Mohon tunggu...
Reynal Prasetya
Reynal Prasetya Mohon Tunggu... Penulis - Broadcaster yang hobi menulis.

Mencoba kritis terhadap isu-isu dan fenomena Sosial Budaya. Tertarik juga dengan bidang Psikologi, Sains, Politik dan Filsafat.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Personal Branding Menentukan Popularitas Fajar Sadboy

26 Januari 2023   11:52 Diperbarui: 26 Januari 2023   12:00 114
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Youtube.com/Raditya Dika

Tak hanya dalam urusan bisnis, branding juga penting dilakukan oleh seseorang ketika ingin sukses menjadi selebriti. Karena dengan branding inilah seorang selebriti akan senantiasa dilihat dan diingat oleh penggemarnya.

Dalam kajian Psikologi dan ilmu-ilmu pengembangan diri, upaya ini disebut personal branding. Bagaimana seseorang akan senantiasa eksis dan mudah dikenali tergantung dari personal branding yang ia buat dan ciptakan.

Menjadi terkenal di zaman serba digital ini tentu tidaklah susah, namun membuat kita senantiasa diingat oleh publik setelah terkenal itu yang cukup susah. Ada usaha dan upaya yang perlu kita lakukan apabila ingin tetap eksis sebagai figur publik.

Sebagai contoh, tak sedikit muncul artis-artis baru dilayar kaca dan dijagat maya berkat jalur yang disebut "Viral". Kehadirannya pun begitu populer dan menjadi pemberitaan dimana-mana, namun tak berselang lama, namanya pun kembali redup bak tersapu angin entah kemana. Itu karena sosok yang bersangkutan tak memiliki kekhasan atau "karakter" yang bisa dijual di dunia hiburan.

Seseorang menjadi terkenal karena viral seringkali terjadi karena "ketidaksengajaan". Amat jarang ada orang yang mencoba menyengajakan diri lalu menjadi viral. Terkecuali orang tersebut melakukan hal-hal yang diluar nalar, diluar kebiasaan, atau memicu kontroversi, maka itu bisa disebut sebagai keviralan yang disengaja.

Karena untuk dapat terus diingat dan eksis di publik itu perlu usaha. Bahkan tak jarang proses untuk membangun citra diri itu pun membutuhkan waktu yang tidak sebentar hingga bertahun-tahun. Tapi apabila konsisten, lambat laun publik pun akan terbiasa dan mulai menikmati "karakter" baru hasil personal branding yang sudah tercipta itu.

Kita mungkin tidak akan begitu kenal dengan sosok bernama Muhammad Azis, siapa orang ini? Tapi kalau ada yang menyebut nama "Azis Gagap" sontak pikiran dan ingatan kita pasti akan tertuju pada seorang komedian yang mempunyai rambut khas yang lucu dengan jambul pirang seuprit.

Masih banyak juga orang yang mungkin belum mengenal sosok bernama Marcel Radhival, siapa orang ini? Tapi kalau ada yang menyebut "Pesulap Merah" hampir semua pengguna medsos pasti tahu orang ini. Ingatan dan pikiran kita akan otomatis tertuju pada sosok pesulap dengan ciri kostum berwarna merah-merah.

Seperti itulah yang dimaksud dengan personal branding. Nama mereka tidak mudah redup dan semakin eksis karena mereka mempunyai ciri khas, karakter yang mudah dikenali dan akan selalu diingat oleh publik. Personal branding itu menjadi semacam pengikat agar banyak orang mudah mengenali dan menjadi pembeda dari yang lain.

Lalu bagaimana dengan sosok Remaja viral bernama Fajar yang kini tengah naik daun? Apakah anak 15 tahun ini bisa mempertahankan kepopulerannya dan terus eksis di dunia hiburan setelah ia menjadi bintang tamu diberbagai acara TV dan diundang oleh banyak artis dikanal Youtubenya?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone