Mohon tunggu...
Mutiara My
Mutiara My Mohon Tunggu... Mahasiswa - Pelajar

I love myself with all my flaws:) penganut mazhab : tersenyum untuk alasan orang lain tersenyum bukan tersenyum karena ada alasan untuk tersenyum.

Selanjutnya

Tutup

Diary

My Experience Masuk Kuliah Part 1: Ikut SNMPTN

26 Januari 2023   12:15 Diperbarui: 26 Januari 2023   20:28 72
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pengalaman masuk kuliah yang selamanya akan terukir dalam kisah hidupku, dari mulai ikut SNMPTN, SBMPTN, dan semua jenis seleksi-seleksi yang menurutku sangattt merepotkaaaan..

Pengalaman yang juga merupakan luka lama untukku. Dimulai dari pembagian hasil UAS (ujian akhir sekolah), semua teman-teman menunggu pengumuman siswa eligible, yaitu murid-murid peringkat teratas dari setiap kelas. Dari 36 siswa, aku menduduki peringkat ke-9 dan itu sangat membuatku senang bukan main. Selain SNMPTN berpeluang masuk ke PTN pilihan tanpa ujian, SNMPTN hanya bisa diikuti satu kali seumur hidup kalo kata guruku. Intinya, SNMPTN merupakan salah satu kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan apalagi untuk murid yang malas mengikuti ujian sepertiku.

Hari pemilihan PTN-pun tiba, aku dan teman-temanku berkumpul dengan siswa eligible dari jurusan tetangga (just information: aku dari jurusan keperawatan, dan jurusan tetangga yang ku maksud adalah jurusan perhotelan, jasa boga, dan keperawatan sosial) kami berkumpul di ruang lab komputer. 

Ketika peringkat 1-8 sudah menentukan tujuannya, kini giliranku menyebutkan PTN yang sudah ku targetkan sejak lama. Aku menyebutnya dengan tanpa beban, tanpa perhitungan yang matang, dan harus kuakui aku memilihnya 50% dilandaskan rasa gengsi karena aku ingin menunjukan kepada seorang temanku jika aku berhasil masuk ke PTN yang sama-sama kami incar.

29 Maret 2022 jam 15.00 hari Selasa, pengumuman hasil SNMPTN, beberapa temanku menghubungiku mengatakan mereka tidak lulus seleksi. Jam 15.07 aku masih belum berani membuka link yang sudah dikirimkan oleh wali kelas ku, masih belum siap menghadapi kenyataan jika aku tidak lulus seleksi. Pada jam 15.10 dengan membaca segala macam do'a-do'a islami yang kuhafal sejak kecil, aku membuka hasil SNMPTN sendirian di pojok kamar. Step by step ku ikuti, memencet link, memasukan nomor peserta, sampai akhirnya namaku tertulis dengan font berwarna merah yang menyatakan "MAAF ANDA DINYATAKAN TIDAK LULUS SELEKSI" disitu aku merasa sangat patah hati lebih dari saat melihat gebetanku jalan dengan cewe lain, aku mengirimkan screenshot ke whatsapp orangtuaku. Mereka tidak kecewa, justru mereka sangat bangga padaku, katanya..tapi aku tau perasaan mereka yang sesungguhnya, mereka hanya sedang menyembunyikan kesedihannya agar aku tidak terlalu berlarut pada kesedihan. 

Seminggu setelah pengumuman, ada upacara bendera yang harus dihadiri siswa-siswi SMKN 28 Jakarta, karena kalau ada siswa kelas 12 absen, dijamin ijazahnya akan 'disita' sampai waktu yang tidak ditentukan. Aku bertemu dengan teman-temanku, kami saling meyakinkan untuk ikut jalur SBMPTN, kami juga merayakan keberhasilan Kholida yang lulus SNMPTN sesuai jurusan dan perguruan yang dia inginkan. Kholida mentraktir kami risol isi mayones yang menurutku enak dimakan sebelum pelajaran bu Indah -matematika- karena matematika adalah pelajaran yang membutuhkan energi dan konsentrasi yang berkali-kali lipat dibanding mata pelajaran yang lain.

Teruntuk kamu yang udah pasang niat mau ikut SNMPTN, kusarankan untuk mengantongi banyak infomasi terkait Perguruan Tinggi yang akan kamu pilih. Tidak hanya itu, SNMPTN dikenal dengan jalur langit, sama halnya ketika kamu mengikuti undian doorprize. Bedanya, hanya orang-orang tertentu yang bisa mendapatkan kupon doorprize, saat kamu menunggu nomor undian yang disebutkan, tentu kamu tidak tau nomor berapa yang akan mendapatkan hadiahnya, kamu hanya bisa menunggu dan berharap nomor kepunyaanmu-lah yang disebutkan sang pembawa acara. Nah, ketika PTN favoritmu sudah didaftarkan oleh gurumu, tugasmu selanjutnya adalah berdo'a dengan sungguh-sungguh, mungkin bisa diselingi dengan bersedekah atau berpuasa, jangan lupa juga minta do'a restu dari kedua orangtuamu. 

Tanpa sasaran dan rencana meraihnya, kamu seperti kapal yang berlayar tanpa tujuan. -Fitzhugh Dodson-

Inilah pengingat bahwa betapa pentingnya perencanaan. Enggak ada yang salah kok, jika kamu sudah mempersiapkan segalanya yang berkaitan dengan masa depanmu. Kamu bisa membuat millestone, buat target dan rencanamu untuk meraih cita-citamu. Itu bisa banget jadi pecut penyemangat buat kamu. KEEP FIGHTING!! 

Salam hangat

-mumut

Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone