Mohon tunggu...
SHOFWAH MUDHOMAH
SHOFWAH MUDHOMAH Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

senang menghindari masalah

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Speech Delay pada Anak, Haruskah Orangtua Khawatir?

26 Januari 2023   08:26 Diperbarui: 26 Januari 2023   08:45 69
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Bahasa merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, dimana anak belajar berbicara, menyimak, membaca, serta menulis sesuai pada tahap perkembangannya. Pada anak usia dini keterampilan berbahasa berfokus pada kemampuan berbicara dan mendengar. Ketika perkembangan bahasa pada anak usia dini sesuai dengan tahapan maka akan membantu tercapainya pembelajaran keterampilan dasar bahasa yang baik.

Bahasa adalah cara untuk anak menyampaikan keinginannya. Bahasa juga bagian penting membangun kedekatan anak dengan orang tua serta lingkungannya. Anak pada umumnya belajar nama-nama benda yang ada disekitarnya sebelum kata-kata yang lain. Oleh karenanya, peran orang tua dalam mengembangkan kemampuan berbahasa anak  sangatlah penting, karena anak mulai belajar berbahasa melalu interaksi dengan orang tuanya.

Namun, masih ada orang tua tidak sadar pentingnya perkembangan bahasa pada anak usia dini sehingga anak dibiarkan saja, bahkan ketika orang tua sadar, namun memberi kebenaran bahwa setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda. Seiring waktu, keresahan orang tua mulai muncul ketika melihat anak orang lain memiliki kemampuan yang belum dimiliki anaknya dan menyadari bahwa anak mengalami speech delay.

Speech delay atau disebut juga dengan keterlambatan bicara pada anak usia dini merupakan suatu kondisi kualitas perkembangan berbicara anak tidak sesuai dengan tahapan atau tahapan anak masih berada dibawah usianya, sehingga anak kesulitan mengekspresikan perasaannya karena kurangnya kosa kata yang anak ketahui.

Dalam perkembangan bahasa, anak belajar dari sebuah pengalaman. Anak usia 4-5 tahun memperoleh kosa kata dengan pengulangan pada kosa kata yang baru dan unik anak dengarkan. Walaupun anak belum memahami arti kata tersebut, namun anak dapat menggabungkan satu kata dengan kata yang lain menjadi sebuah kalimat. Sementara pada tahap anak usia 4-6 tahun bahasa anak mengalami perkembangan, yaitu dapat menyusun dan berbicara dengan kalimat sederhana, dapat melaksanakan tiga perintah lisan dengan sederhana, menggunakan serta menjawab beberapa kata tanya, dan mengenal tulisan sederhana.

Speech delay pada anak dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari anak, yaitu berakibat sulitnya bersosialisasi, kesulitan ketika belajar, dan kesulitan melakukan kegiatan bekerja saat anak dewasa nanti. Oleh karena itu, perkembangan otak dan kecerdasan anak berpengaruh terhadap kemampuan berbahasa anak. bahasa merupakan alat bantu belajar anak, sehingga ketika anak mengalami speech delay, hal itu akan mempengaruhi perolehan belajarnya.

Selain itu, faktor jenis kelamin juga dapat mempengaruhi perkembangan bahasa anak. banyak penelitian mengatakan perkembangan bahasa anak perempuan lebih cepat daripada anak laki-laki, sehingga anak perempuan dapat lebih cepat berbicara dibandingkan laki-laki. Hal ini dikarenakan perempuan mempunyai perkembangan perolehan kosa kata yang lebih cepat dibanding anak laki-laki.

Faktor lain yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak adalah kondisi fisik anak. Ketika organ pendengaran, organ bicara, dan sistem neuromuscular nya di otak berfungsi dengan baik dan efektif, maka perkembangan bahasa anak bisa berjalan dengan normal. Tidak hanya itu, faktor lain yang mendukung perkembangan bahasa anak adalah lingkungan keluarga dimana lingkungan ini adalah lingkungan terdekat bagi anak, sehingga perlu dimaksimal dalam memfalisitasi perkembangan bahasa anak. 

Fasilitas yang dapat diberikan pada anak, yaitu orang tua dan keluarga aktif terlibat berbicara dengan anak, seperti membacakan anak cerita, banyak mengajukan pertanyaan, dan selalu berikan tanggapan. Perlu juga mengajak anak berkeliling dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Interaksi sosial ini juga perlu diperhatikan oleh orang tua. 

Data yang diperoleh CNN pada minggu 24 Juli 2022, jajak pendapat teranyar yang dilakukan Bebelac menemukan, sebanyak 14,8 % orang tua membenarkan anaknya mengalami speech delay dikarenakan minimnya interaksi sosial akibat pandemik. Dari data tersebut, sudah terlihat bahwa interaksi sosial berpengaruh terhadap perkembangan bahasa anak.

Kondisi ekonomi juga dapat mempengaruhi perkembangan bahasa pada anak. Anak-anak dari kelas ekonomi menengah keatas terbilang mempunyai perkembangan bahasa yang lebih cepat daripada anak-anak dari keluarga kelas ekonomi rendah. Ini dikarenakan orang tua dari keluarga menengah keatas kemungkinan mempunyai porsi pendidikan yang memadai untuk memfalisitasi perkembangan bahasa pada anak, yaitu dengan menyediakan alat belajar seperti buku alat tulis dan media belajar lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone