Mohon tunggu...
Robertus Dagul
Robertus Dagul Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Menulis merupakan bentuk kontemplasi untuk menemukan kejernihan pikiran terhadap fenoemena yang terjadi.

Selanjutnya

Tutup

Politik

Menyambut Pilpres 2024 dan Kerelaan Menerima yang Diutus

25 Januari 2023   23:33 Diperbarui: 25 Januari 2023   23:36 67
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Ia yang santun penuh tawa, bertutur dalam cara seperti rakyat kelas bawah. Jalannya penuh apik. Lambaian tangan pada seribu pasang mata yang menyambutnya penuh peluh sembari sambut dengan perasaan iba. Mereka bukan hanya sekedar simpatisan. Tapi rakyat yang mengakar. Mensyukuri pemimpin yang lahir dari kelas paling bawah. Ia sosok yang sederhana. Ia lebih dikenal
dengan nama Jokowi.

Menyoal Jokowi, memang tiada habisnya diceritkaan oleh kelas menengah ke bawah. Putra Solo yang tidak kurang dari beragam sindiran ditengah menjabat sebagai presiden.

Tidak terasa, kepemimpinan Presiden Jokowi selama 10 tahun tinggal setahun lagi. Narasi pergantian kepemimpinan pun sudah mulai di dengungkan pada ratusan juta perbincangan rakyat Indonesia. Menandakan, kita akan kembali merayakan pesta demokrasi 2024.

Perbincangan tersebut tidak lain adalah mencari putra terbaik bangsa yang layak dan pantas menjadi nahkoda bagi seluruh rakyat yang menghuni Sabang sampai Merauke.

Kerap kali menjelang pesta Demokrasi, riak-riak seputar sosok yang akan menggantikan Presiden pun terus menggelora memenuhi ruang perbincangan di ruang publik. Tidak sedikit yang mulai membaranding dirinya di jagat sosial media. Agar simpatisan dan komentar positif akan terus langgeng menjadi alasan untuk di usung.

Bahkan yang tidak kalah pentingnya adalah mereka yang seolah-olah menginginkan dirinya dalam diam. Kerja tim senyap-senyap. Membentuk berbagai komunitas pun sudah mulai di lakukan di berbagai provinsi. Ada yang tumbuh lantaran karena gerakan moral yang demi mengharap sosok pengganti yang layak dan mirip seperti Jokowi.

Begitupun Deklarasi mantan Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang secara resmi sebagai calon Presiden yang diusung Partai Nasdem, disusul dua nama yaitu Andika Perkasa dan Ganjar Pranowo Deklarasi secara resmi pada, Senin 3 Oktober 2022 di Jakarta.

Sejumlah nama dari beberapa partai misalnya, ada Puan Maharani dan Ganjar Pranowo dari PDIP. Airlangga Hartato selaku Ketua Umum Golkar dan sejumlah nama lainnya yang ramai menjadi perbicangan di sosial media.

Nama-nama mereka di usung atas dasar, mereka adalah putra terbaik negeri ini. Mereka yang menjadi penguasa partai atau ketua umum partai tentu mempunyai kewenangan penuh untuk mencalonkan diri dan juga memberikan tiket kepada yang dipercayakan partai.

Tidak ada yang bisa dielakkan, bahwa yang mendapat tiket adalah mereka yang secara survei memenuhi standar yang berlaku. Sesuai dengan tingkat responsibilitas masyarakat terhadap jagoannya.

Kerelaan Menerima Yang Diutus

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone