Mohon tunggu...
Paris Ohoiwirin
Paris Ohoiwirin Mohon Tunggu... Guru - Guru

Menyelesaikan pendidikan terakhir di sekolah tinggi Filsafat Seminari Pineleng, Sulawesi Utara. Gemar membaca dan menulis tema-tema sejarah dan filosofis

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Sang Buku

23 Januari 2023   14:27 Diperbarui: 23 Januari 2023   14:29 59
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://pixabay.com

                                                                                      

Entah sejak kapan buku tua itu terpampang di lemari tersebut. Sepertinya buku itu diperlakukan secara khusus, bahkan rada keramat. Lemari kaca yang memamerkannya terletak di tengah-tengah ruang perpustakaan.

Lemari dari kayu gaharu itu sendiri dikelilingi oleh sangkar besi. Buku tanpa judul itu memancarkan kekuatan mistik. Covernya terbuat dari kulit binatang, warnanya cokelat. Lembar-lembarnya tampak kusam termakan zaman.

Keberadaan buku tua itu selalu menimbulkan tanya yang dalam di benak setiap warga kota yang berkunjung di perpustakaan kota. Kendati demikian, tak ada seorang pun yang berani mengambil atau bahkan hanya menyentuhnya.

"Apa yang kau ketahui tentang buku itu? Mengapa kalian memperlakukannya dengan begitu spesial?" pertanyaan itu berasal dari seseorang yang berada di sebelah kiriku. Seorang pria gempal berkacamata agaknya sedang mencari informasi tentang buku ini. Ia sedang menghadapi seorang petugas sekuriti yang menghadangnya di depan daerah terlarang. Yang membuatku tertarik, ia juga menanyakan hal yang sama seperti yang ingin kuketahui.

"Buku itu berasal dari zaman para pendiri kota Torno ini. Itulah peninggalan satu-satunya yang berhasil selamat dari kebakaran besar di Istana Raja tahun 1888."

"Apa isi buku itu?"

"Aku yakin, tak seorang pun di kota ini yang mengetahuinya. Coba saja kau tanyakan orang yang mempekerjakanku. Mungkin dia tahu."

Pria gempal berkacamata itu nampak tak puas. Ia segera melangkahkan kaki ke luar perpustakaan. Penuturan petugas seukuriti itu telah menjelaskan mengapa buku itu diperlakukan istimewa. Rupanya itu adalah peninggalan satu-satunya yang tersisa dari zaman monarkhi di kota ini. Namun isi buku itu masih tetap menjadi misteri. Menurut catatan, perpustakaan kota Torno ini didirikan sejak tahun 1889, sekitar lebih dari seabad yang lalu, namun semua pernyataan resmi bahkan tak menyebut apa pun mengenai isi buku misterius itu. Mereka hanya menebak-nebak isinya. Kalau begitu, apakah buku itu sekedar hiasan artefak sejarah belaka? Jika memang benar, mengapa dijaga sedemikian ketat? Apa sebenarnya isi buku bersampul kulit cokelat itu sehingga harus dijaga lima orang setiap hari? Lalu, mengapa sampai saat ini tidak ada seorang pun yang berani membuka buku itu untuk sekedar mengetahui isinya?

***

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone