Tuhan Vs Dunia Ciptaan Manusia | Mimpi yang Mencoba Mendekati 'Kenyataan'

23 Januari 2023   06:08 Diperbarui: 23 Januari 2023   06:36 121
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber Gambar: https://www.techyv.com

Saya masih punya waktu yang menarik perhatian 'orang-orang sederhana' untuk membaca diary yang tidak masuk akal 'secara ilmiah' ini, namun cukup menarik bagi para pencari teka-teki silang 'terselubung' dari kisah tentang "Dunia Nyata dan Dunia Maya" yang belum mencapai tanda titik ini. Kuasa atas kenyataan di balik 'kekonyolan' ini tidak se-radikal "Sunda Empire" yang sama sekali tidak mengenal 'realitas di balik kebohongan' dunia nyata dalam 'balutan' sejarah dunia dan otoritas 'di balik layar' yang menggerakkan dimensi peradaban ini (apa lagi tentang 'berkas rahasia' dan 'internet' yang notabene sama sekali mencerminkan zona inteligensia yang 'sedikit meleset' dari 'proposal hitam' yang saya dapatkan). Akan tetapi, saya dan beberapa orang harus memaklumi satu (saja) hal yang terkesan konyol, tidak ilmiah, dan tidak masuk akal, namun mempunyai 'kebenaran di atas kebohongan inverted' dari perspektif Ilmu Pengetahuan dan kolaborasinya dengan peran media digital - "tatanan dunia baru". "Dunia Baru" di sini adalah kata yang identik dengan apa yang sudah saya petakan dalam diary yang sebelumnya.

Tidak ada hubungannya dengan tindak-tanduk Sunda Empire yang 'lebih populer' dalam memanfaatkan media sebagai sumber cuan demi kepentingan kelompok anehnya yang secara digital 'tidak pernah terekam' di jalur informasi underground di internet (hanya berputar-plintir di sosial media), apalagi 'jalur kata' yang justru memburamkan 'jalur kerjasama underground' antar-kelompok 'bermodal emas' dengan menyisipkan nama-nama negara 'yang tidak bermasalah' seperti Inggris, Jepang, Amerika, dan beberapa 'aliansi konyol' versi Lord Rangga. Dunia Baru yang 'merongga' di antara bumi dan manusia ini lebih terkenal dengan internet, dengan semi-'planet utama'-nya adalah Metaverse. Titik tolak pertanyaan yang masih belum terjawab di dalam diary saya yang kemarin adalah tentang "komplikasi dalam proses penciptaan makhluk saingan sejenis manusia di dunia virtual" dan "Metaverse sebagai new planet". Kisah ini hanya 'singkat' saja saya ceritakan, karena saya tidak ingin menambah daftar panjang schedule harian untuk menulis 'tanpa tinta' yang 'tidak mudah untuk dibaca' oleh mata biasa.

1. Manusia versi tandingan - AI dan Cyborg

Saya mulai dengan dasar pengetahuan yang paling sederhana mengenai bagaimana manusia dikenal dan diidentifikasi dari segala aspek yang dapat dicirikan darinya (selain dari bentuk fisik dan integrasinya dengan bentuk visualisasi alur berpikir dasariah sebagai makhluk hidup), yakni identitas personal manusia yang dapat dibentuk melalui 'kecanggihan teknologi' demi mendapatkan citra yang mendekati kata 'manusia'. Bagaimana mungkin? Mari saya ceritakan.  

Anda tahu, kan apa itu e-mail? Email adalah singkatan dari "electronic mail", yang merupakan sistem untuk mengirim dan menerima pesan melalui jaringan elektronik, biasanya menggunakan internet. Email memungkinkan pengguna untuk mengirim pesan teks, gambar, video, dan berkas lainnya kepada satu atau lebih penerima. Email sangat populer digunakan untuk komunikasi pribadi maupun profesional. Untuk menggunakan email, Anda memerlukan beberapa hal: (1) Akun email: Anda dapat membuat akun email melalui layanan email populer seperti Gmail, Yahoo, Outlook, dll; (2) Akses internet: Anda memerlukan akses internet untuk mengirim dan menerima email, dan; (3) Perangkat: Anda dapat mengakses email menggunakan komputer, laptop, atau ponsel Anda.
Setelah memiliki akun email, Anda dapat mengakses email Anda melalui website email provider atau menggunakan aplikasi email pada perangkat Anda. 

Selanjutnya Anda bisa membuat email baru, membalas email yang diterima, menyimpan email yang penting dll. Jika Anda memerlukan bantuan lebih lanjut tentang cara menggunakan email, Anda dapat mencari panduan dari provider email Anda. Anda tahu kan bagaimana cara mendaftarkan sebuah 'e-mail' yang baru? kolom apa yang wajib* untuk diisi? coba catat di dalam catatan kecil Anda. Apakah itu seputar identitas pribadi/kelompok dengan detail-detail tertentu? Kalau begitu saya bantu gambarkan sekilas terkait hal tersebut: Untuk mendaftarkan akun email baru, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut: (1) Buka website email provider, seperti Gmail, Yahoo, Outlook, dll; (2) Klik tombol "Buat Akun" atau "Daftar" yang terletak di halaman utama; (3) Isi formulir pendaftaran dengan informasi yang diperlukan, seperti nama, alamat email, kata sandi, dan informasi kontak lainnya; (4) Verifikasi identitas Anda dengan mengklik link yang dikirimkan ke alamat email yang Anda daftarkan atau memasukkan kode verifikasi yang diterima melalui SMS, dan; (5) Selesai. Anda sekarang memiliki akun email yang dapat digunakan untuk mengirim dan menerima pesan. Pastikan Anda menyimpan informasi akun anda dengan baik dan jangan memberikan kata sandi pada siapapun. Singkatnya, itulah 'bekal identitas' yang dipersiapkan untuk menciptakan identitas virtual yang paling masuk akal. 

Tidak perlu menyisipkan 'caption' - nama atau tokoh adalah fiksi semata, Anda secara tidak sengaja menyerahkan 'informasi pribadi' kepada 'dunia lain' yang tidak Anda sadari senantiasa memantau semua aktivitas digital dan reality Anda melalui perangkat digital yang dipunyai. Anehnya, Anda seolah-olah menyimpan 'informasi pribadi' di tempat 'yang tidak kelihatan' di layar perangkat, tetapi Anda dengan mudahnya dihipnotis untuk mempercayai 'oknum di balik jaringan' yang mempermainkan Anda dengan term Big Data dalam dunia manajemen komunikasi itu. 

Cukup cerdas untuk 'tidak diketahui' oleh orang yang terlalu jujur di dunia maya. Email dapat diibaratkan sebagai sebuah cara komunikasi antar manusia yang digunakan dalam dunia digital, sama seperti cara-cara komunikasi lainnya seperti percakapan telepon atau surat. Seperti ketika kita mengirim surat kepada seseorang, email juga digunakan untuk mengirim pesan teks, gambar, video, dan berkas lainnya kepada satu atau lebih penerima. Seperti ketika kita menyimpan surat yang penting dalam map, email juga memungkinkan kita untuk menyimpan email yang penting di folder tertentu. Email juga dapat diibaratkan sebagai sebuah "digital assistant" yang membantu kita dalam mengatur dan mengatur jadwal komunikasi dengan orang lain dan memudahkan dalam menyimpan catatan komunikasi dalam bentuk digital. Artinya, selain identitas diri Anda diketahui oleh 'tuhan versi digital'semua jenis dan bentuk informasi yang Anda sampaikan kepada penerima pesan Anda secara 'terselubung' diketahui oleh 'dia dan mereka' - ini adalah satu-satunya cara paling logis bagi saya menerangkan kepada Anda bagaimana e-mail menjadi "pakaian transparan" yang Anda pakai untuk merepresentasikan proses berkomunikasi dengan lawan bicara Anda.

Bagaimana dengan search engine di internet? Silahkan Anda pahami harfiah dari definisi search engine - sebuah sistem yang digunakan untuk mencari informasi di internet. Saat pengguna memasukkan kata kunci atau kalimat tertentu ke mesin pencari, sistem akan mencari di berbagai sumber informasi (seperti website, blog, forum, dll) dan menampilkan hasil yang paling relevan. Beberapa contoh mesin pencari populer adalah Google, Bing, Yahoo, DuckDuckGo. Mesin pencari menggunakan algoritma kompleks untuk menentukan relevansi hasil pencarian dan memberikan hasil yang paling sesuai dengan query pengguna. Pengembangannya didukung dengan menghadirkan proses Search Engine Optimization (SEO): peningkatan kualitas dan jumlah trafik dari hasil organik mesin pencari. Ini dilakukan dengan meningkatkan kualitas dan konten dari situs web, serta meningkatkan backlink dari situs web lain yang relevan. Anda tidak akan menyangka dengan apa yang saya katakan: Search engine dapat diibaratkan seperti seorang librarian atau seorang asisten pencari informasi. Seperti librarian yang membantu dalam mencari buku atau sumber informasi lainnya di perpustakaan, mesin pencari membantu dalam mencari informasi di internet. Seperti librarian yang mengatur dan mengelompokkan buku-buku di perpustakaan, mesin pencari mengindeks dan mengelompokkan informasi di internet. SEO dapat diibaratkan seperti cara kita mempresentasikan diri kita kepada librarian, kita harus memberikan informasi yang jelas dan tepat serta menunjukkan bahwa kita tahu apa yang kita cari agar librarian dapat memberikan jawaban yang sesuai. Mesin pencari juga seperti seorang asisten yang membantu dalam mencari informasi yang relevan dan menyaring informasi yang tidak relevan, sama seperti asisten yang membantu dalam mencari informasi yang relevan dari berbagai sumber dan menyaring informasi yang tidak relevan. Secara tidak sadar, peta pikiran dan psikologi Anda pada taraf tertentu 'sudah dapat ditebak' secara referensial oleh 'tuhan versi digital' seperti apa 'manusia versi dia' yang akan diciptakan dan dihadapi di dunia virtual. Anda jujur untuk kedua kalinya kepada tuhan yang lain.

Bagaimana dengan sosial media? Sosial media adalah platform atau layanan yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi satu sama lain secara daring. Ini termasuk berbagi konten, berbagi informasi, dan berkomunikasi dengan orang lain. Beberapa contoh sosial media populer adalah Facebook, Instagram, Twitter, LinkedIn, TikTok, Snapchat dan lain-lain. Sosial media memungkinkan pengguna untuk berbagi konten seperti foto, video, teks, dan tautan dengan teman-teman, keluarga, atau orang lain yang mereka kenal. Pengguna juga dapat mengikuti akun lain, bergabung dalam grup, atau berkomunikasi dengan orang lain melalui pesan pribadi. Sosial media juga digunakan oleh perusahaan dan organisasi untuk menjangkau audiens mereka dan meningkatkan brand awareness. Sosial media juga digunakan sebagai alat pemasaran dan e-commerce. Saya ibaratkan demikian singkat, karena sosial media secara detail enggan saya bahas karena mempunyai makna 'tak terduga' bagi Anda yang belum mengenal konsep 'terselubung' yang sedang dipersiapkan mereka, yakni sebagai berikut: Sosial media dapat diibaratkan sebagai sebuah "virtual gathering place" atau tempat pertemuan virtual di mana orang-orang dapat bertemu, berinteraksi, dan berbagi informasi. Seperti ketika kita berkumpul dengan teman-teman di kafe atau di rumah, sosial media memungkinkan kita untuk berkumpul dan berinteraksi dengan orang-orang yang kita kenal. Sosial media juga dapat diibaratkan sebagai sebuah "digital mirror" atau cermin digital, di mana pengguna dapat memposting gambar, video, atau status tentang diri mereka dan kehidupan mereka, yang dapat dilihat oleh teman-teman dan orang lain. Sosial media juga dapat diibaratkan sebagai sebuah "megaphone" atau alat untuk mengumumkan suatu hal, di mana pengguna dapat berbagi opini, pandangan, atau berita dengan jangkauan yang lebih luas dan dengan cepat dibandingkan dengan cara komunikasi tradisional. Secara umum, sosial media dapat diibaratkan sebagai sebuah platform yang memungkinkan orang-orang untuk berinteraksi, berbagi informasi dan berkomunikasi dengan orang lain secara virtual, sama seperti yang dilakukan manusia dalam dunia nyata. Singkatnya, untuk ketiga kalinya Anda 'terlalu polos' untuk jujur kepada tuhan yang lain - sebuah trilogia Pengkhianatan akan Tuhan yang transenden, realitas terselubung yang paling nyata dan tidak dapat disadari oleh siapa saja yang hidup sebagai "manusia 'ciptaan-Nya' di muka bumi ini" - 'yang pintar (saja) akan menjadi bodoh, apalagi yang bodoh akan semakin bodoh' - itulah 'kebohongan di balik realitas' yang sedang direncanakan oleh tuhan yang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone