Mohon tunggu...
Marcko Ferdian
Marcko Ferdian Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Pencinta Monokrom dan Choir

Indonesian๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ || Love what you have || 3rd Generation || a dreamer || Kompasianer pemula

Selanjutnya

Tutup

Joglosemar Pilihan

Kelirukah Sistem Lapas Mencegah Penyebaran Paham Radikal di Dalamnya?

23 Januari 2023   02:07 Diperbarui: 23 Januari 2023   07:52 116
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Mobil Polisi Meninggalkan Lokasi Penyergapan Teroris di Sleman/By Haris Firdaus/Sumber: www.kompas.id

Yogyakarta baru saja bangkit dari tidur yang cukup panjang akibat turunnya jumlah wisatawan saat PPKM diberlakukan awal-awal pandemi.

Sepanjang Malioboro dan Tugu Pal Putih yang waktu itu sepi, sekarang sudah mulai ramai dikunjungi wisatawan.

Dunia kampus yang ikut sunyi karena kuliah online sudah perlahan hidup dan mulai beraktifitas normal kembali. Banyak mahasiswa tingkat akhir yang sibuk melakukan riset tugas akhir di laboratorium maupun turun langsung ke lokasi riset untuk melihat fenomena-fenomena yang tentunya sesuai dengan tema penelitian sebagi syarat menyelesaikan tugas sebagai mahasiswa.

Di tengah hiruk-pikuk dan geliat masyarakat Yogyakarta tersebut, hari kemarin, tepatnya Minggu 22 Janurai 2023 terjadi penangkapan teroris oleh Densus 88 di Pendowoharjo Sleman.

Terduga yang ditangkap berprofesi sebagai tukang ojek online yang sehari-hari mengantar orang sesuai permintaan lewat aplikasi.

Membaca dan menelusuri berita kejadian penangkapan teroris di Jogja ini, ada satu fenomena yang seharusnya menjadi evaluasi Kemenkumham dan lembaga terkait tentang bagaimana mencegah penyebaran ideologi ekstrem di penjara.

Mengapa?

Rumah Terduga Teroris yang Ditangkap di Sleman/By Yustinus Wijaya Kusuma/Sumber: asset.kompas.com
Rumah Terduga Teroris yang Ditangkap di Sleman/By Yustinus Wijaya Kusuma/Sumber: asset.kompas.com

Status Mantan Napi dan Hukuman Sosial Masyarakat

Terduga yang berprofesi sebagai pengemudi online ini pernah ditangkap karena kasus narkoba dan saat dipenjara mulai terpengaruh ideologi-ideologi ekstrim yang menganggap negara dan alat-alatnya harus diperangi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Joglosemar Selengkapnya
Lihat Joglosemar Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone