Mohon tunggu...
Psikologi Pendidikan
Psikologi Pendidikan Mohon Tunggu... Pustakawan - pintar

jurnal

Selanjutnya

Tutup

Diary

Kejadian Hari Ini - Ibu yang Menyayangi Anaknya

23 Januari 2023   20:45 Diperbarui: 23 Januari 2023   20:51 49
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Hari ini cukup unik. Saya bangun pagi. Shalat lalu berolahraga. Setelah berolahraga saya bermain game sejenak. Setelah itu sarapan dan hari berlalu begitu saja. Kehidupan yang tidak ada tujuan memang membosankan. Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB. Saya membulatkan tekad untuk pergi ke tempat gym. Sebelum berangkat nge-gym saya mandi dulu, supaya badan segar.

Sesampainya di tempat gym, saya fikir tidak ada orang dan sunyi. Setelah masuk, barulah saya lihat ada seorang anak remaja yang mungkin masih SMA. Ruangan gymnya tidak ramah hidung. Bau badan remaja ini mungkin penyebabnya. Ingin sekali rasanya saya menasehati adik itu agar memakai deodoran dulu sebelum nge-gym. Saya sempat berkenalan dengan remaja itu, dan ternyata dia masih SMP kelas 3. Dia mengaku pergi ke gym diantar oleh orang tuanya, setelah itu akan dijemput lagi untuk pulang. 

Satu jam berlalu tanpa terasa. Diluar telah datang seorang ibu membawa motor matic. Untung ibu itu cepat datang, karena tak lama setelah ibu itu parkir, hujan mewarnai suasana. Ternyata ibu itu adalah orang tua dari remaja tadi. Hujan yang lebat, dan mereka berteduh diruangan outdoor dekat pintu masuk.

Saya bahagia melihat interaksi ibu dan anak. Ibunya terlihat sekali menyayangi anak meski dia laki-laki. Ibu itu membawa bekal makan siang juga. heheh. mantap sekali. Saya menghampiri dan berkata pada ibu itu, "ibu luar biasa", ucap saya sambil tersenyum.

Ibu itu menerangkan bahwa anaknya ingin sekali datang ke gym. Karena belum pernah, maka ibunya mau mengantarkan anak itu ke lokasi gym. Sang ibu mengaku, anak ini sangat dijaga ketat oleh ayahnya. "ga boleh ini dan ga boleh itu, maklumlah pergaulan anak sekarang", ucap ibu itu seolah membela anaknya agar tidak malu dibilang anak manja. "jadi wajar, kalau dia anak mama" lanjut si ibu. Saya tersenyum mendengar penjelasan ibu tadi, dan saya menjawab, "ga masalah ibu, kan biasa aja" hahha. pungkas saya menutup pembicaraan.

Remaja laki-laki tadi anak bungsu, sekaligus anak laki-laki satu-satunya di keluarga. Sang ayah sangat protektif kepadanya, ayah tidak mau anak tersebut tersandung narkoba, dan kenakalan remaja lainnya. Kakak pertamanya kuliah diluar kota, dan kakak kedua sekolah disalah satu SMA di daerah tersebut.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone