Mohon tunggu...
MyPresident
MyPresident Mohon Tunggu... Relawan - Kolom Opini Rakyat

Rakyat Bersuara, Wakil Rakyat Melaksanakan.

Selanjutnya

Tutup

Sosok

Meneladani Toleransi Beragama Prabowo Subianto dan Jenderal FX Sudjasmin

21 Desember 2022   13:04 Diperbarui: 21 Desember 2022   13:17 147
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Prabowo Subianto, punya cerita menarik dengan koleganya, Letnan Jenderal TNI (Purn) Fransiskus Xaverius Sudjasmin saat mereka masih berada di Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kisahnya ini diceritakan Prabowo dalam akun resmi Facebooknya Prabowo Subianto. 

Sosok kedua jenderal ini, punya cerita menarik soal toleransi beragama di TNI. Prabowo yang beragama Islam dan Letnan Jenderal TNI (Purn) Fransiskus Xaverius Sudjasmin yang beragama Katholik. Keduanya saling menghormati satu-sama lain. 

Di mata Prabowo, Jenderal FX Sudjasmin merupakan sosok pemimpin yang penuh dengan ketenangan, kebapakan, dan tidak pernah menekan anak buahnya. "Dari sini saya belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin, kapan harus keras, kapan harus sejuk dan penuh kasih sayang, seperti yang dicontohkan oleh Pak Djasmin," kata Prabowo. 

Prabowo bercerita pertemuannya dengan sosok jenderal yang penuh dengan keteladanan itu. "Circa, 1983 momen pertama saya bertemu dengan Pak Djasmin, pada saat operasi di Timor Timur. Ketika itu saya menjabat sebagai Wakil Komandan Detasemen 81, dengan sandi Chandraca 8, sebutannya Bravo. Markasnya berada di Kota Ossu, setengah perjalanan antara Baucau dan Viqueque. Komandan sektornya adalah Letkol FX Sudjasmin," ungkap Prabowo. 

Pada suatu masa, saat itu Jenderal FX Sudjasmin menjabat sebagai Panglima Divisi Batalyon Infanteri Lintas Udara (Yonif Linud) 328 Kostrad dan Prabowo menjadi Wakil Komandan di sana. Prabowo mendengar kabar bahwa ia dan timnya akan diterjunkan ke Timor Timur. Memang Batalyon 328 itu, kata Prabowo, sering kali diterjunkan ke tempat-tempat darurat. 

Karena mendengar akan diterjunkan ke tempat darurat, Prabowo dan timnya melakukan latihan, dan kebetulan saat itu sedang dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri." Setelah menjalankan Shalat Ied, silaturahmi dan makan ketupat, pukul 11.00 WIB kami langsung ke lapangan dan mulai latihan," katanya. 

Alih-laih Jenderal FX Sudjasmin memuji Prabowo, ia justru menelepon Prabowo dan mempertanyakan mengapa dalam kondisi perayaan Hari Besar Keagamaan masih ada suara tembakan. 

"Pak Djasmin di Cilodong menelpon saya, beliau mempertanyakan kenapa ada suara latihan menembak saat Idul Fitri. Saya menjawab itu tembakan latihan. Beliau marah, dan meminta latihan dihentikan, semua anak buah harus diliburkan saat hari besar keagamaan," ungkap Prabowo. 

"Saya pun ngotot untuk latihan tetap dilaksanakan, dengan alasan kewajiban agama sudah kami kerjakan seperti Shalat Idul Fitri dan halalbihalal. Saya tidak ingin waktu latihan hilang. Tapi beliau bersikeras agar meliburkan pasukan dan menghentikan latihan," imbuhnya. 

Jenderal FX Sudjasmin yang beragama Katholik ini menurut Prabowo, banyak mengajarkan tentang arti sebuah perbedaan yang kemudian memengaruhi nilai-nilai kehidupan dalam dirinya. "Kami di TNI diajarkan untuk saling menghormati antar agama. Sikap Pak Djasmin ini memengaruhi nilai-nilai bahkan karier saya sampai saat ini. Bahwa nilai toleransi harus dirawat seorang prajurit," katanya. 

Bahkan keduanya saat ini, masih menjalin hubungan satu sama lain. Prabowo cukup bangga ketika mantan Panglima Divisi Batalyon Infanteri Lintas Udara itu memanggil dirinya dengan sebutan 'Mas Bravo.' "Beliau selalu membela saya kalau ada senior yang menjelek-jelekkan saya. Pembelaan beliau karena memang melihat dan mengetahui bagaimana kineja atau kepemimpinan saya," katanya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosok Selengkapnya
Lihat Sosok Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone