Mohon tunggu...
Veronica Rompies
Veronica Rompies Mohon Tunggu... Wiraswasta - hobi ngomong, omongannya ditulis. haha.

Lulus tahun 1998 dari Universitas Darma Persada, Jakarta jurusan Sastra Inggris D3. Memulai bisnis furniture sejak tahun 2000 di Jepara, hingga saat ini.

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

Gangguan Mental pada Remaja, Bagaimana Menghadapinya?

25 Januari 2023   17:19 Diperbarui: 27 Januari 2023   14:52 180
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi gangguan mental pada anak (Sumber: shutterstock)

Mental health, rangkaian kata yang sedang trend saat ini di antara kalangan muda. Banyak pula digunakan untuk sebuah excuse untuk kondisi apapun. Menghadapi pelajaran, ujian, teman-teman, pacar atau bahkan pekerjaan bagi banyak fresh graduate yang memasuki dunia kerja. 

Gangguan mental sejak beberapa tahun lalu memang jadi isu menarik bagi banyak remaja, hingga mereka yang menuju usia dewasa.  

Jika dulu gangguan mental menjadi hal yang memalukan, kini dianggap keren oleh banyak anak muda, dalam prosesnya menuju dewasa.  

Psikiater saya sempat cerita tentang remaja SMA yang datang padanya, kebetulan memang terdiagnosa bipolar.  

Setelah melalui pengamatan dalam beberapa kali konsultasi, dengan hati-hati ia mengatakan hasil diagnosanya.

"Mba, setelah mengamati beberapa gejala yang anda alami, saya pastikan ini adalah gangguan bipolar, ya."  Ia mengatakan itu dengan lembut agar mengurangi efek kaget dan mungkin kekecewaan yang akan timbul. Namun, remaja yang mendengar ucapannya malah tidak bisa menyembunyikan senyum, kemudian langsung mengambil HP-nya untuk update status di beberapa akun sosmed miliknya.

Sayangnya, jarang yang benar-benar memperhatikan kesehatan mentalnya dengan pergi ke psikolog atau psikiater.  

Mereka lebih memilih sedikit membaca dari internet, mengikuti quiz mental health, lalu melakukan self diagnose dan menggunakan alasan itu untuk sehari-hari. Seringkali tujuan utamanya sangat bodoh agar terlihat keren.  

Kedua, mencari perhatian lebih, ketiga sebagai alasan untuk ketidakmampuannya atau kemalasannya menyelesaikan tanggung jawab.

Gangguan Mental, Hidup Jadi Lebih Mudah 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone