Mohon tunggu...
Shofi Kamila
Shofi Kamila Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Dreamers

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Kilas Balik Ketangguhan Kesehatan Mental pada Nakes Saat Masaa Pandemi Covid-19

25 Januari 2023   22:03 Diperbarui: 25 Januari 2023   22:09 47
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Pandemi covid-19 terjadi pada akhir tahun 2019 dan kasus melonjak pada tahun 2020. Pada tersebut hampir semua negara tumbang, dari segi ekonomi, Pendidikan, SDM, tempat wisata hingga terjadi pada lingkup tenaga kesehatan. Bukan hanya obat-obatan yang membutuhkan pasokan vaksin, pcr, masker, namun lebih dari itu, yaitu tenaga kerja kesehatan membutuhkan banyak sekali relawan . Pasalnya pada saat pandemi banyak sekali nakes tumbang saat bertugas. Dokter, perawat, volunteer dan relawan kesehatan hingga mahasiswa yang ikut terjun dalam pandemi banyak sekali yang gugur. Hal tersebut bukan hanya karena virus pandemi covid-19 yang mudah menular, tapi juga bisa disebabkan kesehatan mental pada nakes.

Kesehatan mental menurut seorang ahli Kesehatan merriem webster merupakan suatu keadaan emosional dan psikologi yang baik, dimana individu dapat memanfaaatkan kemampuan kognisi dalam komunitasnya dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari (2019). Pandemi covid-19 membutuhkan pemikiran jernih karena pada masa tersebut banyak sekali "badai nalar" yang membuat orang mengalami kegelisahan dan kehilangan arah. Tidak hanya itu adanya panic buying atau banyaknya oknum yang memanfaatkan keadaan pandemi untuk mencari keuntungan, dengan cara menimbun masker hingga APD, lalu melambungkan harga yang melebihi nalar.

Lalu adanya informasi yang berkesan memberikan sisi negatif dan banyaknya berita-berita yang simpang siur, hal ini mempengaruhi masyarakat tidak mendukung strategi pemerintah dalam penurunan kasus pandemi. Dampak dari berita tersebut tidak lain adalah banyaknya masyarakat yang tidak mau vaksin, hingga tidak mau  berdiam dirumah padahal sedang diberlakukan PPKM. Hal inilah yang membuat lonjakan pasien di penjuru rumah sakit penuh.

Apabila kecemasan terjadi secara terus menerus, dapat memperburuk kondisi kesehatan mental dan menimbulkan gangguan serius, seperti gangguan kecemasan, gangguan obsesif-kompulsif, stress, dan gangguan terikat trauma. Hal ini terjadi pada tenaga Kesehatan, bukan karena melonjaknya kasus pandemi tapi juga karena adanya stigma dan deskriminasi terhadap tenaga Kesehatan yang menjadi lini terdepan. Contoh deskrimasi dan stigma masyarakat yaitu  menutup akses, diusir dari tempat tinggal, dikucilkan hingga dilarang memakai fasilitas umum, karena mereka berfikir tenaga kesehatan juga bisa memicu tertularnya covid-19. Sebagian Kesehatan mental pada nakes menjadi menurun karena menambahnya rasa kecemasan di lingkungan masyarakat.

Pada dasarnya nakes memiliki prevelensi yang tinggi kecemasan, depresi,stress dan insomnia namun juga memiliki prevelensi tinggi pada Post-Traumatic Disorder (PTSD) karena melakukan pekerjaan yang komplek terjun langsung untuk mengurangi wabah pandemi. Kesehatan mental merupakan kemampuan adaptasi seseorang dengan dirinya sendiri dan dengan alam sekitar secara umum, sehingga merasakan senang, bahagia, hidup dengan lapang, berperilaku sosial secara normal, serta mampu menghadapi dan menerima berbagai kenyataan hidup.

Tenaga Kesehatan telah mengetahui berapa besar dedikasi untuk masyarakat yang terkena pandemi, sehingga mereka mampu mengelola stress menjadi suatu hal yang lebih bermakna atau, mencari peluang dan celah positif yang dapat menimbulkan semangat serta menghindari sikap takut akan adanya wabah pandemi yang sangat melonjak pada tahun2020. Bersikap optimis berpikir positif, hingga membina kehidupan spiritual merupakan hal yang bisa dilakukan untuk menjaga mental yang stabil. Lalu mulai adaptasi, membiasakan diri pada lingkungan sekitar. Tenaga Kesehatan memiliki peran yang begitu mulia dari segala sisi, hampir tidak mementingkan kehidupan individu, jadi kita sebagai masyarakat seharusnya juga tidak menganggap tabu upaya pertolongan yang dilakukan oleh pihak tenaga Kesehatan, karena saat kita mempercayai disitulah mereka merasa percaya diri dan beban pikiran pun mulai terkondisikan.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone