Mohon tunggu...
Abdisita Sandhyasosi
Abdisita Sandhyasosi Mohon Tunggu... Psikolog - Penulis buku solo "5 Kunci Sukses Hidup" dan sekitar 25 buku antologi

Alumni psikologi Unair Surabaya. Ibu lima anak. Tinggal di Bondowoso. Pernah menjadi guru di Pesantren Al Ishlah, konsultan psikologi dan terapis bekam di Bondowoso. Hobi membaca dan menulis dengan konten motivasi Islam, kesehatan dan tanaman serta psikologi terutama psikologi pendidikan dan perkembangan. Juga hobi berkebun seperti alpukat, pisang, jambu kristal, kacang tanah, jagung manis dan aneka jenis buah dan sayur yang lain. Motto: Rumahku Mihrabku Kantorku. Quote: "Sesungguhnya hidup di dunia ini adalah kesibukan untuk memantaskan diri menjadi hamba yang dicintai-Nya".

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur Pilihan

Bisnis Rumahan di Jeddah

21 Januari 2023   18:31 Diperbarui: 21 Januari 2023   18:43 139
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Uniq Safa bakul kue di Jeddah.

Uniq, Bisnis Rumahan di Jeddah


Nama bakul kue itu Uniq Safa. Biasa dipanggil Uniq. Ibu empat anak. Lulusan D2 Perpustakaan Universitas Airlangga Surabaya. Sahabat literasi penulis ini pernah bekerja sebagai karyawan di SMP Mundu Surabaya, Kepala Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surabaya.Dan terakhir bekerja sebagai pegawai BKKBN Provinsi Jawa Timur.

Pada tahun 1995, suami Uniq bekerja di perusahaan swasta di Jeddah Saudi Arabia. Karena Uniq masih bekerja sebagai pegawai negeri di Indonesia maka Uniq tidak bisa mengikuti suaminya tinggal di Saudi Arabia.  

Pada tahun 1997, Uniq mengambil cuti ke Saudi dan setelah habis masa cutinya Uniq tidak melanjutkan kariernya sebagai pegawai BKKBN.   Karena, Uniq harus mendampingi suaminya bekerja di Saudi. Tetapi, bagi Uniq hal itu tidaklah mudah. Uniq memerlukan waktu untuk memantapkan hatinya.

Setiap hari Uniq selalu mengadu kepada-Nya di suatu tempat di dekat Masjidil Haram. Uniq memanjatkan doa kepada-Nya memohon agar  diberi hati yang ikhlas. Sehingga ia dapat   mendampingi suaminya  dengan sepenuh hati.

Masya Allah magnet Masjidil Haram sangat kuat dan luar biasa. Sehingga dengan izin-Nya mampu menarik   Uniq untuk  tetap bertahan di Jeddah dan meninggalkan pekerjaannya di Surabaya hingga sekarang.

Setelah tinggal  bersama suaminya dan anak-anaknya di Jeddah, Uniq banyak menghabiskan waktunya di seputar rumah.  Aktivitas sehari-harinya sebagai ibu Rumah Tangga antara lain  memasak, mencuci, dan membersihkan rumah selain meladeni suami dan mengurus anak. 

Rutinitas sehari-hari di rumah yang  cenderung monoton itu membuat  Uniq merasa bosan. Sehingga Uniq membutuhkan kegiatan selingan yang menantang. Lalu uniq membuat cake coklat kesukaan anak-anak dan menitipkan cake tersebut ke Tempat Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Nasyiriyah. Kuenya yang laku hanya 4 potong. Padahal waktu itu sudah ia jual dengan harga  murah, hanya 0,50 Real. Ya, belum takdirnya  mendapatkan laba. Begitu pikirnya.

Setelah gagal berjualan kue, Uniq mencoba memberikan les privat untuk anak-anak Indonesia di Jeddah. Kegiatan les privat tersebut hanya berlangsung selama satu tahun karena Uniq  harus fokus mengurus kehamilan anaknya yang ketiga. Dan tentu saja murid-muridnya akan merasa tidak nyaman. Ketika mereka sedang asyik- asyiknya belajar, tiba-tiba Uniq mau muntah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone