Mohon tunggu...
Tarsih Ekaputra
Tarsih Ekaputra Mohon Tunggu... Editor - Pembelajar Kehumasan // Komporis Bela Negara

Pembelajar Kehumasan // Komporis Bela Negara // founder cangkrukan bela negara //

Selanjutnya

Tutup

Sosok Pilihan

2024 Perlu Capres Alternatif, Muda, dan Lahir dari Pergerakan

13 April 2022   00:41 Diperbarui: 13 April 2022   22:32 256
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Indonesia saat ini sedang masuk fase bonus demografi dengan tingkat usia produktif yang tinggi, yang mayoritas di antaranya adalah usia-usia yang masih muda. Menurut sensus penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) 2020, jumlah milenial 25,87%, gen-Z 27,94%, dan post GenZ 10,88%. Artinya 64,69% atau 6 dari 10 penduduk Indonesia adalah generasi muda.

Bonus demografi ini selain peluang sekaligus ancaman, terlebih di era yang sangat borderless saat ini, tak sedikit dari anak bangsa yang berada dalam bonus demografi tersebut tak lagi dapat mengenali Indonesia secara utuh dikarenakan derasnya arus https://www.kompasiana.com//tarsihekaputra/6255b943bb44865c0f098b62/2024-perlu-capres-alternatif-muda-dan-lahir-dari-pergerakan dan masuknya budaya global. Belum lagi tantangan yang dihadapi masyarakat dengan semakin tak menentunya harga pangan, bbm dan lainnya. Bagaimana dengan masyarakat di pedesaan atau masyarakat yang tinggal dipinggiran Indonesia tentu juga wajib mendapatkan perhatian.

Untuk itu sangat penting dan stretegis jika saat ini dibutuhkan sosok pemimpin yang selain memahami trend kekinian, juga sangat faham atas apa yang terjadi dan dihadapi rakyat Indonesia. Sebagai contoh langka dan mahalnya minyak goreng, kenaikan bbm dan harga pangan saat ini, sehingga  mendorong munculnya aksi adik-adik mahasiswa untuk turun ke jalan menyuarakan apa yang dihadapi rakyat Indonesia.

Sosok pemimpin yang tak hanya famah anak muda, namun juga lahir dari kerasnya sebuah pergerakan, seorang aktor kebangsaan, dan tentu sangat faham akan permasalahan pedesaan, ini dipandang tepat menjadi Capres alternatif pada 2024.

Hal ini disampaikan oleh Ricky H Sutjipto, founder gerakan sosial Ayo Bela Indonesiaku yang telah lahir sejak tahun 2017 lalu dan fokus pada gerakan cinta tanah air serta Bela Negara.

Saat ditanya siapakah kira-kira sosok yang memenuhi kriteria tersebut, secara singkat dan tegas, Ricky menyebut Budiman Sudjatmiko. Lebih jauh Ricky menjelaskan bahwa Budiman Sudjatmiko adalah politisi dan aktor berkebangsaan Indonesia. Ia dikenal karena ikut melahirkan Undang-Undang Desa. Selain itu ia juga mendirikan gerakan Inovator 4.0 Indonesia.

Tak berhenti disitu, pada tingkat internasional, Budiman terlibat aktif sebagai pengurus Steering Committee dari Social-Democracy Network in Asia (Jaringan Sosial-Demokrasi Asia).

"Banyak lagi prestasinya, saat ini Budiman Sudjatmiko juga memegang posisi sebagai Pembina Utama di Dewan Pimpinan Nasional organisasi Parade Nusantara, yaitu organisasi yang menghimpun para kepala desa dan seluruh perangkat desa di seluruh Indonesia yang memiliki agenda utama memperjuangkan pengesahan RUU pembangunan pedesaan." Jelas Ricky

Kita ketahui bersama, Budiman Sudjatmiko juga Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia yang berisikan akademisi, ahli rekayasa, peneliti, programmer, seniman, dokter dan lainnya yang berhubungan dengan komputasi kuantum, rekayasa genetik, pertanian presisi, kecerdasan buatan, drone, otomatisasi, sumber energi terbarukan, pendidikan, manajemen talenta, dan sosial budaya untuk memicu lompatan Indonesia menuju Revolusi Industri 4.0. Inovator 4.0 Indonesia juga yang memelopori peringatan mengenai Firehose of Falsehood dalam pelaksanaan Pemilu 2019 dan memberikan edukasi untuk mengalahkannya.

"Budiman Sudjatmiko pantas menjadi sosok inspirasi dan panutan publik yang harus menjadi bagian penting dari kemajuan serta kedaulatan bangsa," ujar Ricky.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosok Selengkapnya
Lihat Sosok Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone