Mohon tunggu...
YUSRIANA SIREGAR PAHU (BUNDA)
YUSRIANA SIREGAR PAHU (BUNDA) Mohon Tunggu... Guru - GURU BAHASA INDONESIA DI MTSN KOTA PADANG PANJANG

Nama : Yusriana, S.Pd, panggilan : Yus. Lahir : Sontang Lama, Pasaman. pada Minggu, 25 Mei 1975, beragama Islam dengan riwayat pendidikan SD Negeri Sontang Lama, MTsN Lubuk Sikaping, MAN Lubuk Sikaping, S1-FKIP UMSB.Rencana S2-UNP Jurusan: Bahasa Indonesia. Hobi: Membaca, menyanyi, baca puisi, dan memasak.Kategori tulisan paling disukai artikel edukasi dan cerpen.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Puisi: Nasihat Penjual Cabai Kepadaku tentang Jangan Mencuri, Bu!

26 Januari 2023   08:47 Diperbarui: 29 Januari 2023   09:15 101
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Jangan mencuri, Bu, nasihat si penjual cabai di hari Senin itu kepadaku ketika aku bilang mencuri beli cabai ke pasar ketika jam istirahat siswa di sekolah karena guru tak berhak atas jam istirahat ke luar gerbang sekolah dari terbit mata hari hingga masuk waktu dzuhur meski hanya membeli seperempat cabai giling.

Jangan mencuri, Bu, nasihat si penjual cabai ketika aku bercerita di hari Rabu, " Mencuri menjemput buah hati di sekolah jelang Ashar karena guru tak ada jadwal menjemput anak dalam buku agenda guru apalagi kalender pendidikan dari pusat."

Jangan mencuri, Bu, nasihat si penjual cabai di hari Jumat ketika aku mencuri membeli ayam, ikan, tahu, dan tempe karena guru tak ada jadwal ke pasar meskipun hari Senin dan Jumat hari Pasar di kota kami karena guru dari terbit matahari hingga terbenam matahari bercengkrama dengan anak dalam dalih full day school.

Jangan mencuri, Bu, nasihat si penjual cabai lagi ketika hari Minggu  aku bercerita mencuri ke pasar sebentar untuk membeli cabai, kentang, timun, dan semangka untuk selang-seling kudapan kami di rumah sebelum pergi arisan RT dan arisan sekampung dan kadang goro bersama di masjid atau di komplek.

Jangan mencuri, Bu, nasihat penjual cabai ketika aku bercerita mencuri beli cabai sebelum menghadiri pernikahan atau resepsi alumni, anak teman, anak saudara di antara menumpuknya kain setrikaan dan anjangsana ke panti asuhan atau saudara di bawah gsris kemiskinan.

Jangan mencuri, Bu,  nasihat penjual cabai ketika aku bercerita, mencuri shalat ke rumah karena air di sekolah tak ada dan kadang ingin BAB karena aku malu BAB di sekolah takut merebak baunya di antara hidung-hidung rekan-rekan sesama guru apalagi berbunyi peret---peret---peret.

Nasihat si penjual cabai, minta izin saja dan jangan bilang mencuri karena mencuri itu dosa dan meminta izin itu boleh maka gantilah kebiasaan berbahasa, ' Mencuri waktu membeli cabai saat anak istirahat, mencuri beli ikan, ayam, daging, tahu, tempe di hari pasar, mencuri jemput anak sebelum Ashar menjelang, mencuri ke pasar membeli kudapan, dan mencuri shalat ke rumah meski dengan alasan air tak ada.

Keterangan:

Jadi di Sumatera Barat jika ada kesibukan maka akan muncul kosakata 'mancilok' artinya mencuri.

Misalnya, " Dicilok an bali lado ka pasa dulu anak sadang istirahat, ko!"

Artinya, dicuri dulu membeli cabai ke pasar karena anak sedang istirahat sekarang.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone