Mohon tunggu...
Rixza Brilians aldiansyah
Rixza Brilians aldiansyah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Seorang Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Peran Keilmuan Teknik Industri terhadap Potensi Kewirausahaan Menuju Indonesia Emas 2045

26 Januari 2023   07:14 Diperbarui: 26 Januari 2023   07:30 77
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Pada tahun 2045 bangsa Indonesia akan menyambut kebangkitan kedua dimana usia kemerdekaannya mencapai 100 tahun. Pada saat itu Indonesia berada di tahun emas, dengan generasi emas Indonesia. Generasi emas 2045 sebagai kekuatan utama guna membangun Indonesia yang maju dalam berbagai bidang, baik sains dan teknologi maupun ekonomi, serta mampu mengatasi berbagai permasalahan. 

Dalam mewujudkan impian tersebut disusun Visi Indonesia Tahun 2045 dengan 4 (empat) pilar, yaitu Pembangunan Manusia serta Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, (2) Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, (3) Pemerataan Pembangunan, serta (4) Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Kepemerintahan.

Indonesia pada tahun 2045, berada pada kondisi jendela demografi dimana jumlah penduduk usia produktif yaitu usia 15-64 tahun melebihi jumlah penduduk usia non-produktif. Hal tersebut dapat berdampak pada dua hal yaitu bonus demografi dan kutukan demografi. Bonus demografi terjadi apabila sumber daya manusia Indonesia berkualitas.

Sehingga menjadi potensi bagi Indonesia untuk mengembangkan ekonominya. Akan tetapi apabila sumber daya manusia tidak dikelola dengan baik, akan menjadi kutukan demografi yang menyebabkan banyaknya pengangguran. Ditinjau dari data Badan Pusat Statistik, tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2022 sebesar 5,83 persen dari 275,77 juta jiwa penduduk Indonesia. 

Pengangguran merupakan salah satu penyakit ekonomi yang sangat berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi. Pengangguran mengakibatkan orang tidak memiliki pendapatan dan mendorong mereka jatuh ke jurang kemiskinan.

Untuk mengatasi masalah pengangguran, diperlukan visi Indonesia 2045 yaitu Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menunjang ekonomi berkelanjutan adalah dengan adanya industri dan ekonomi kreatif. Modernisasi industri difokuskan pada industri pengolahan sumber daya alam (SDA) berbasis kawasan dan sentra industri dengan integrasi rantai pasok dan rantai nilai dari hulu ke hilir, yang didukung oleh inovasi, sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

Perkembangan dunia perindustrian tidak hanya didominasi pabrik yang berskala besar, tetapi juga usaha kecil dan menengan (UMKM). Hal tersebut didasari oleh minat berwirausaha untuk menciptakan peluang kerja. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya, kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif.

Karakteristik konsumen yang konsumtif mendorong dikeluarkannya produk pasar yang inovatif dengan harga yang kompetitif. Sehingga pelaku usaha membutuhkan kompetensi manajerial yang baik, keberanian mengambil resiko, memiliki motivasi yang kuat dan kreatif serta inovatif. Motivasi menyebabkan seseorang berusaha untuk mencapai tujuan. Disamping itu motivasi juga berperan dalam membentuk perilaku dan mempengaruhi kinerja perusahaan. 

Sementara itu, berani mengambil resiko yang telah diperhitungkan sebelumnya merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap resiko yang akan diambil. Wirausaha yang sukses dimulai dengan keinginannya untuk memulai bermimpi dan berani menanggung resiko dalam upaya mewujudkan mimpinya tersebut.

Seorang wirausaha juga membutuhkan managerial skill, terkait dengan kemampuan mengelola sistem usaha. Conceptual skill, terkait dengan kemampuan menyusun rencana kerja maupun strategi pengembangan usaha. Human skill, yang merupakan kemampuan memahami, mengerti, berkomunikasi, dan berelasi. Decision making skill, merupakan kemampuan merumuskan masalah dan mengambil keputusan. Selain itu wirausahawan juga mempunyai time management skill, yang terkait dengan kemampuan mengatur dan menggunakan waktu. Kompetensi yang dibutuhkan oleh seorang wirausahawan dapat diperoleh melalui keilmuan Teknik Industri.

Ilmu Teknik Industri akan membantu dalam penyusunan strategi persaingan yang kompetitif melalui perencanaan produksi barang dan jasa, termasuk didalamnya perancangan desain kreatif, perencanaan kebutuhan bahan baku, tenaga kerja, permesinan, pengelolaan finansial, pengelolaan prosedur atau tata cara kerja, pengelolaan penggunaan energi, hingga penilaian mutu barang dan jasa yang dihasilkan, dengan tetap memperhatikan faktor lingkungan melalui minimasi limbah hasil produksi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone