Mohon tunggu...
RIA ANISA
RIA ANISA Mohon Tunggu... Penulis - Pembelajar

Penulis kaku dan lugu

Selanjutnya

Tutup

Hobby Pilihan

Menulis Setanding Menjahit

18 Januari 2023   22:27 Diperbarui: 21 Januari 2023   20:10 74
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hobi. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Menjahit dan menulis memiliki kesamaan yang cukup bila disayembarakan. 

Pertama, menulis dan menjahit sama-sama membutuhkan jam terbang. Sama halnya dengan menulis, semakin sering kita berlatih menjahit akan semakin pandai atau setidaknya kita akan merasa lebih mudah ketika menjalaninya dibandingkan ketika awal-awal mempelajarinya. Di awal belajar menulis mungkin seseorang akan menghabiskan waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari untuk menyelesaikan sebuah naskah artikel, kata-kata harus dibongkar pasang, ditulis lalu dihapus kembali. Penulis pemula menghadapi kebingunagan cara merangkai kata dan kalimat. Seiring berjalannya proses, dan hasil jam terbang penulis mempu menyelesaikan satu artikel dalam waktu hitungan jam atau bahkan hitungan menit. Begitupun dengan menjahit, di awal-awal belajar penjahit pemula harus berupaya keras menyelesaikan satu baju. Sangat mungkin, satu projek baju harus diselesaikan dalam hitungan minggu, mengalami proses jahit dan dedel berkali-kali. Ketika penjahit sudah sering berlatih, satu baju bisa diselesaikan dalam hitungan jam saja. Jam terbang tak bisa bohong.

Kedua, Menjahit dan menulis sama-sama hasil rangkaian. Menjahit itu merangkai potongan kain demi kain di rajut menggunakan benang lalu jadilah pakaian.  Komposisi pemilihan potongan kain yang dijahit dapat menghasilkan hasil pakaian yang menarik. Begitupun juga tulisan, tulisan adalah rangkaian dari beberapa kata yang disatukan jadi kalimat, kalimat dirangkai dengan menggunakan alur pikiran jadilah naskah. Pemilihan kata yang tepat akan menghasilkan naskah yang menarik pula.

Ketiga, berat jika dibayangkan. Saat belajar menjahit, berat terbayang bagaimana sebuah pakaian akan dibuat, cara memotong kainya bagaimana, bila pakaian telah jadi, apakah hasilnya sesuai dengan harapan? Dalam konteks menulis, ada istilah mental block, mengkhawatirkan bagaimana tulisannya. Penulis pemula khawatirkan hasil tulisannya akan bagus atau tidak, apakah pembaca akan menyukai tulisan atau tidak. Jika penulis pemula ataupun penjahit pemula menggali dan terus menerus membayangkan perasaan tersebut, dijamin projek tulisan atau jahitan itu tidak akan pernah selesai.  Maka perlulah terus berlatih dalam dua pekerjaan tersebut. Bila menulis dan menjahit dilakukan berulang kali akan membangun rasa percaya diri. Rasa ini menjadi modal penting untuk membunuh mental block dalam penulisan dan menjahit. mental block seringkali menjadi penghambat bahkan alasan seseorang berputus asa dalam proses belajar.  

 Keempat, Kerap kali orang mengatakan bahwa menjahit dan menulis adalah pekerjaan yang membutuhkan mood. Bagi seorang penjahit, ada kalanya membutuhkan selera dan semangat tertentu untuk menyelesaikan proyek jahitan dan tulisannya. Bagi seorang penulis pun demikian, ada saatnya dia membutuhkan mood tertentu untuk menyelesaikan tulisannya. Tapi mendengar beberapa tips dari para ahli dan para penulis ataupun para desainer mengatakan bahwa ketika pekerjaan yang kita lakukan menuruti mood dari diri kita maka itu akan sulit. Menurut para ahli, bakat menulis atau bakat itu tidak ada, bahwa keahlian yang didapat karena latihan terus menerus. Bagaimana jika mood susah kita dapatkan untuk menulis ataupun menjahit? Kita bisa rubah mind set bahwa mood dirubah menjadi kebutuhan dan suatu pekerjaan rutin. 

Kelima, usaha tidak menghianati hasil. Ketika penjahit atau penulis tekun belajar maka akan adanya peningkatan kualitas rasa, baik itu rasa percaya diri, yakin atau bangga. Rasa ini begitu penting mengatasi penyakit menulis ,writer block, atau penyakit menjahit, sebut saja trailor block (istilah yang belum lazim). Mula waktu belajar butuh energi ekstra meyakinkan diri untuk memulainya. bagi pemula, perasaan blok itu begitu berat dilawan, butuh keyakinan penuh. Contoh pemikiran blok “ada banyak sekali desainer atau penjahit yang terkenal, jika kita belajar menjahit akan menjadi apa?”, “ilmuwan handal sudah banyak”. Maka itulah pentingnya rasa bangga terhadap karya sendiri, bangga mampu menghasilkan sebuah karya jahit bagi seseorang.  Begitu pula dengan menulis, walau tulisan tak mampu mengalahkan teori dari orang-orang terkenal namun tulisan kita mampu mengekspresikan rasa yakin diri. 

Keenam, Sulit dipungkiri bahwa kuantitas tulisan mempengaruhi kualitas tulisan, begitu pula dengan menjahit. Dengan catatan penulis memiliki tekat berproses dan selalu belajar dari kesalahan atau kekurangan dari karya sebelumnya. Bila ada bagian tulisan yang salah, jangan ragu untuk mengedit, bila ada bagian baju yang belum sempurna, maka jangan ragu mendedel   dan menjahit ulang. Seperti logika mendaki gunung, bila terus mendaki, posisinya akan semakin tinggi dan akhirnya mencapai puncaknya. Puncak dari menulis dan menjahit yaitu keahlian. 

Ketujuh, Support system. “menjahit dan menulis ribet amat Support system butuh Support system segala?”. Biar keduanya terlihat pekerjaan gampangan, tapi nyatanya banyak orang putus asa dan meninggalkan pekerjaan gampangan itu. Dukungan menjadi salah satu faktor yang sangat penting untuk mendorong penjahit dan penulis pemula untuk terus berproses. Tidak semua orang dapat kontinu melakukan suatu pekerjaan yang dihadapinya sendirian. Ada sebagian orang yang menyukai aktivitas bila dilakukan secara kolektif, saling menyemangati, saling membantu satu sama lain. Tipe ini membutuhkan sebuah komunitas Untuk dapat bertahan terus belajar menulis dan menjahit. Tak heran jika saat ini menjamur platform menjahit atau menulis secara daring maupun luring. 

Tujuh persamaan antara menjahit dan menulis yang sekiranya bermanfaat bagi mereka yang memiliki kedua hobi ini. cukup saja rasanya mendalami persamaannya, karena jika menelisik soal perbedaannya, tentu lebih banyak lagi. Sejatinya menulis dan menjahit adalah dua pekerjaan yang tidak bersinggungan satu sama lainya.  

Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone