Mohon tunggu...
Shintia Puji Utami
Shintia Puji Utami Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Statistika Universitas Airlangga

Membaca dan menulis

Selanjutnya

Tutup

Diary

Rusaknya Persahabatan Hanya Karena Uang?

24 Januari 2023   19:29 Diperbarui: 24 Januari 2023   19:33 26
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Siapa di dunia ini yang tak mengenal uang? Uang menjadi suatu barang yang ketika kita mampu memiliki akan memberikan rasa kesenangan tersendiri bukan? Yap benar saja. Ada beberapa orang yang mengatakan bahwasanya hidup tak melulu soal keuangan, ada kebahagiaan lain yang bisa diperoleh tanpa melibatkan uang di dalamnya. Namun, benarkah hal demikian?

Sebagai makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan manusia lainnya, tentunya kita akan membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tak sedikit mereka yang kesulitan dalam hal ekonomi akan merasa susah dan gundah gulana kala tak memiliki uang dalam hidupnya. Hal demikian akan bersifat wajar, bahkan bisa membuat seseorang untuk melakukan tindakan keji seperti maling, merampok, mengambil hak orang lain, bahkan ada yang menggunakan ilmu-ilmu jahat agar bisa mendapatkan banyak uang dalam waktu sesaat.

Dampak yang ditimbulkan akibat tak punya uang itu cukup banyak bukan?

Begitupun saat dua orang saling berteman baik, yang awalnya sangat dekat dan akrab bahkan meskipun tak ada ikatan darah sebelumnya. Pertemanan yang sebelumnya baik-baik saja, ketika dihadapkan dengan masalah uangpun bisa berpecah belah begitu saja. Masalah hutang pihutang dengan teman maupun saudara sendiri memang rawan terjadi pertengkaran. Alhasil bisa menjadi saling asing di hari-hari berikutnya.

Oleh karena itu, sebagai manusia kita harus bijak dalam mengatur dan mengelola keuangan. Dalam berteman juga harus mempunyai mental yang baik dan tidak mudah menjadi orang yang suka merepotkan orang lain. Harus senantiasa mengingat juga, bahwasanya tidak ada persahabatan yang benar-benar bersahabat. Intinya tidak semua hal harus kita beritahukan kepada sahabat kita, tetap harus ada privacy untuk menghindari hal-hal buruk yang tak pernah kita harapkan di kemudian hari.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone