Mohon tunggu...
Alveenia Afifah Putri
Alveenia Afifah Putri Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi

Seorang wanita 19 tahun dengan hobi, mencari pengalaman diberbagai tempat.

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Cegah Stunting untuk Generasi Maju

23 Januari 2023   22:30 Diperbarui: 23 Januari 2023   22:39 55
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Source : Dinas Kesehatan Aceh  

Stunting adalah salah satu ukuran utama yang digunakan untuk menilai kekurangan gizi pada anak. Hal ini menunjukkan bahwa seorang anak gagal mencapai potensi pertumbuhannya akibat penyakit, kesehatan yang buruk, dan kekurangan gizi. Seorang anak didefinisikan sebagai 'stunted' jika mereka terlalu pendek untuk usia mereka. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan mereka terhambat.

Stunting bukan hanya masalah pada masa kanak-kanak. Ini memengaruhi perkembangan fisik dan kognitif -- dampak yang dapat bertahan sepanjang hidup seseorang. Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa 'kejar tumbuh' adalah mungkin: bahwa beberapa dampak ini dapat dibalik jika kondisi lingkungan membaik secara signifikan. Tapi ini tidak selalu terjadi.

Bagaimana stunting diukur?

Stunting diukur berdasarkan tinggi badan anak relatif terhadap usianya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan kurva pertumbuhan global -- ini menunjukkan lintasan yang diharapkan dari pertumbuhan anak sejak lahir hingga dewasa. Tentu saja, kita tidak mengharapkan setiap orang memiliki tinggi yang persis sama -- ada berbagai faktor, seperti genetika, yang memengaruhi tinggi badan kita dan bukan cerminan dari kesehatan yang buruk atau malnutrisi. Oleh karena itu, kurva pertumbuhan ini menjangkau berbagai ketinggian.

Seorang anak yang tinggi badannya berada di bawah dasar -- yaitu, dua standar deviasi di bawah tinggi yang diharapkan untuk usia mereka -- didefinisikan sebagai 'stunted'. Dalam suatu populasi, prevalensi stunting didefinisikan sebagai bagian anak di bawah usia lima tahun yang jatuh dua standar deviasi di bawah tinggi badan yang diharapkan untuk usia mereka.

Untuk memperkirakan prevalensi stunting, para peneliti menggunakan survei rumah tangga dan demografis, yang mencakup pengukuran pertumbuhan anak, bersama data kesehatan resmi dari pemerintah yang memantau perkembangan anak.

Apa penyebab stunting?


Stunting dapat terjadi sepanjang masa kanak-kanak, tetapi sangat ditentukan oleh "1.000 hari pertama" seorang anak. Ini dimulai dari masa sebelum pembuahan (artinya status gizi ibu sangat penting) hingga ulang tahun kedua anak. Ini adalah saat seorang anak mengalami fase pertumbuhan dan perkembangan yang paling cepat. Stunting terjadi ketika seorang anak tidak memiliki nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Hal ini dapat disebabkan oleh pola makan yang buruk saja, namun seringkali diperparah oleh penyakit dan kesehatan yang buruk.

Ketika seorang anak berjuang melawan kesehatan atau penyakit yang buruk, kebutuhan nutrisinya seringkali lebih tinggi -- ia membutuhkan lebih banyak energi dan nutrisi tidak hanya untuk tumbuh, tetapi juga untuk melawan infeksi. Penyerapan nutrisi juga mungkin akan terpengaruh. Misalnya, jika ia berulang kali mengalami penyakit diare -- yang umum terjadi pada anak-anak -- kemampuannya untuk mempertahankan nutrisi akan sangat terpengaruh.

Oleh karena itu, untuk mencegah stunting kita harus memastikan ibu memiliki gizi dan kesehatan yang baik sebelum dan selama masa kehamilan; 

  • seorang anak memiliki akses ke makanan yang cukup dan bergizi
  • memiliki akses ke fasilitas air bersih
  • sanitasi dan kebersihan untuk mencegah infeksi
  • memiliki pengobatan yang memadai untuk pulih dengan cepat dari penyakit dan kesehatan yang buruk.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Daftar Partner Kami
Antara News
Viva
Liputan 6
Kompasiana
OkeZone