Mohon tunggu...
Noenky Nurhayati
Noenky Nurhayati Mohon Tunggu... Guru - Kepala sekolah, Guru Dan trainer guru

Saya adalah seorang penulis lepas, teacher trainer, MC, pendongeng dan kepala sekolah yang senang mengajar Karena memulai Dunia pendidikan dengan mengajar mulai dari Play group TK SD hingga SMP. Sampai sekarang ini. Saya masih aktif disekolah SD Dwi Warna panjang Kota BANDAR LAMPUNG dan pernah mendapatkan beberapa penghargaan diantaranya Kepala sekolah TK terbaik Se Kabupaten Bekasi, Kepala Sekolah Ramah Anak Se Kabupaten Bekasi, dan Beasiswa Microcredential LPDP PAUD dari Kemendiknas tahun 2022.

Selanjutnya

Tutup

Parenting Pilihan

5 Permintaan Maaf yang Orangtua Harus Berikan kepada Anak Saat

25 Januari 2023   11:58 Diperbarui: 25 Januari 2023   18:30 71
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sebagai orangtua bukan berarti Kita akan selalu benar dalam setiap tindakan, ucapan, Dan pengasuhan. Ada saat-saat dimana Ayah-bunda kehilangan kendali ketika berhadapan dengan anak, baik itu saat santai maupun saat dimana anak-anak membutuhkan perhatian, namun secara tidak sengaja Ayah-bunda menyakiti hati anak-anak. 

Seseorang yang sudah melakukan kesalahan Maka sudah sepatutnya untuk meminta maaf meskipun itu harus dilakukan oleh Ayah atau bunda sebagai orangtua.

Karena sejatinya memang tidak ada manusia yang sempurna Dan sebagai orang tua, Kita tidak dididik dalam sebuah lembaga atau institusi untuk menjadi orang tua yang baik. Fakta bahwa menjadi orang tua yang baik tidak ada sekolahnya, Maka Kita perlu mendapatkan pemahaman yang baik pula.

Saat sudah meminta maaf kepada anak, Maka kelak anak-anak juga akan meniru sikap baik untuk selalu menyadari bahwa setiap orang dapat melakukan kesalahan Dan  Dan meminta maaf adalah sebuah perbuatan mulia. 

Lalu kapankah saat orangtua melakukan kesalahan Dan harus meminta maaf? Berikut adalah ulasan yang sebaiknya Ayah-bunda baca agar dapat memahami Apa yang Ayah-bunda juga rasakan pada kehidupan sehari-hari yang sebenarnya membutuhkan tindakan yang nyata dari Ayah-bunda untuk memahaminya. 

1. Ketika Ayah-bunda menjawab dengan kasar. 

Semua orang tua kadangkala memberikan reaksi yang berlebihan kepada anak . Hal ini terjadi ketika Ayah-bunda sedang kelelahan setelah bekerja atau berjuang mencari nafkah atau dalam situasi yang terasa menakutkan atau berbahaya.

Tanpa sadar Ayah-bunda menjawab kepada Ananda atau berbicara dalam nada yang kasar.  Tidak perduli MENGAPA , tetiba ananda mendapat tanggapan yang keras  dari Ayah-bunda.

Dengan respon yang demikian Maka ananda pantas mendapatkan penyesalan yang tulus atas perilaku yang Ayah-bunda lakukan. Karena hal itu bukanlah kesalahan mereka ketika Ayah-bunda dalam keadaan tidak bisa mengatasi keadaan. 

2. Saat Ayah-bunda tidak memahami Apa yang dibutuhkan oleh Ananda. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone