Mohon tunggu...
Natanael Dirgantara
Natanael Dirgantara Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

Seorang mahasiswa Arsitektur Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Selanjutnya

Tutup

Surabaya

Mahasiswa Bersama Dosen Ciptakan Tempat Penjemuran yang Baru untuk Hasil Olahan Laut di Kenjeran: Kuliah Kerja Nyata UNTAG Surabaya 2022

2 Januari 2023   22:17 Diperbarui: 3 Januari 2023   09:25 59
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan Pengabdian. (Sumber: Dokumen Pribadi)

Kecamatan Kenjeran berada di perbatasan Kota Surabaya dengan Pulau Madura dengan memiliki jumlah penduduk 175.906 jiwa. Kecamatan Kenjeran terdiri dari 4 (empat) Kelurahan yaitu Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kelurahan Bulak Banteng. Kenjeran merupakan kelurahan yang dikenal sebagai wilayah strategis, yaitu berada di bagian Timur Laut Kota Surabaya yang berbatasan langsing dengan Selat Madura, sehingga berkarakteristik sebagai kota pesisir. Oleh karena itu lah masyarakat daerah Kenjeran banyak yang berprofesi sebagai nelayan. Salah satunya merupakan nelayan yang memproduksi hasil olahan laut untuk dijadikan oleh-oleh seperti teripang, terung, dll.

Sebelum diolah menjadi produk hasil olahan, hasil laut dijemur terlebih dahulu. Masyarakat Kenjeran biasa menjemur hasil olahan laut di dekat rumah maupun di tepi-tepi jalan sehingga kurang efektif untuk penjemuran. Sebelum melakukan perubahan tempat penjemuran, mahasiswa (Natanael Dirgantara Putra Yuwono) bersama dosen Arsitektur Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Febby Rahmatullah Masruchin, S.T., M.T.) selaku Dosen Pembimbing Lapangan melakukan survey langsung ke lapangan untuk membuat desain tempat penjemuran yang baru. Setelah melakukan tahap awal peninjauan langsung ke lapangan, mahasiswa bersama dosen membuat desain 3D tempat penjemuran melalui software SketchUp dengan mengusung konsep "Rak Vertikal" yang di klaim dapat menjemur hingga 5 kali lipat dalam satu tempat. 

Gambar 2. Desain Rak. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Gambar 2. Desain Rak. (Sumber: Dokumen Pribadi)

Setelah dilakukan pembuatan desain, mahasiswa, dosen, dengan diantu masyarakat sekitar mulai membuat tempat penjemuran yang baru. 

Gambar 3. Pembuatan Rak Penjemuran. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Gambar 3. Pembuatan Rak Penjemuran. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Setelah rak jadi, masyarakat perlahan mulai menggunakan rak tersebut sebagai tempat penjemuran hasil olahan laut mereka dan perlahan mulai meninggalkan kebiasaan lama yang menjemur olahan laut di tepi jalan.

Gambar 4. Sosialisasi cara pemakaian rak (Sumber: Dokumen Pribadi)
Gambar 4. Sosialisasi cara pemakaian rak (Sumber: Dokumen Pribadi)
"Saya merasa sangat terbantu dengan adanya rak penjemuran yang baru ini, saya berharap untuk kedepannya setelah saya menggunakan rak yang baru hasil olahan saya dapat lebih higenis karena tidak tercampur dengan debu dan polusi yang dihasilkan dari kendaraan bermotor", kata UMKM Aisyah yang merupakan mitra nelayan Kenjeran saat diwawancarai oleh mahasiswa yang sedang melakukan KKN saat ditemui pada hari Senin 26 September 2022.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Surabaya Selengkapnya
Lihat Surabaya Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone