Mohon tunggu...
Magdalena Suster
Magdalena Suster Mohon Tunggu... Lainnya - Belajar merangkai kata

Membaca

Selanjutnya

Tutup

Diary

Salah Sangka

24 Januari 2023   14:20 Diperbarui: 1 Februari 2023   09:15 44
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Saya bercerita kepada seorang teman tentang pengalamanku dalam merayakan imlek tahun ini. Saya mengatakan bahwa hidup ini sangat menyenangkan dan membahagiakan. Saya merasa senang dan bahagia merayaka imlek dalam tahun ini di sini bahkan sampai waktu takterasa berlalu. Saya bahagia bukan hanya karena bersama umat Allah dalam suka cita merayakan imlek. 

Saya bahagia bukan juga karena banyak orang yang boleh saya jumpai dalam perayaan Imlek. Melainkan, karena rahmat Tuhan menyertai diriku dari hari kehari dan hari ini bisa bergembira bersama orang-orang disekitar terutama saat perayaan imlek hari ini. 

Perayaan imlek tahun ini diawali dengan misa syukur tahun baru imlek dan dilanjutkan dengan santap bersama. Saudra-saudari di tempat ini tidak pernah terpikirkan olehku untuk bertemu dan merayakan imlek bersama mereka, tapi karena Dia saya bisa mengalami semua itu. Inilah yang membuat saya bahagia dalam bersama ini.

Dalam percakapan itu saya teringat pada peristiwa dimana merayakan imlek di tahun-tahun yang sebelumnya. Saya mencoba berbagi dan menceritakan pengalaman yang lalu itu kepada teman yang lain. Saya mengatakan kepadanya, "tau ngk saya itu pernah merayakan imlek di tempat perutusan yang .... di tempat .... Dan perayaan disana sangat menyenangkan. 

Anak-anak menari dengan sangat baik saat misa kudus dan pernak-pernik serba merah dan penuh sukacita. Saya bercerita tentang pengalaman yang menggembirakan itu hanya sekedar berbagi sukacita yang pernah terjadi dan sungguh membari sukacita. 

Namun, tanggapan teman yang mendengar cerita itu biasa saja bahkan ada sedikit respon yang ..... tapi saya hanya berkata dalam hati ngk usaha kesal dengan responnya. Apapun pendapatnya ngk masalah karena setiap orang memiliki hak untuk menanggapi dengan apa adanya sesuai dengan pemahan orang tersebut.

Pada saat itu saya tidak memiliki kemampuan untuk marah. Saya hanya diam dan berkata dalam hati tenang, tenang dan sabar semua akan baik-baik saja. Tapi pendapat yang lain berkata kalau saudari itu kurang baik. Saya berpikir saudari itu kurang baik karena respon yang diberikannya sangat tidak menyenangkan. 

Saya kalau boleh jujur sesungguhnya ada rasa kecewa dengan teman itu. Kemudian, saya mengambil suatu sikap dan keputusan dengan mengatakan berbagi sukacita itu tidak perlu mengharapkan...., Meskipun demikian semua tampak indah dan menyenangkan kalau direnungkan. Semua yang terjadi adalah bagian dari untuk mendewasakan diri serta proses hidup untuk semakin baik.

Mula-mula itu tidak mudah untuk diterima tetapi saya harus mengambil suatu sikap yang baik untuk diriku. Saya tidak ingin terbelenggu dengan perkataan yang hanya membuat diriku susah. 

Dari peristiwa itu saya lebih melihat sisi positif yakni memaknai setiap peristiwa yang terjadi sebagai sarana untuk mendidik diri. Saya berkata bahwa keduanya terjadi dalam hidup tanpa ada perencanaan yang mendetail. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone