Mohon tunggu...
Muhammad NaufalAl
Muhammad NaufalAl Mohon Tunggu... Mahasiswa - Ilmu komunikasi Universitas Sumatera Utara 2020

serenity in the crowd.

Selanjutnya

Tutup

Metaverse

Kritikan terhadap Metaverse sebagai Inovasi Berkomunikasi Terbaharui

9 Januari 2023   13:36 Diperbarui: 9 Januari 2023   13:39 88
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Metaverse. Sumber ilustrasi: FREEPIK

Kemunculan Metaverse adalah suatu perkembangan teknologi komunikasi yang sangat besar yang dimana Metaverse merupakan konsep ruang dimana seseorang dapat terlibat langsung di dalamnya dengan menggunakan perangkat canggih dalam dunia virtual. Dalam metaverse ini, kita dapat bersosialisasi, bermain game, hingga berbelanja, tetapi hanya sebatas pada dunia virtual saja  .metaverse ini, terdapat 3 elemen utama yakni:

1. Virtual Reality (VR) dan Artificial Intelligence (AI)

2. Teknologi Web 3.0

3. Teknologi Blockchain

Menurut Nicely (2022), berpendapat bahwa "Metaverse mengacu pada dunia virtual online bersama, mirip dengan video game seperti Second Life atau Pokmon Go. Ini (metaverse) adalah lingkungan tiga dimensi yang realistis di mana orang dapat menjelajahi dan berinteraksi dengan orang lain secara real time."


Namun, Tak semua terkesan dengan konsep metaverse, dunia virtual di mana orang bisa saling berinteraksi dengan avatar masing-masing. Kebingungan seputar teknologi Metaverse membuat kita sulit untuk mengevaluasi teknologi ini, yang tidak memiliki produk dan  tujuan nyata(realistic) dan nyata,

Pencetus dari sebuah produk ipod mengkritik atas kehadiran metaverse ini, Tony Fadell yang dikenal sebagai bapak iPod. Ia menyampaikan bahwa metaverse berisiko merusak interaksi antar manusia. Itu karena orang tak lagi berhadapan tatap muka secara fisik. Jika kalian memberikan teknologi di antara koneksi manusia itu, maka di situlah terjadi hal toxic," kata dia, seperti dikutip dari BBC. 

Menurut Fadell, teknologi metaverse mungkin bermanfaat, namun bukan merupakan media komunikasi yang nyata antara manusia satu dengan lainnya. "Ketika Anda mencoba membuat koneksi dan interaksi sosial, tapi Anda tidak bisa melihat wajah orang lain, tidak bisa melihat mata mereka, maka Anda tidak punya cara yang humanis untuk terhubung," "Bisa menciptakan lebih banyak troll, orang yang suka bersembunyi dan menggunakan metaverse untuk mendapatkan perhatian,".
 
Namun dalam sisi lain Mark Zuckerberk menyebut akan tiba saatnya dunia virtual metaverse sangat nyata dan nyaman, sehingga pengguna tak ingin pergi. "Banyak orang berpikir bahwa metaverse itu suatu tempat, namun salah satu definisinya adalah ketika pada dasarnya dunia digital yang immersive akan menjadi cara utama hidup kita dan menghabiskan waktu kita," menurut MarkZuckerberk.

Ada juga kritikan dari seorang dokter bidang teknologi dan informasi Fauzi Hasan berpendapat "Menurut saya, meskipun beberapa elemen bangunan dasar dari teknologi Metaverse sudah ada pada saat ini, seperti tersedianya Headset VR  dengan harga  relatif terjangkau, namun baru bisa penetrasi di niche-market (ceruk pasar) tertentu, demikian pula dengan  perangkat keras Augmented Reality AR, dan kacamata cerita Ray-Ban belum mencapai kematangan teknologi; apalagi keterjangkauan dan daya tarik publik. Teknologi Metaverse masih jauh dari adopsi publik."

Kritikan juga datang dari seorang yang menciptakan Playstasion, Konsol Game yang sangat banyak digunakan masyarakat dunia pada saat ini Ken Kuntaragi. Ken Kutaragi berpendapt tidak ada guna mendorong batas-batas perkembangan metaverse, terutama di sektor gim. 

"Berada di dunia nyata sangat penting, namun metaverse adalah tentang membuat quasi-nyata di dunia virtual. Dan saya tidak dapat melihat apa gunanya melakukan hal itu," kata Kutaragi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Metaverse Selengkapnya
Lihat Metaverse Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone