Mohon tunggu...
Umsida Menyapa
Umsida Menyapa Mohon Tunggu... Jurnalis - Humas

Humas Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Obesitas Rawan Penyakit Jantung Terutama Wanita

25 Januari 2023   15:33 Diperbarui: 25 Januari 2023   15:37 14
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ternyata masih banyak yang belum tau perbedaan dampak dari obesitas atau kegemukan antara pria dan wanita. Ketua Pimpinan Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dr dr Sukadiono MM atau yang akrab disapa dokter Suko dalam kegiatan kajian rutin di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menjelaskan cara menjaga kesehatan jasmani. Mulai dari menjeleskan jenis- jenis olahraga hingga dampak buruk dari obesitas yang faktanya berbeda antara pria dan wanita.

Menurut Dr Suko Banyak yang beralasan tidak melakukan olahraga karena setiap hari sudah melakukan aktivitas seperti bekerja, membersihkan rumah dan aktivitas lainnya. Faktanya aktivitas sehari-hari itu berbeda dengan olahraga walaupun sama-sama berkeringat. Olahraga adalah aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dan terukur.

"Karena aktivitas sehari-hari seperti cuci baju dan lain-lain  itu dilakukan dengan hati yang jengkel bukan hati yang rileks," tambahnya.

World Health Organization (WHO) menyarankan olahraga dalam seminggu adalah150 menit. Jenis olahraga dilihat dari sifatnya ada yang bersifat aerobic dan non aerobic. Aerobic adalah olahraga cardio untuk menguatkan jantung dan paru-paru kita. Contoh aerobic atau cardio adalah berenang, jalan kaki, jogging, bersepeda, bulu tangkis, sepak bola, futsal, tenis dan pingpong.

Sedangkan olahraga yang non aerobic adalah olahraga beban seperti sit up, push up dan skipping tujuannya untuk menguatkan otot. Semakin kuat otot kita, semakin besar simpanan energi dalam tubuh kita.

Olahraga juga harus menyesuaikan kapasitas dan kekuatan tubuh kita. Jika kita memaksa meebihi kapasitas diri kita maka akan berakibat fatal. Cara mengukur kapasitas kemampuan olahraga bisa diliat dari denyut nadi caranya 220 dikurangi usia masing-masing.

"Penting untuk mengetahui kapasitas olahraga kita sesuai usia mohon maaf ya untuk yang usia 40 tahun ke atas jangan kemenyek, merasa masih kuat bulu tangkis futsal dan lain lain. Jika over maka bisa menyebabkan kejang jantung sangat keras," jelasnya

"Lebih baik jalan kaki atau jogging untuk usia 40 tahun keatas," imbuhnya.

Selain itu ada juga perbedaan olahraga untuk orang kurus atau gemuk. Orang yang cenderung obesitas berbeda olahraganya dengan orang yang mendekati ideal.

"Olahraga jalan kaki dan jogging itu bisa dilakukan oleh orang yang berat badannya mendekati ideal. Jika obesitas, olahraganya jangan yang menumpu pada lutut maka yang paling baik adalah bersepeda karena orang yang bersepeda berat badannya ditumpu oleh sepeda. Kalau yang over berat badan berolahraga yang menumpu pada lutut dan tungkai maka akan menyebabkan osteoporosis." terangnya

Setelah menjelaskan mengenai olahraga barulah Dr Suko masuk ke dampak obesitas yang ternyata berbeda antara pria dan wanita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone