Mohon tunggu...
Ratanza Kompas
Ratanza Kompas Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Hobi menulis artikel-artikel tentang sosial, dll

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Literasi Masyarakat di Era Modernisasi

26 Januari 2023   05:50 Diperbarui: 26 Januari 2023   05:53 96
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Modernisasi adalah keadaan di mana zaman berubah dari yang tradisional menjadi lebih modern atau lebih maju. Keadaan ini memang memberikan keuntungan  untuk masyarakat. Tapi keadaan modernisasi ini juga memberikan banyak dampak salah satunya minat baca pada masyarakat.

 Masyarakat sekarang cenderung memilih untuk bermain gadget daripada membaca buku.menurut  UNESCO Indonesia menduduki urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca di Indonesia sangat rendah. Hal tersebut bukanlah hal yang membanggakan, dari data tersebut kita sudah bisa mengetahui bahwa kita harus segera memperbaiki nya dan  meningkatkan minat literasi di negara ini.

Banyak faktor yang menyebabkan kurangnya minat baca di Indonesia.terdapat faktor internal dan juga faktor eksternal.faktor internal meliputi hal hal pada individu seperti persepsi,motivasi atau Perasaan (mood) yang buruk membuat malas membaca buku.faktor eksternal meliputi misalnya lingkungan nya yang jarang membaca buku,mahal nya harga harga buku dan perkembangan teknologi.

Untuk meningkatkan minat baca tentu saja kita harus memperbaiki faktor penyebab yang menjadi penghambat tidak hanya faktor internal namun faktor eksternal juga harus diperbaiki.

Media sosial memang menjadi salah satu wadah bagi setiap orang untuk memperluas jaringan sosial dengan mudah. Tak hanya itu, kini media sosial menjadi media membaca manusia karena keterjangkauannya. Banyak sekali sumber membaca dari sebuah media sosial seperti novel, wattpad bahkan buku tentang pembelajaran, serta informasi-informasi menarik yang ada, dengan begitu lebih banyak orang yang minat membaca di media sosial di bandingkan dengan buku langsung.

Meskipun semakin luas jejaring sosial yang dapat dilakukan masyarakat, bukan berarti media sosial tidak mempunyai efek buruk. Salah satunya pada orang yang menggunakan medsos sebagai media membacanya, ketika hate speech atau komentar negatif yang dengan mudah ditujukan pada orang melalui media sosial tanpa harus mengenal. Bukan tanpa alasan, masalah ini mempunyai berbagai dampak buruk bagi kesehatan mental. Bahaya membaca komentar negatif di media sosial pun beragam. Mulai dari kecemasan atau kegelisahan, menurunnya percaya diri, hingga efek depresi. Dengan begitu, berbagai bahaya membaca komentar negatif ini perlu dipahami dengan baik. Hal ini bisa mendorong Anda untuk lebih bijak dalam menggunakan dan menyikapi berbagai hal di media sosial. Dampak buruk lainnya seperti, rentannya informasi yang kita baca tidak jelas kebenarannya yang dapat membuat kita terjerumus dan mudah percaya dengan berita yang salah. Mata yang mudah lelah atau bahkan bisa mengalami kerusan juga menjadi dampak negatif membaca dengan media tersebut.

Alasan mengapa seseorang lebih menyukai membaca hal yang cenderung memiliki sedikit pengetahuan dan dampak baik untuk dirinya adalah karena seseorang lebih merasa kesepian, dan juga seseorang merasa jika media sosial adalah sebuah room untuk saling berkomunikasi satu sama lainya, tulisan dan juga setiap hal yng di baca merupakan ungkapan hati dan tidak berbelit untuk dipahami oleh kepala ...medsos cenderung lebih di butuhkan karena tidak membosan kan ,tidak semata mempokuskan pikiran dan mata untuk membacanya ,tulisan di medsos memiliki kebahasaan yang lebih mudah di pahami oleh siapapun. Namun kembali pada dampak buruk nya kini buku buku hanya di baca ketika seseorang mencari hal yng lebih luas , karna faktor media sosial ternyata tidak memiliki akses ilmu yang lebih banyak dari buku itulah mengapa buku memiliki julukan sebagai"jendela dunia",kecanggihan sebuah gedget tidak bisa menandingi sebuah pengetahuan yang terkandung dalam buku buku besar. Bahaya lainya adalah ketika media sosial mengunggah suatu ilmu dalam beberapa laman web yang tersedia ,beberapa laman tersebut bersumber padahal yng tidak memiliki kejelasan yang pasti sehingga seseorang akan keliru dan tersesat, hal yang begitu mudah untuk mencari kebenaran melalui buku yang sudah pasti kebenaranya.

Modernisasi adalah keadaan di mana zaman berubah dari yang tradisional menjadi lebih modern atau lebih maju. Keadaan ini memang memberikan keuntungan  untuk masyarakat. Tapi keadaan modernisasi ini juga memberikan banyak dampak salah satunya minat baca pada masyarakat.

Masyarakat sekarang cenderung memilih untuk bermain gadget daripada membaca buku. Menurut UNESCO, Indonesia berada diurutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. UNESCO menyebutkan minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca. Hal tersebut bukanlah hal yang membanggakan, dari data tersebut kita sudah bisa mengetahui bahwa kita harus segera memperbaikinya dan meningkatkan minat literasi di negara ini.

Banyak faktor yang menyebabkan kurangnya minat baca di Indonesia. Terdapat faktor internal dan juga faktor eksternal. Faktor internal meliputi hal hal pada individu, seperti persepsi, motivasi atau Perasaan (mood) kurang baik yang membuat malas untuk membaca buku. Faktor eksternal juga meliputi beberapa hal, misalnya lingkungannya yang jarang membaca buku, mahalnya harga harga buku dan perkembangan teknologi.

Untuk meningkatkan minat baca tentu saja kita harus memperbaiki faktor penyebab yang menjadi penghambat. Tidak hanya faktor internal, namun faktor eksternal juga harus diperbaiki secepatnya. Agar masalah seperti ini tidak menjadi sebuah kebiasaan didalam masyarakat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone